Bali Akan Kukenang Sepanjang Hayatku

 Kategori Budaya, Wisata

Bali sangat terkenal di seluruh dunia. Semua pemimpin dunia pernah berkunjung dan melancong (berwisata) di pulau Bali.

Saya memiliki kenangan indah di Bali yang tidak akan pernah kulupakan sepanjang hayatku.

Kenangan pertama, saya menikahkan puteriku yang pertama, Nadia Kharani dengan Randy Praditya Akbari pada 20 Agustus 2018 di Hotel Grand Inna Bali Beach Garden, yang hanya dihadiri sangat terbatas-keluarga dekat dari kedua mempelai,  Pak Edy Haryanto, Ketua Umum Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun dan Dr. Baharuddin, Wakil Rektor 1 Universitas Ibnu Chaldun Jakarta serta dari Bali Pak Amir Yanto (Kepala Kejaksaan Tinggi Bali),  Pak Bambang Susanto (Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Bali) dan KH. Muchson Effendi (teman sekolah).

Kenanganku yang kedua, pada malam hari (19/8/2918) di tengah terpaan angin laut  yang dingin, saya makan malam (dinner) bersama Pak Bahar di restoran Baruna  dengan menyantap ikan salmon.  Menurut Pak Bahar, teman dan kolega di Universitas ibnu Chaldun Jakarta, yang khusus datang ke Bali untuk memenuhi undangan keluarga saya, merasa nikmat mencicipi makanan yang disajikan.

Maklum saya dan Pak Bahar, dilahirkan di pesisir pantai Sulawesi Tenggara yang hanya merasa nikmat makan, jika sajiannya ada ikan segar yang dimasak, dibakar atau digoreng.

Ditengah makan malam dan hembusan angin laut yang menerpa kami dan para tamu yang mayoritas orang bule, para penyanyi yang dikontrak pemilik restoran  melantunkan lagu, ada lagu dalam bahasa Inggris dan lagu dalam bahasa Indonesia. Satu lagu yang menjadi favorit saya dan dinyanyikan malam itu ialah “Kemesraan”.

Saya tidak menampakkan kesukaan ketika lagu “Kemesraan” dinyanyikan, tetapi saya meresapi dan menghayati karena kami  berada di restoran pinggir pantai yang indah dan nyaman sesuai bait-bait lagu yang dilantunkan.

Tanpa terasa sudah larut malam, saya dan Pak Bahar harus meninggalkan restoran dan kembali ke hotel tempat menginap.

Menyaksikan Mentari Terbit

Kenanganku yang ketiga, menyaksikan mentari terbit dari ufuk timur yang amat indah.

Pagi hari sesudah salat Subuh, saya bergegas memakai pakaian olah raga dan sepatu untuk jalan kaki menyusuri pantai Sanur Bali.  Hari itu cuaca sangat cerah, sehingga saya bisa jalan kaki tanpa memakai pet penutup kepala.  Pada hal beberapa hari sebelumnya setiap pagi dan malam selalu turun hujan.

Saya bersyukur kepada Allah,  saat saya di Bali cuaca cerah sehingga bisa menyaksikan keindahan pantai Sanur dan mentari yang mulai terbit dari ufuk timur

Maha kuasa Allah yang menciptakan keindahan  mentari yang terbit diufuk timur  dan perlahan tapi pasti menyinari pantai Sanur Bali yang indah dengan pasir putihnya.

Saya terus jalan kaki menyusuri pantai Sanur Bali yang cukup panjang sambil menyaksikan menteri yang makin lama makin meninggi dan menyinari alam dunia ini termasuk pulau Bali.

Bule Berjemur di Pantai

Kenanganku yang keempat, saya menyaksikan banyak orang bule yang telanjang berjemur di pasir pada siang bolong yang sangat panas.

Pertanyaannya, mengapa orang-orang bule mau berjemur di pasir pantai yang tengah diterpa terik matahari? Saya tidak tahu apa manfaatnya, apakah ingin kulit yang membungkus badan mereka menjadi hitam atau ada alasan lain.

Pada masa kecil saya,  guru mengajarkan bahwa berjemur di pagi hari, baik bagi kesehatan karena matahari mengandung sinar ultraviolet.

Sekedar mengingatkan bahwa manusia memang tidak pernah puas dengan yang dimiliki. Selalu mengeluh dan sedikit sekali yang suka bersyukur kepada sang Pencipta.

Syukur dan Spirit

Keindahan pulau Bali khususnya pantai Sanur dan berbagai kawasan pariwisata di Bali, patut disyukuri.

Manifestasi dari kesyukuran, hendaknya berbagai obyek wisata yang indah dan menakjubkan, di pelihara, di jaga, dan di rawat sebagai pemberian Tuhan  yang tak terbilang untuk dinikmati manusia.

Dari empat hal yang saya kemukakan, Bali akan  selalu kukenang sepanjang hayatku dikandung badan, dan saya merasa yakin mereka yang pernah mengunjungi Bali akan selalu mengenangnya.

Semoga Bali menjadi spirit yang selalu memicu dan memacu kita  dalam menjalani kehidupan yang sangat sementara ini.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search