Musni Umar Socmed

Search

unsplash andy al mesura

Lainnya

Kemiskinan Masih Merajalela

Beberapa waktu lalu, muncul pemberitaan di media bahwa kemiskinan sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan, dan bahkan disebut tidak pernah terjadi sebelumnya. Mereka yang mendukung pemerintah mengamini pemberitaan itu, karena sumbernya dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Beberapa waktu lalu,  muncul pemberitaan di media bahwa kemiskinan sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan,  dan bahkan disebut tidak pernah terjadi sebelumnya.

Mereka yang mendukung pemerintah mengamini pemberitaan itu,  karena sumbernya dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala BPS Suhariyanto berkata
garis kemiskinan di Indonesia Rp 401.220/kapita perbulan. Kalau dibagi 30 hari dalam satu bulan,  maka garis kemiskinan Rp 13.000 perkapita (perkepala) perhari.  Menurut dia,  dalam satu keluarga memiliki 3 anggota keluarga dikalikan dengan Rp 13.000, maka garis kemiskinan sebesar Rp 39.000 perkeluarga perhari.

Di DKI Jakarta garis kemiskinan Rp 593.108/kapita perbulan atau Rp 19.770/kapita perhari. Jika dikalikan 3 orang dalam keluarga,  maka garis kemiskinan di DKI Jakarta sebesar Rp 59.100 perkeluarga perhari.

Garis kemiskinan merupakan batas seseorang dikatakan tidak miskin. Kalau penghasilan setiap hari diatas Rp 13.000, maka sudah tidak miskin.  Jika penghasilan dibawah Rp 13.000 perkepala perhari, maka dianggap miskin.

Bank Dunia menetapkan garis kemiskinan 2 dolar Amerika Serikat atau Rp 30.000 perkepala perhari (kurs rupiah 1 dolar AS=15.000 rupiah).

Aneh dan Tidak Masuk Akal

Sangat aneh garis kemiskinan di Indonesia sebesar Rp 13.000 perkepala perhari.   Lebih aneh lagi dikatakan bahwa setiap rumah 3 orang,  jadi garis kemiskinan dikali 3 menjadi Rp39.000 perkeluarga perhari.

Pertanyaannya,  apakah misalnya 3 orang di rumah semua punya penghasilan? Isteri mungkin punya penghasilan,  tapi anak pasti tidak punya penghasilan.

Oleh karena itu,  garis kemiskinan di Indonesia menyesatkan, tidak masuk akal dan tidak bisa diterima oleh akal sehat.

Saya menduga BPS menetapkan garis kemiskinan yang rendah untuk menutupi bahwa kemiskinan di Indonesia sudah berhasil dikurangi oleh pemerintah.

Menurut saya,  tidak perlu menutupi bahwa kemiskinan di negara kita masih merajalela. Sebaiknya kita jujur pada diri sendiri. Kalau tanya diri kita,  apakah garis kemiskinan yang ditetapkan BPS sebesar Rp 13.000 perkepala perhari,  sekalipun di kali 3 orang di dalam 1  keluarga,  cukup untuk hidup layak di Indonesia.

Begitu juga garis kemiskinan di DKI sebesar Rp 19.770 perkepala perhari,  sekalipun dikali 3 orang dalam 1 keluarga sebesar Rp 59.100, apakah kita sudah bisa hidup layak di DKI Jakarta.

Saya sudah tanya kuli bangunan dan rakyat jelata,  apa berpenghasilan Rp 50.000 perhari perorang cukup untuk hidup layak di DKI Jakarta?   Hampir semuanya menjawab tidak cukup. Untuk menyiasati,  isteri dan anak tetap tinggal dikampung.

Semoga garis kemiskinan yang selama ini menyesatkan,  bisa diperbaiki hasil Pemilu 17 April 2019.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Opini

Indonesia adalah Daarul Amni (negeri yang aman) bukan Daarul Harbi (negeri yang sedang perang), maka siapapun dan apapun motif bom bunuh diri di depan...

Lainnya

Masyarakat Indonesia yang masih mempercayai akan datang Imam Mahdi dan ratu adil yang mirip dengan kepercayaan sebagian masyarakat Jawa "satrio piningit," selalu merindukan datangnya...

Lainnya

Para koruptor perusahaan Jiwasraya dapat dipastikan adalah kejahatan kerah putih dalam skala besar yang dilakukan oleh orang-orang besar yang gajinya bisa ratusan juta perbulan...

Opini

Kemajuan dalam memerangi kemiskinan, harus diakui sangat sulit dan tidak berlebihan jika dikatakan gagal. Rakyat yang berada di srtara sosial paling bawah tidak bisa...

Opini

Impor pangan besar-besaran memberikan dampak negatif kepada para petani.

Opini

Tidak lama lagi kita akan memasuki tahun 2020. Tahun 2020 bukanlah tahun yang mudah. Setidaknya ada lima alasan, 2020 tahun yang tidak mudah dan...

Lainnya

Tahun 2019 akan segera kita tinggalkan. Sebagai sosiolog, yang banyak mengamati dan menulis nasalah sosial, saya ingin mengemukakan refleksi sosial yang paling menonjol dalam...

Dunia Usaha

Pada 13 Desember 2019, silaturrahim Aku Cinta Indonesia kembali melaksanakan silaturrahim di restoran Batik Kuring di kawasan SCBD Semanggi Jakarta Selatan.