Mendoakan PM Malaysia Tun Mahathir Mohamad

 Kategori Lainnya, Opini, Sosial

Pada hari Jumat, 19 Oktober 2018,  saya bersama Prof. Kamaruddin M.  Said,  Prof. Yahaya Ibrahim,  Prof.  Zambri,  Sarwan dan Harris dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta salat Jumat di Masjid Putra, Putrajaya Malaysia.

Sebelum salat Jumat, Prof. Kamaruddin. mengajak makan siang bersama di dataran bawah Masjid Putra yang pada siang itu banyak sekali pelancong (wisatawan) dari manca negara yang antri untuk membeli makanan siang.

Sambil jaga tempat duduk dan antri untuk membeli makanan siang,  kami berbincang sembari menyaksikan indahnya daratan Masjid Putra yang dilintasi sungai, taman dan bangunan megah yang hari itu sangat ramai yang mau salat Jumat. Apalagi berbaur dengan para pelancong (wisatawan)  dari berbagai negara terutama dari China.

Bersalaman Tun Mahathir

Setelah selesai salat Jumat, saya keluar dari Masjid bersama Prof. Kamaruddin. Dihalaman Masjid Putra yang luas,  kami bertemu Prof. Yahaya Ibrahim. Dia memberitahu saya dan menunjuk Tun Mahathir yang sedang berjalan menuju kendaraan yang juga baru selesai salat Jumat.

Saya kemudian bergegas dan menerobos kerumunan jamaah yang mau bersalaman yang dikawal para petugas keamanan.

Alhamdulillah saya berhasil bersalaman dengan Tun Mahathir sambil memperkenalkan diri sebagai sosiolog dari Indonesia.  Ketika bersalaman saya mendoakan beliau “semoga selalu sehat, panjang umur dan berjaya membangun Malaysia.”

Sambil senyum,  Tun Mahathir mengucapkan terima kasih.

Selain saya,  Erni dan Ici nama panggilan Siti Aminah Amohoru, juga berhasil menerobos pengawal Tun Mahathir.  Keduanya bersalaman dengan mencium tangan Perdana Menteri Malaysia.

Semoga doa yang dipanjatkan, Allah memberi kesehatan dan umur panjang kepada Tun Mahathir  dan berjaya membangun Malaysia.

Putrajaya,  19 Oktober 2018

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search