OK OCE Tidak Boleh Gagal

 Kategori Dunia Usaha, Lainnya, Opini

Ketika Sandiaga Uno, Calon Wakil Presiden RI mengemukakan bahwa konsep OK OCE akan dikembangkan secara nasional, jika Prabowo-Sandi mendapat mandat dari rakyat Indonesia untuk memimpin Indonesia.

Sontak lawan politik di Kebon Sirih dan Merdeka Barat mengomentasi dengan mengemukakan bahwa OK OCE gagal diwujudkan di DKI Jakarta.

Sebagai sosiolog,  saya menegaskan bahwa OK OCE belum bisa dikatakan gagal.  Ada OK OCE Mart yang ditutup karena kalah bersaing dengan Alfa Mart dan IndoMart, tetapi hal semacam itu biasa dalam bisnis.  Apalagi OK OCE Mart semangatnya meniru Indomart tanpa persiapan yang matang dan marketing yang baik,  sehingga dibunuh sebelum berkembang dengan isu barang-barang yang dijual di OK OCE mahal.

( OK OCE adalah singkatan dari One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship. Salah satu program andalan Anies-Sandi di Pilkada DKI ini adalah bagaimana mencetak wirausaha baru di DKI https://okoce.me/ )

Sebagai sosiolog,  saya berpendapat bahwa OK OCE tidak boleh gagal. Setidaknya ada tiga alasan program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) tidak boleh gagal.

Pertama, economic justice. Di Indonesia belum ada keadilan ekonomi (economic justice).  Laporan yang dikeluarkan Credit Suisse bertajuk “Global Wealth Report” disebutkan bahwa Indonesia merupakan sebuah negara dengan tingkat kesenjangan ekonomi  tertinggi di dunia yaitu diperingkat keempat.

Independent.co.uk melansir bahwa angka kesenjangan ekonomi yang terjadi di Indonesia mencapai 49,3 persen. artinya satu persen orang terkaya di Indonesia mampu menguasai 49,3 persen total kekayaan negara.  OK OCE bisa menjadi instrumen untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dengan memajukan usaha mikro,  kecil dan menengah.

Kedua,  sociologis justice. Di Indonesia belum wujud keadilan sosial.  Walaupun sila kedua dari Pancasila “Kemanusiaan yang adil dan beadab”  dan sila kelima dari Pancasila “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”,  tetapi dalam praktik jauh panggang dari api.  OK OCE diharapkan menjadi sarana untuk mewujudkan keadilan sosial dalam bidang ekonomi.

Ketiga, political appointment (janji politik).  OK OCE merupakan janji politik Anies-Sandi yang disampaikan dalam kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Menurut saya,  janji politik Anies-Sandi  mengenai OK OCE adalah amanah – tidak hanya ditunaikan, tetapi harus sukses karena OK OCE sangat diperlukan bangsa dan negara khususnya warga  DKI Jakarta

OK OCE Diperluas

Konsep OK OCE yang meliputi pelatihan,  pendampingan,  sosialisasi,  pemberian modal dan sebagainya telah dilaksanakan.

Akan tetapi, mereka yang dilatih OK OCE dari kelas menengah ke bawah tidak bisa mengembangkan usaha seperti konsep OK OCE karena tidak diberi tempat berusaha. Konsep pemberdayaan ala PD Pasar Jaya gagal karena pengusaha mikro,  dan kecil tidak mempunyai kemampuan menyewa tempat berusaha.

Sehubungan itu, pada Subuh hari  9 November 2018, saya dan Asrun Tonga ke rumah Pak Anies, di Lebak Bulus Jakarta Selatan.

Alhamdulillah Gubernur DKI Jakarta menerima kami dengan baik.  Kami sangat bersyukur dan bahagia karena konsep perluasan pengembangan usaha mikro,  kecil dan menengah ala OK OCE yang kami sampaikan diterima yaitu para pengusaha mikro,  kecil dan menengah disiapkan dalam bentuk Hall tempat mereka berusaha
di setiap wilayah, tidak dikenakan sewa,  tetapi hanya retribusi setiap hari. Pengelolaannya secara profesional.

Untuk merealisir konsep perluasan OK OCE,  sesuai permintaan Gubernur Anies, pada 12 November 2018 kami sudah mendiskusikan hal itu dengan Kepala Dinas Usaha Mikro,  Kecil dan Menengah Provinsi DKI Adi Adiantara di kantornya.

Kita sepakat untuk merealisir konsep perluasan dan pengembangan OK OCE dan bertekad menyukseskan program OK OCE. Moga-moga menjadi rol model dalam pengembangan pengusaha mikro,  dan kecil di DKI dan di Indonesia.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search