Kalau Umat Tidak Berpolitik Orang Lain Kuasai Politik

 In Opini, Pemilu, Politik

Fahira Idris,  Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dalam seminar “Hubungan Agama dan Politik,” yang dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakuktas Agama Islam Universitas Ibnu Chaldun Jakarta ketika merespon pertanyaan seorang mahasiswi apakah berpolitik wajib?

Senator dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta yang kembali mencalonkan untuk melanjutkan pengabdian période 2019-2024 menegaskan: “Kalau umat tidak berpolitik orang lain kuasai politik.”  Maka, jangan takut berpolitik.

Banyak Agenda Politik

Fahira Idris menjelaskan banyak agenda politik yang  harus dimenangkan dalam rangka menyelamatkan Indonesia, seperti LGBT yang mendapatkan pendanaan yang besar dari lembaga international. Selain itu,  seks bebas, jika bangsa Indonesia tidak sadar dan waspada bisa dianggap urusan pribadi. Begitu pula pernikahan sejenis, jika tidak hati-hati bisa disahkan seperti di negara-negara lain.

Untuk memenangkan agenda politik,  pilih pemimpin dan calon anggota legislatif yang bisa mengemban politik Islam.

Untuk itu, rakyat harus dipandu, dibimbing, Dan disadarkan supaya tidak terima politik uang dari manapun. Kalau sudah terima uang,  maka mudah diintervensi,  dipaksa,  dan tidak tertutup kemungkinan diteror supaya memilih yang sudah memberi uang  atau sembako (sembilan bahan pokok).

Sebagai sosiolog, saya sependapat pentingnya umat Islam memilih Presiden/Wakil Presiden serta wakil-wakil rakyat pada Pemilu 2019 yang bisa memperjuangkan agenda politik Islam untuk menjaga dan melindungi masyarakat dari kerusakan agama, kerusakan negara,  kerusakan moral,  harta, dan keturunan.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search