Belajar dari Kaisar Hirohito Jepang: Mengutamakan Guru dan Pendidikan

 In Lainnya, Pendidikan

Setiap 25 November,  seluruh bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional (HGN).  Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini tergolong istimewa karena beberapa hari Lalu, ribuan guru honorer demo di depan Istana Merdeka menuntut janji Présiden Jokowi untuk mengangkat mèreka menjadi Aparatur Sipil Negara (PNS).

Oleh karena itu,  Hari Guru Nasional tahun ini sangat penting diperingati untuk terus memelihara semangat pengabdian para guru honorer, dan perjuangan tanpa henti untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Jakarta, telah diperingati oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan jalan kaki bareng, dan hari ini, Senin, 26 November 2018, seluruh instansi pemerintah di pusat dan daerah melaksanakan apel bendera untuk memperingati Hari Guru Nasional.

Belajar dari Jepang

Setelah Amerika Serikat dan sekutu membom Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945 dengan korban nyawa yang luar biasa besar, kaisar Hirohito mengumpulkan para pejabat pemerintah dan bertanya “Berapa jumlah guru yang tersisa?”

Kaisar Hirohito melihat masa depan Jepang yang cerah, tidak mungkin diraih dengan pembangunan ekonomi dan infrastruktur.

Kunci untuk meraih masa depan yang maju dan tergemilang, terletak pada guru dan pendidikan.  Ketika berbicara tentang pendidikan, maka
kunci pendidikan terletak pada guru.
Itu sebabnya, kaisar Hirohito menganggap sangat penting guru, setelah Jepang kalah yang amat memalukan dalam perang dunia kedua.

Untuk membangun kembali Jepang dari kehancuran setelah kalah perang dunia kedua, Kaisar Hirohito membangun kembali Jepang dari pendidikan dengan memberi tempat yang mulia dan terhormat kepada guru sebagai andalan utama untuk membawa Jepang bangkit dan maju.

Maka seorang ahli syair Arab pernah berkata: “uqaddimu ustaazy wawaalidy fa Innalahu min waalidi al izzah wal syarat” (saya dahulukan/ utamakan guru dan kedua orangtuaku karena sesungguhnya mèrekalah yang bisa menjadikan saya meraih kemuliaan,  kehormatan dan kekuatan).

Kaisar Hirohito telah membuktikan setelah Jepang hancur tahun 1945, dengan mengutamakan guru dan pendidikan dalam membangun Jepang, negeri itu dalam waktu yang tidak terlalu lama telah mengalami kemajuan yang amat membanggakan.

Sementara Indonesia yang merdeka tahun tahun 1945, memulai membangun ekonomi dan sekarang membangun infrastruktur secara besar-besaran. Akan tetapi,  setelah merdeka 73 tahun dan membangun 53 tahun lamanya, belum ada bukti bahwa Indonesia segera Bangkit dan maju seperti Jepang.

Semoga dalam merayakan Hari Guru Nasional, kita mau belajar dari Kaisar Hirohito Jepang dan mau pula berubah untuk membawa bangsa Indonesia segera bangkit dan maju.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search