Connect with us

buku biografi kasman singodimedjo

Pendidikan

Mengenang Pak Kasman Singodimedjo di Hari Pahlawan

Pada 8 November 2018, dalam rangka memeringati Hari Pahlawan Nasional 10 November 2018, Presiden RI Joko Widodo memberi gelar  kepada Kasman Singodimedjo (Jawa Tengah), AR Baswedan (DI Yogya), KH. Syam’un (Banten) , Depati Amir (Sulawesi Barat), dan Muhammad Noor (Kalimantan Selatan),  sebagai pahlawan nasional.

Pada 8 November 2018, dalam rangka memeringati Hari Pahlawan Nasional 10 November 2018, Presiden RI Joko Widodo memberi gelar kepada Kasman Singodimedjo (Jawa Tengah), AR Baswedan (DI Yogya), KH. Syam’un (Banten) , Depati Amir (Sulawesi Barat), dan Muhammad Noor (Kalimantan Selatan), sebagai pahlawan nasional.

Kepada anak, cucu, dan seluruh keluarga, saya ucapkan selamat. Semoga kepahlawanan mereka diwarisi oleh keluarga, sanak famili, mahasiswa, pemuda dan seluruh bangsa Indonesia.

Berguru ke Pak Kasman Singodimedjo

Saya patut berbahagia dan bersyukur kepada Allah karena Pak Kasman Singodimedjo diberi gelar sebagai pahlawan nasional.

Setidaknya ada lima alasan, saya patut berbahagia dan bersyukur kepada Allah. Pertama, saya pernah berguru kepada Pak Kasman Singodimedjo 20 tahun lalu ketika saya belajar di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur”an (PTIQ). Beliau mengajar Ilmu Hukum di tempat itu. Cara mengajarnya sangat menarik karena tidak saja mengajarkan ilmu, tetapi juga memberi spirit kepada mahasiswa.

Kedua, saya belajar dari semangat juang Pak Kasman Singodimedjo. Dia mengajari mahasiswa untuk terus bersemangat dalam mengejar kesuksesan karena menurut dia hidup ini untuk berjuang.

Ketiga, hidup sederhana. Saya tidak pernah lupa kesederhanaannya. Saya ke rumahnya dan saya lihat tidak ada kemewahan. Bahkan mobilpun tidak punya.

Keempat, menggunakan kendaraan umum untuk beraktivitas. Jika mau mengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an, dia dijemput dengan kendaraan minibus.

Kelima, berdebat tentang Piagam Jakarta. Pada suatu hari saya ikut mengantar beliau pulang kerumahnya setelah mengajar. Saya bertanya tentang Piagam Jakarta. Dia menjelaskan, sudah berjuang secara maksimal tapi hasilnya seperti yang ada sekarang. Sebagai mahasuswa dan pemuda, berjuanglah untuk mewujudkan yang belum berhasil diwujudkan para pendahulumu. Begitu pesan Pak Kasman.

Warisi Semangat Juang

Para pejuang – pahlawan bangsa, telah berjuang untuk mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan RI. Mereka tidak menikmati secara pisik hasil perjuangan.

Para pewaris dan pelanjut perjuangan yang sukses, telah menikmati hasil perjuangan dengan segala kenikmatannya.

Akan tetapi, masih banyak anak bangsa yang belum menikmati hasil perjuangan yaitu kemerdekaan Republik Indonesia.

Oleh karena itu, dalam suasana memeringati Hari Pahlawan Nasional 10 November 1945, mari kita warisi semangat juang para pahlawan, teladani hidup sederhana Pak Kasman Singodimedjo. Utamakan pendidikan, bantu mereka yang belum menikmati kemerdekaan, jangan korupsi, jaga persatuan dan kesatuan.

Baca Juga

DKI Jakarta

Setiap kritik berupa evaluasi kinerja yang ditujukan kepada mereka yang memegang kekuasaan termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, harus diapresiasi agar mereka yang berkuasa...

DKI Jakarta

Penurunan kualitas demokrasi Indonesia, yang berhubungan dengan berlanjutnya represi atas oposisi, yang semakin bertambah dan terang-terangan.

Lainnya

Salah satu bagian dari Taujihat Kebangsaan (arahan, bimbingan, nasehat) Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2021 kepada pemerintah adalah "Diharapkan tidak alergi kritik dan...

Lainnya

Hari ini 17 Agustus 2021 seluruh bangsa Indonesia dimanapun berada merayakan hari Indonesia merdeka yang ke-76 tahun.

Lainnya

Pergantian tahun baru Islam harus dimaknai dengan belajar sejarah. Momentum tahun baru Islam, mesti dijadikan titik awal, umat Islam belajar sejarah Nabi Muhammad SAW.

Politik

HRS telah digolongkan sebagai tokoh oposisi yang sangat berpengaruh karena konsisten dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. HRS telah menjadi simbol perjuangan rakyat yang...

Politik

Saya memberanikan menjadi saksi ahli Habib Rizieq dkk karena Pengadilan atau Mahkamah adalah sebuah forum publik yang resmi untuk menyuarakan pentingnya keadilan dan kebenaran...

Opini

Sepanduk bertuliskan Lebih Baik Miskin Daripada Berkhianat dipasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Universitas Ibnu Chaldun dan berbagai tempat strategis di Jakarta hari ini.