Musni Umar Socmed

Search

Pexels artem bali

Lainnya

Sepuluh Kiat Merawat Kebhinnekaan

Merupakan fakta sosiologis bahwa bangsa Indonesia mayoritas Muslim. Walaupun begitu, bangsa Indonesia heterogen-memiliki banyak Aneka ragam suku, agama, asal-usul, ras dan golongan.  Belum lagi perbedaan sosial ekonomi, mazhab (aliran), organisasi, partai politik dan sebagainya. Perbedaan itu, sangat rawan terjadi konflik yang bernuansa agama, suku, sosial ekonomi dan sebagainya. Oleh karena itu, sangat penting bangsa Indonesia menjaga,  memelihara, memupuk dan merawat perbedaan.

Pada 4 Oktober 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menyelenggarakan Bimtek DPRD Kabupaten Senggau di Hotel Grand Paragon Jakarta Barat.

Untuk pertama kali dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD di seluruh Indonesia yang diselenggarakan LPPM Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, ada doa yang dipimpin seorang tokoh agama Katolik yang juga anggota DPRD Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.

Ketika menyampaikan sambutan,  saya mengemukakan pentingnya kita merawat kebhinnekaan. Doa yang dipimpin seorang pastor adalah pencerminan dari kebhinekaan bangsa Indonesia.

Merupakan fakta sosiologis bahwa bangsa Indonesia mayoritas Muslim. Walaupun begitu, bangsa Indonesia heterogen-memiliki banyak Aneka ragam suku, agama, asal-usul, ras dan golongan.  Belum lagi perbedaan sosial ekonomi, mazhab (aliran), organisasi, partai politik dan sebagainya.

Perbedaan itu, sangat rawan terjadi konflik yang bernuansa agama, suku, sosial ekonomi dan sebagainya.

Oleh karena itu, sangat penting bangsa Indonesia menjaga,  memelihara, memupuk dan merawat perbedaan.

Sepuluh Kiat

Kebhinnekaan merupakan pemberian Allah kepada bangsa Indonesia.  Oleh karena itu,  kebhinnekaan harus dirawat.  Sepuluh kiat untuk merawat kebhinnekaan (keanekaragaman).

Pertama, saling menghormati dalam perbedaan.
Kedua, saling menyayangi walaupun berbeda.
Ketiga, menolong jika ada yang mengalami kesulitan.
Keempat, tenggang rasa jangan mau menang sendiri.
Kelima, toleransi dalam perbedaan.
Keenam, rendah hati tidak sombong.
Ketujuh, tidak menyebarkan agama kepada mereka yang sudah beragama.
Kedelapan, bicara dan menulis  yang tidak menyinggung siapapun.
Kesembilan, menjadi pemaaf.
Kesepuluh, mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Politik

Menjelang ramadhan tiba, para pegiat media sosial sangat ramai yang menyuarakan tuntutan Habib Rizieq Syihab Dibebaskan sehingga banyak dibahas di media sosial.

Politik

UUD 1945 pasal 1 ayat 3 yang berbunyi "Negara Indonesia adalah negara hukum". Konsekuensi Indonesia negara hukum, maka segala kehidupan kenegaraan harus selalu berdasarkan...

Opini

Dalam pasal 29 ayat 1 UUD 1945 dengan tegas disebutkan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

Lainnya

Menurut teologi Islam, Tuhan itu adalah satu atau esa. Hal itu ditegaskan dalam Alqur'an surat Al Ikhlas ayat 1-4, yang artinya "Katakanlah (Muhammad) Dialah...

Opini

RUU GIP telah menjadi pemicu kemarahan berbagai Ormas keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan lain-lain.

Budaya

Pada 22 Juni 2020 genap 75 tahun Piagam Jakarta. Piagam Jakarta atau Jakarta Charter adalah merupakan hasil keputusan sidang khusus panitia sembilan.

Opini

Karni Ilyas terpaksa melerai ketika terjadi pedebatan antara Ali Mochtar Ngabalin dengan ustaz Zaitun Rasmin