Connect with us

unsplash christopher burns

Opini

Membangun Manusia

Dalam rangka pembukaan Bimtek (Bimbingan Teknis)  DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, di Hotel Horison Arcadya, Mangga Dua Jakarta, 15 September 2018 malam,  sebagai rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang menyelenggarakan Bimtek, saya diminta menyampaikan kata sambutan. Dalam sambutan, saya mengemukakan permasalahan bangsa yang sangat berat dan banyak seperti utang yang terus bertambah besar jumlahnya, kesenjangan sosial  ekonomi yang amat lebar,  kemiskinan yang masih sangat banyak dialami bangsa kita dan sumber daya manusia dari mayoritas  bangsa Indonesia yang masih rendah.

Dalam rangka pembukaan Bimtek (Bimbingan Teknis)  DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, di Hotel Horison Arcadya, Mangga Dua Jakarta, 15 September 2018 malam,  sebagai rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta yang menyelenggarakan Bimtek, saya diminta menyampaikan kata sambutan.

Dalam sambutan, saya mengemukakan permasalahan bangsa yang sangat berat dan banyak seperti utang yang terus bertambah besar jumlahnya, kesenjangan sosial  ekonomi yang amat lebar,  kemiskinan yang masih sangat banyak dialami bangsa kita dan sumber daya manusia dari mayoritas  bangsa Indonesia yang masih rendah.

Menghadapi permasalahan Indonesia yang sudah bagaikan lingkaran setan (vicious circle), sebaiknya kita mencari solusi dengan kembali kepada tujuan Indonesia merdeka yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Setidaknya ada empat tujuan Indonesia merdeka yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945:

1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
2) Memajukan kesejahteraan umum,
3) Mencerdaskan kehidupan bangsa,
4) Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,  perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Hal tersebut diperlukan kita mencari solusi karena kita sudah membangun 52 tahun lebih yaitu  32 tahun di masa Orde Baru dan 20 tahun lebih di era Orde Reformasi dengan fokus pembangunan ekonomi. Akan tetapi   hasilnya tidak semakin mendekatkan bangsa Indonesia pada tujuan Indonesia merdeka.

Menurut saya pembangunan ekonomi selama 52 tahun lebih telah gagal mewujudkan tujuan Indonesia merdeka.  Pembangunan ekonomi telah mengakibatkan terjadi kesenjangan sosial yang luar biasa, utang yang amat besar jumlahnya,  terkuras habis kekayaan alam Indonesia bukan untuk sebesar-besar bagi kemakmuran rakyat.

Ubah Fokus Pembangunan

Pembangunan ekonomi selama 52 tahun lebih,  telah gagal melindungi segenap bangsa Indonesia,  memajukan kesejahteraan umum bangsa Indonesia, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hasil pembangunan ekonomi telah
semakin memperkaya mereka yang sudah kaya, telah semakin menciptakan kesenjangan sosial ekonomi, membuat Indonesia sangat besar utangnya, dan sangat tergantung pada asing sehingga hilang kedaulatan negara.  Disamping itu,  pembangunan ekonomi tidak memberi pemerataan dan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, arah pembangunan Indonesia harus diubah dengan memberi prioritas pada pembangunan manusia.

Membangun manusia Indonesia sangat penting dan mendesak dilakukan.  Setidaknya ada tiga alasan yang mendasari.   Pertama,  secara ideologis para pendiri negara republik Indonesia telah mengamanatkan pentingnya pendidikan seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Oleh karena itu,  bangsa Indonesia harus berpendidikan baik dan tinggi,  karena bangsa  yang berpendidikan baik dan tinggi, warganya akan pintar dan cerdas.  Jika  ini dilakukan, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dan hebat di dunia.

Kedua, secara teologis,  Islam yang dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia, kitab sucinya Alqur’an, telah mengajarkan untuk mengutamakan pendidikan.  Lima ayat yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dimulai dengan perintah membaca yang dapat dimaknai pentingnya pendidikan karena perintah membaca dan menulis merupakan kunci dalam pendidikan.  Selain itu,  banyak sekali hadis Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan umat  Islam laki-laki dan perempuan untuk menuntut ilmu.

Ketiga, secara sosiologis,  berdasarkan pengalaman saya dalam memimpin Universitas Ibnu Chaldun Jakarta,  saya menemukan banyaknya pemuda-pemudi Indonesia yang ingin mengikuti pendidikan di perguruan tinggi.  Akan tetapi,  orang tua mereka tidak mampu membiayai,  sehingga putera-puteri dari kalangan masyarakat bawah tidak bisa mekanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Dampaknya,  tidak bisa melakukan mobilitas vertikal Di segala bidang karena tidak memiliki ilmu pengetahuan.

Oleh karena hanya mereka yang berilmu yang bisa membawa manusia melakukan mobilitas vertikal.  Jika manusia Indonesia sudah memiliki kualitas yang baik,  maka Indonesia akan bangkit dan maju seperti bangsa-bangsa di dunia.

Dalam membangun manusia, menurut saya,  yang harus dibangun lima hal.

Pertama, keimanan dan ketaqwaan kepada Allah sesuai sila pertama dari Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kedua,  kejujuran, kedisiplinan dan kerja keras.  Manusia Indonesia harus sejak dini di didik jujur,  disiplin dan kerja keras,  karena untuk bisa bersaing dan memenangkan persaingan,  tidak cukup pintar dan cerdas, tetapi harus bisa dipercaya.  Untuk dipercaya harus jujur,  disiplin dan mampu bekerja keras.

Ketiga,  kemanusiaan supaya manusia Indonesia cinta sesama seperti mencintai diri sendiri,  suka membantu dan menolong orang lain yang kurang beruntung, mewujudkan persaudaraan seagama,  sebangsa dan sesama manusia.

Keempat,  berakhlak mulia,  jujur, amanah, mampu berkomunikasi secara baik,  tidak suka bohong,  tidak munafik – di depan nampak seperti orang baik, tetapi dia menggunting dalam lipatan.

Kelima, berilmu – memiliki kepakaran (keahlian).

Kelima hal tersebut hanya bisa diwujudkan kalau Indonesia memberi fokus pada pembangunan manusia Indonesia.

Baca Juga

DKI Jakarta

Setiap kritik berupa evaluasi kinerja yang ditujukan kepada mereka yang memegang kekuasaan termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, harus diapresiasi agar mereka yang berkuasa...

DKI Jakarta

Penurunan kualitas demokrasi Indonesia, yang berhubungan dengan berlanjutnya represi atas oposisi, yang semakin bertambah dan terang-terangan.

Lainnya

Salah satu bagian dari Taujihat Kebangsaan (arahan, bimbingan, nasehat) Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2021 kepada pemerintah adalah "Diharapkan tidak alergi kritik dan...

Lainnya

Hari ini 17 Agustus 2021 seluruh bangsa Indonesia dimanapun berada merayakan hari Indonesia merdeka yang ke-76 tahun.

Politik

HRS telah digolongkan sebagai tokoh oposisi yang sangat berpengaruh karena konsisten dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. HRS telah menjadi simbol perjuangan rakyat yang...

Politik

Saya memberanikan menjadi saksi ahli Habib Rizieq dkk karena Pengadilan atau Mahkamah adalah sebuah forum publik yang resmi untuk menyuarakan pentingnya keadilan dan kebenaran...

Opini

Sepanduk bertuliskan Lebih Baik Miskin Daripada Berkhianat dipasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Universitas Ibnu Chaldun dan berbagai tempat strategis di Jakarta hari ini.

Opini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan salah satu kepala daerah yang akan habis masa baktinya tahun 2022. Ada ratusan kepala daerah (Gubernur, Bupati, Walikota)...