Musni Umar Socmed

Search

Twitter tobiasz galinski

Opini

Belajar Dari Trump: Indonesia First

Untuk membangun kembali Indonesia yang sudah merdeka 73 tahun dan melaksanakan pembangunan 52 tahun lebih,  tidak ada salahnya belajar dari Trump. Dengan mengadopsi cara Trump dalam mempertahankan Amerika tetap unggul di dunia, Indonesia bisa bangkit dan maju di masa depan.

Sebagai sosiolog saya mengagumi pidato Donald Trump tidak saja saat inagurasi ketika  dilantik menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat dengan slogannya ‘America First’  tetapi juga  ketika  berpidato di Sidang Umum PBB ke-73 (25/9).

Dua pidato Trump sangat nasionalistik. Dalam pidato Trump di PBB, dia mengemukakan “Amerika yang baik,  sejahtera, besar dan powerfull itu yang penting karena Amerika  hanya akan urusi orang Amerika saja”.

Dalam menjalankan pemerintahan, Donald Trump melaksanakan apa yang diucapkan dalam kampanye Pemilu dengan slogan “America First”.

Dalam bidang perdagangan misalnya,  Trump menaikkan pajak impor barang yang masuk ke Amerika Serikat untuk mengurangi defisit perdagangan.  Dampak negatif dari kebijakan Trump itu yang  pertama dan utama mengalami tekanan adalah China.   Kita tahu bahwa produk China sudah lama membanjiri pasar Amerika Serikat. Trump memandang bahwa hal tersebut merugikan Amerika Serikat.

Kebijakan ekonomi Trump tersebut dibalas China dengan melakukan hal serupa yaitu menaikkan pajak impor barang-barang dari Amerika Serikat kemudian terjadi perang dagang antara dua negara yang dikhawatirkan akan merembet ke berbagai produk industri dari Jepang, Korea Selatan, Indonesia dan lain-lain yang di ekspor ke Amerika Serikat.

Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Amerika  Serikat, Trump menurunkan bea pajak sehingga dunia usaha tumbuh dan berkembang maju.  Dampak positifnya ekonomi Amerika Serikat mengalami pertumbuhan ekonomi 4,2 persen pertahun yang tidak pernah terjadi selama puluhan tahun lamanya.

Dampak lanjutannya, dunia usaha mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar, sehingga dalam  15 tahun terakhir menurut berbagai laporan, di masa Trump memimpin Amerika Serikat terjadi penurunan drastis pengangguran di Amerika Serikat.

Selain itu,  Trump menyerukan kepada bangsa Amerika Serikat untuk menggunakan produk dalam negeri, sehingga industri dalam negeri tumbuh dan berkembang maju.

Pelajaran Dari Trump

Untuk membangun kembali Indonesia yang sudah merdeka 73 tahun dan melaksanakan pembangunan 52 tahun lebih,  tidak ada salahnya belajar dari Trump.

Setidaknya tiga hal yang bisa dipetik sebagai pelajaran dari Donald Trump.  pertama, sikap nasionalisme. Indonesia memerlukan pemimpin yang memiliki nasionalisme yang tinggi karena seorang guru besar di negeri Belanda yang pernah mengajar hukum Asrul Harun ketika menjawab pertanyaannya mengapa Belanda bisa menjaga Indonesia 350 tahun,  dia menjawab pertama, bangsa Indonesia tidak memiliki nasionalisme, kedua, berwatak pragmatis, ketiga,  mudah disogok.
Trump mengajarkan kepada para pemimpin Indonesia pentingnya nasionalisme jika ingin  bangkit dan maju.

Kedua, mengutamakan negara.  Pemimpin dan seluruh bangsa Indonesia harus mendahulukan dan mengutamakan Indonesia.  Misal membanjirnya impor produk China di Indonesia. Pemimpin harus berani menaikkan bea impor barang-barang dari China dalam rangka melindungi industri dalam negeri.  Pemimpin kita tidak ada salahnya meniru Trump dengan mengumandangkan slogan “Indonesia First”.

Ketiga, meminta bangsa Indonesia membeli produk bangsa Indonesia sendiri seperti yang diminta Trump kepada bangsa Amerika, sehingga tumbuh industri dalam negeri dan bisa membuka lapangan kerja yang luas.

Dengan mengadopsi cara Trump dalam mempertahankan Amerika tetap unggul di dunia, Indonesia bisa bangkit dan maju di masa depan.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengkutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Politik

Sejak para menteri Kabinet Indonesia Maju dilantik, Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin serta para Menteri belum pernah mewacanakan, paling tidak yang bisa dibaca...

Lainnya

Ibnu Khaldun adalah seorang ilmuan Muslim terkemuka yang sering disebut sebagai bapak historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah Mukaddimah. Salah satu buah...

DKI Jakarta

Kontrak politik yang ditanda-tangani Anies-Sandi dengan berbagai komunitas di DKI yang mewakili warga DKI, setidaknya ada 23 janji yang akan dilaksanakan Anies-Sandi, jika diberi...

Wisata

Beberapa bangunan kuno di kota lama, sudah direnovasi dan telah menjadi icon untuk mengenang sejarah lama di masa penjajahan Belanda. Selain itu, beberapa bangunan...

Opini

FPI bisa menggalang kekuatan massa yang sangat besar dan dalam pemilihan Presiden RI 2019 mereka mendukung Prabowo-Sandi, hal ini menjadi persoalan bagi Habib Rizieq...

Wisata

Jakarta, ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, sedang membangun kota yang indah dan maju, sejajar dengan kota-kota besar di dunia. Ada ungkapan "Allah itu indah,...

Pemilu

Kita ucapkan selamat kepada Pak Jokowi dan Pak KH Ma'ruf Amin yang telah ditetapkan KPU sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih hasil pemilihan Presiden...

Politik

Partai politik yang tidak berkeringat dalam memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin tidak akan diberi karpet merah di Koalisi Indonesia Kerja. Untuk menyelamatkan demokrasi diperlukan penyeimbang yang...