Sosiolog: Apresiasi Kinerja Anies-Sandi di DKI Jakarta

 Kategori Lainnya, Opini, Politik, Sosial

Tidak terasa sudah satu tahun Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memimpin DKI karena pada 16 Oktober 2017 Anies dan Sandi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sebagai sosiolog, saya memberi apresiasi atas kinerja dan prestasi yang dicapai selama satu tahun Anies – Sandi memimpin DKI sebab satu persatu janji kampanye Pilgub DKI 2017 diwujudkan.

Di bidang sosial misalnya, Anies-Sandi berjanji dalam kampanye Pilgub DKI tidak akan melakukan penggusuran terhadap warga miskin, hal itu diwujudkan dengan membangun Jakarta tanpa penggusuran hanya akan melakukan penataan. Bahkan warga yang pernah digusur di pasar ikan penjaringan pada masa lalu dibuatkan shelter – tempat tinggal sementara ditempat mereka semula.

Begitu pula, warga Bukit Duri yang menggugat di pengadilan karena digusur, Anies-Sandi  memerintahkan tim hukum DKI agar tidak banding. Maka walaupun belum mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena masih bisa banding, Pemprov. DKI  membayar ganti rugi kepada warga sesuai putusan pengadilan.

Selain itu, masyarakat miskin di DKI tidak lagi diuber-uber untuk digusur oleh Satpol PP,  sehingga mereka lebih tenang dalam menjalani kehidupan.   Begitu juga PKL di Tanah Abang tetap menjalankan usaha dengan baik karena masalah yang dihadapi bisa diatasi dengan kebijakan yang win-win solution walaupun diprotes pihak-pihak tertentu yang sejatinya tidak mempunyai kepentingan langsung. Anies-Sandi kukuh membela rakyat jelata.

Dalam membangun Jakarta, Anies-Sandi memberi fokus utama pada pembangunan manusia. Salah satu program yang dikampanyekan ialah program KJP Plus. Hal itu sudah dilaksanakan hanya penting dipercepat dan ditingkatkan kuantitasnya.  Selain itu, semakin diperbanyak beasiswa kepada masyarakat miskin  yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi terhambat biaya.

Di bidang transportasi OK Trip – program satu harga yang terintegrasi dengan Trans Jakarta  sudah direalisasikan, yang kemudian diganti nama yang lebih mengindonesia menjadi Jak Lingko.

Janji dalam kampanye untuk menghentikan pembangunan reklamasi pulau-pulau di teluk Jakarta dengan gagah berani akhirnya semua izinnya dicabut.  Banyak pihak tidak percaya Anies berani menghentikan proyek tersebut, karena pemilik proyek dibacking kekuatan besar, tetapi Anies melakukannya sesuai janjinya dalam kampanye.

Terakhir, penataan Jalan Jenderal Sudirman dan Mh. Thamrin serta berbagai kawasan lainnya di DKI, sangat diapresiasi.  Bukan saja dibangun pedesterian yang lebar serta taman-taman yang indah dan mulai menghijau,  tetapi juga jalan aspal yang licin tanpa lobang-lobang yang sudah lama tidak dinikmati warga Jakarta.

Sudah banyak prestasi yang dicapai, tetapi masih banyak PR (Pekerjaan Rumah) yang harus dikerjakan antara lain mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh warga DKI Jakarta.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search