Connect with us

twitter id_moslemdaily

DKI Jakarta

Sosiolog: Tunda Pemilihan Wagub DKI

Pada 23 September 2018, Kampanye Pemilu serentak 2019 telah dimulai. Semua perhatian, pikiran, tenaga  dan dana yang dimiliki diarahkan untuk memenangkan Pemilu Presiden-Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif (Parlemen). Oleh karena itu, semua kegiatan di luar hajat Pemilu serentak sebaiknya dikesampingkan atau ditunda termasuk pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Uno.

Pada 23 September 2018, Kampanye Pemilu serentak 2019 telah dimulai.  Semua perhatian,  pikiran,  tenaga  dan dana yang dimiliki diarahkan untuk memenangkan Pemilu Presiden-Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif (Parlemen).

Oleh karena itu,  semua kegiatan di luar hajat Pemilu serentak sebaiknya dikesampingkan atau ditunda termasuk pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Uno.

Memaksakan pemilihan Wakil Gubernur DKI sebelum Pemilu serentak 17 April 2019 lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

Setidaknya ada lima alasan pemilihan Wakil Gubernur DKI sebaiknya ditunda sampai selesai Pemilu serentak 17 April 2019.

Pertama,  akan memecah belah kebersamaan dan persatuan Gerinda dan PKS dalam Pemilu Presiden – Wakil  Presiden.

Kedua,  para anggota DPRD DKI Jakarta yang mayoritas dari partai-partai politik yang kalah dalam pemilihan Gubernur DKI akan memanfaatkan pemilihan Wakil  Gubernur DKI untuk manuver demi meraih dukungan suara dalam Pemilu Presiden – Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif di DKI Jakarta.

Ketiga, Gerindra dan  PKS akan membuka peluang bagi pihak-pihak yang tidak suka  kepada  mereka untuk diadu domba sehingga peach dan citra kedua  partai  itu rusak  di mata publik.

Keempat,  apapun hasil  pemilihan Wakil  Gubernur DKI tidak akan memuaskan Gerinda dan PKS serta konstituen masing-masing, sehingga akan merugikan kedua partai yang bersekutu dalam Pemilu Presiden – Wakil Presiden tahun 2019.

Kelima, Gubernur Anies Baswedan masih bisa menjalankan pemerintahan di DKI Jakarta, sehingga tidak ada hal yang memaksa harus segera dilakukan pemilihan Wakil Gubernur sebelum Pemilu Presiden – Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif (Parlemen) 17 April 2019.

Baca Juga

Covid-19

Tahun 2020 sebagai tahun kesedihan dan tahun yang amat sulit bagi sebagian warga DKI Jakarta, bangsa Indonesia, dan bangsa-bangsa lain di dunia telah dilewati.

Opini

Petinggi Partai Gerindra mengumumkan Calon Wakil Gubernur DKI untuk mengisi posisi kosong yang ditinggalkan Sandiaga Salahuddin Uno

DKI Jakarta

Hari ini, Senin, 26 Agustus 2019, sebanyak 106 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan akronim DPRD DKI Jakarta hasil pemilihan umum 17 April 2019,...

Opini

Semoga tulisan ini memberi gambaran tentang prestasi yang ditorehkan oleh kedua Gubernur DKI Jakarta, sehingga warga DKI lebih arif dan lebih obyektif memandang Anies...

Politik

Kekuatan Gerinda dan PKS hanya 26 orang, sehingga sulit meng-golkan calon Wakil Gubernur DKI. Idealnya Posisi Wagub DKI diberikan kepada figur yang tidak merugikan...

Lainnya

Dalam rangka memeringati HUT DKI Jakarta ke 492 Tahun, warga DKI patut bersyukur kepada Allah semoga prestasi yang diraih Pemprov. DKI Jakarta dapat dipertahankan dan...

Pemilu

Sandiaga Salahuddin Uno adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.  Dia dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Anies  Rasyid Baswedan sebagai Gubernur DKI...

Lainnya

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar mengemukakan bahwa para pemimpin, Wakil Bupati dan Wakil Walikota, wajib memihak rakyat jelata dalam menjalankan pemerintahan di...