Musni Umar Socmed

Search

monumen pancasila sakti

Lainnya

Melawan Lupa: Pemberontakan PKI

Pemberontakan Partai Komunis Indonesia 18 September 1948 dan 30 September 1965 harus menjadi pelajaran bagi seluruh bangsa Indonesia. Pertama, harus waspada terus terhadap PKI dan komunis karena membawa ideologi anti Tuhan yang bertentangan dengan Pancasila terutama sila pertama “Ketuhanan Yang Masa Esa.” Kedua, wajib menumbuhkan kesadaran dikalangan bangsa Indonesia terutama kaum muda bahwa PKI dan komunis bisa muncul dalam bentuk lain sebagai OTB (Organisasi Tanpa Bentuk) yang mengacak-acak persatun dan kesatuan dengan politik adu domba seperti terasa saat ini.

Tanpa terasa sudah 53 tahun berlalu pemberontakan Partai Komunis Indonesia yang ke-2 yaitu 30 September 1965.

Kita diajarkan supaya tidak melupakan sejarah karena sejarah selalu berulang.  Bungkarno mengatakan “Pelajarilah sejarah perjuanganmu sendiri yang sudah  lampau,  agar supaya tidak tergelincir dalam perjuanganmu yang akan datang.”

Pernyataan tersebut sangat penting dihayati dan diamalkan karena setelah 53 tahun berlalu, sudah banyak yang Lupa dan generasi milenial pada umumnya tidak tahu sejarah pemberontakan PKI.  Pada hal kekejaman PKI luar biasa yang tega menyiksa dan membunuh para Jenderal TNI dan memasukkan mereka ke lubang buaya.

Sejarah kelam Indonesia tidak  saja pemberontakan PKI 30 September 1965, tetapi terjadi pula pemberontakan Partai Komunis Indonesia ke-1 tanggal 18 September 1948, yang melakukan pemberontakan yang dikenal dalam sejarah dengan nama “Mediun Affair”.

Pada saat itu Partai Komunis Indonesia bersama partai-partai kiri lainnya yang bergabung dalam organisasi bernama “Front Demokrasi Rakyat” melakukan pemberontakan.

Untuk memulihkan keamanan di  Mediun,  pada 20 September 1948 pemerintah bertindak cepat.  Operasi penumpasan dipimpin oleh Kol. A. H.  Nasution.

Pelajaran bagi Kita

Pemberontakan Partai Komunis Indonesia 18 September 1948 dan 30 September 1965 harus menjadi pelajaran bagi seluruh bangsa Indonesia.

Pertama, harus waspada terus terhadap PKI dan komunis karena membawa ideologi anti Tuhan yang bertentangan dengan Pancasila terutama sila pertama “Ketuhanan Yang Masa Esa.”

Kedua, wajib menumbuhkan kesadaran dikalangan bangsa Indonesia terutama kaum muda bahwa PKI dan komunis bisa muncul dalam bentuk lain sebagai OTB (Organisasi Tanpa Bentuk) yang mengacak-acak persatun dan kesatuan dengan politik adu domba seperti terasa saat ini.

Ketiga, komunis yang mengajarkan ideologi sama rata sama rasa tumbuh subur dikalangan masyarakat yang banyak miskin dan tertindas seperti di Indonesia.  Oleh karena itu, masalah keadilan sosial harus menjadi agenda sentral dalam pembangunan di masa depan.

Keempat, Ada fenomena sosial yang tengah tumbuh dan berkembang dikalangan bangsa Indonesia bahwa PKI dalam OTB mulai muncul di masyarakat yang di duga menyusup ke dalam kekuasaan.

Kelima, setiap tanggal 30 September, sebaiknya selalu diputar film tentang pemberontakan PKI sebagai bentuk penanaman kesadaran terhadap sejarah bangsa Indonesia untuk melawan lupa bahwa PKI pernah dua kali melakukan pemberontakan terhadap bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Semoga tulisan ini memberi sumbangsih terhadap bangsa dan Negara yang kita cintai ini.

Baca Juga

Opini

Amien Rais dalam bukunya itu membeberkan jumlah orang yang terbunuh oleh kaum komunis di berbagai negara.

Lainnya

Masyarakat Indonesia yang masih mempercayai akan datang Imam Mahdi dan ratu adil yang mirip dengan kepercayaan sebagian masyarakat Jawa "satrio piningit," selalu merindukan datangnya...

Politik

Konflik sosial di Ambon tahun 1999 yang diakhiri dengan perjanjian damai di Malino, Sulawesi Selatan yang diprakarsai Wapres JK ternyata masih menyisahkan kesedihan dan...