Merawat Kerukunan

 In Lainnya, Sosial

Ketika Allah memberitahu kepada para Malaikat bahwa Dia akan  menciptakan seorang khalifah di muka bumi, para  malaikat memprotes dengan  mengatakan: apakah Engkau mau menciptakan yang akan  membuat kerusakan di muka  bumi dan melakukan pertumpahan darah?  Pada hal kami memujiMu dan mensucikanMu! Allah berkata: sesungguhnya Saya lebih mengetahui apa yang kalian tidak ketahui (Surah Albaqarah: 30)

Firman Allah tersebut memberi informasi  kepada kita bahwa ada makhluk manusia di muka bumi  sebelum Adam  yang membuat kerusakan dan melakukan pertumpahan darah, sebab dari mana  para Malaikat mengetahui ada konflik yang menyebabkan terjadi kerusakan di muka bumi dan bahkan  pertumpahan darah jika tidak ada peristiwa konflik sebelumnya yang mereka saksikan.

Protes  para Malaikat  itu menjadi kenyataan, ketika  Qabiel putera Nabi Adam membunuh saudaranya Habil  karena iri hati kurbannya ditolak oleh  Allah sementara kurban Habil diterima oleh Allah.

Peristiwa tersebut memberi pelajaran bagi kita bahwa pertarungan kepentingan apalagi pertarungan kekuasaan sering menimbulkan konflik dan tidak jarang terjadi bunuh-bunuhan.

Di era sekarang,  ketika demokrasi dijadikan sebagai sarana untuk memilih wakil-wakil rakyat serta memilih para pemimpin di semua tingkatan secara langsung, maka potensi konflik sangat besar peluangnya terjadi di masyarakat.

Penyebab Konflik

Penyebab konflik banyak sekali.  Dari persoalan yang besar sampai pada hal-hal yang kecil.

Setidakya ada tiga penyebab konflik. Pertama, perbedaan kepentingan.  Setiap manusia mempunyai kepentingan yang berbeda. Walaupun berhimpun dalam satu  organisasi, satu  partai politik, satu kampus,  tetapi bisa beda kepentingan.  Ada yang bekerja untuk organisasi, untuk partai politik,  atau untuk univeritas. Ada yang bekerja di organisasi, di partai politik atau di universitas.  Kepentingannya dan hasilnya pasti beda.

Kepentingan yang berbeda membuat manusia sering berseteru atau konflik dalam rangka mewujudkan kepentingannya.  Kepentingan manusia secara pribadi dan kelompok  sangat beragam, mulai dari kepentingan kekuasaan, kepentingan ekonomi, kepentingan sosial dan sebagainya.

Kedua, perbedaan latar belakang.  Manusia pada umumnya mempunyai latar belakang yang berbeda seperti perbedaan agama, sosial ekonomi, politik,  suku bangsa, daerah dan ras.  Perbedaan itu, jika tidak dikelola dengan baik  sering menimbulkan konflik.  Misalnya dalam penyebaran agama, dengan segala modus yang dilakukan, acapkali menimbulkan konflik antar umat beragama karena menyebarkan  agama kepada mereka yang sudah beragama.  Begitu  juga dalam pemilihan kepala daerah sering dikobarkan semangat kedaerahan.  Jika semangat kedaerahan  tidak hati-hati, maka mudah menimbulkan konflik sosial.

Ketiga, pertarungan kekuasaan.  Indonesia pada tahun 2019 akan melaksanakan pemilihan umum (Pemilu) serentak, yaitu Pemilu legislatif (parlemen) mulai dari tingkat kabupaten, kota, provinsi sampai di tingkat pusat (DPR dan DPD).

Pertarungan kekuasaan yaitu pertarungan untuk merebut kekuasaan dan pertarungan  mempertahankan  kekuasaan. Sebagai contoh, tagar 2019 Ganti Presiden, telah menjadi momok.  Pihak istana seperti disuarakan Ali Muchtar Ngabalin,  Deputi IV Staf Ahli Kepresidenan RI menyebut tagar itu sebagai makar untuk menggulingkan Presiden Joko Widodo. Pada hal pihak penyelenggara Pemilu dan Pengawas Pemilu telah menegaskan bahwa tagar itu tidak melanggar undang-undang seperti halnya #2019 Tetap Jokowi.

Singkat kata segala macam persoalan dari kecil sampai besar  bisa dimunculkan ke publik sehingga masyarakat tersulut emosinya kemudian marah dan melakukan anarkis seperti peristiwa tahun 1998 yang kemudian menjadi pemicu mundurnya Soeharto sebagai Presiden RI setelah berkuasa selama 32 tahun lamanya.

Kiat Merawat Kerukunan

Konflik merupakan  lawan  dari pada  kerukunan.  Tidak ada kerukunan jika ada konflik.  Oleh karena itu, kerukunan harus diciptakan, dijaga dan dirawat.

Setidaknya ada 10 kiat merawat kerukunan di Indonesia.
1.  Cari persamaan jangan perbedaan.  Sebab dibalik perbedaan, terdapat lebih banyak persamaan.

2.  Galang kebersamaan jangan perbedaan. Oleh karena Kebersamaan merupakan kunci untuk menjaga dan merawat kerukunan.

3.  Utamakan persatuan dan kesatuan.  Dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan, maka secara tidak langsung kita sudah  merawat dan menciptakan  kerukunan.

4.  Jangan menghina seseorang atau kelompok lain.  Tidak menghina seseorang atau kelompok lain  berarti kita telah mewujudkan kerukunan.

5.  Tidak merendahkan orang lain atau kelompok lain.  Dengan tidak merendahkan orang lain berarti kita  sudah merawat kerukunan.

6.  Hargai dan hormati orang lain.  Jika kita melakukan hal itu, maka berarti kita telah menjaga dan mewujudkan  kerukunan.

7.  Jangan mengeritik seseorang atau suatu kelompok dengan kritik yang menyakiti hatinya.  Jika hal itu tidak dilakukan, maka berarti kita telah menjaga dan merawat kerukunan.

8.  Sampaikan nasihat kepada siapapun dengan nasihat yang tidak menyakiti, tetapi mengandung  hikmat kebijaksanaan.

9.   Kobarkan cinta terhadap sesama dan jauhi kebencian kepada siapapun.

10.   Selesaikan setiap perbedaan pendapat atau konflik dengan semangat musyawarah dan mufakat.

Dengan mengamalkan 10 kiat tersebut berarti kita telah mencegah terjadinya  konflik sosial dan mewujudkan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search