Teror Geng Motor, Focus Group Discussion

 Kategori Lainnya, Pendidikan, Sosial

Pada 8 November 2018, Divisi Humas Mabes POLRI melaksanakan Focus Group Discussion (FGD)  dengan tema “Penanggulangan Teror Geng Motor Demi Memberikan Rasa Aman dan Terwujudnya Kamtibmas,” di Menara 165 Jakarta.

Acara tersebut dibuka Kepala Divisi Humas Mabes POLRI  IRJEN Polisi Setyo Wasisto, yang sebentar lagi sesuai Keputusan Presiden RI akan dilantik menjadi salah satu Direktur Jenderal di Kementerian Perindustrian RI.

Musni Umar,  Sosiolog dan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menjadi narasumber utama dalam FGD dengan moderator Dr.  Devi Rahmawati.

Turut  berbicara dalam forum itu Dr. Juandaninsyah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,  Henny Adi Hermanoe,  Sekjen Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, dan AKP Andhiek Budy Kurniawan dari Bariskrim Polri.

Dalam FGD itu,  saya menyampaikan Pointers FGD dengan judul “Geng Motor,” yang secara lengkap saya muat dalam tulisan ini.

Geng motor merupakan fenomena global yang ada di hampir semua negara.

Geng motor ini lahir,  tumbuh dan berkembang dari kaum muda yang sering kumpul dan nongkrong.

Perkembangan geng motor di Indonesia sangat pesat. Paling tidak dipengaruhi oleh sepuluh faktor:

Pertama,  imitasi.
Kedua,  lingkungan
Ketiga,  budaya
Keempat,  pelarian
Kelima, orang tua tidak tahu mau melakukan apa utk cegah anak terlibat di geng motor
Keenam, lingkungan anggap mereka sudah rusak
Ketujuh,  pengangguran dan kemiskinan.
Kedelapan, pemerintah tidak tahu mau melakukan apa.
Kesembilan, pembiaran
Kesepuluh, stres, putus asa.

Anak remaja yang sedang tumbuh dan dalam suasana pancaroba membutuhkan kehangatan,  keakraban dan rasa aman dalam keluarga dan lingkungan.

Akhiri Teror Geng Motor

Untuk mengakhiri teror geng motor, disarankan untuk dilakukan sebagai berikut:

1. Mengembalikan fungsi keluarga dan sekolah sebagai pusat pendidikan akhlak dan nilai-nilai agama.
2.  Menciptakan lingkungan sosial yang peduli terhadap geng motor.
3.  Orang tua harus diberi pendidikan cara mendidik anak agar tidak salah asuh.
4.  Kolaborasi dan sinergi antara orang tua,  sekolah,  masyarakat, polisi dan pemerintah untuk membina geng motor.
5.  Memasukkan mereka ke kem motivasi utk mengubah mindset dan prilaku.
6.  Melatih mereka supaya memiliki kepakaran (skill)
7.  Memberi mereka lokasi tempat berusaha atau lapangan kerja.
8.  Menumbuhkan suasana keluarga yang hangat, akrab,  dan aman.
8.  Melakukan intervensi untuk membina mereka. Tidak boleh ada pembiaran.
9.  Melatih mereka yang memiliki talenta jadi pembalap daerah dan nasional
10. Mengobati mereka yang sudah terlibat Narkoba dan stres agar kembali sehat rohani dan jasmani.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search