“Politik Sangat Menentukan” Percikan dari Reuni Akbar Aksi 212

 Kategori Lainnya, Sosial

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta menyampaikan pentingnya politik karena hanya sebuah tanda tangan menentukan arah kebijakan.

Hal itu dikemukakan Anies dalam sambutan dihadapan massa aksi reuni 212 di Monas (Minggu, 2 Desember 2018).

Anies menyampaikan janji-janji politiknya dalam kampanye pemilihan Gubernur DKI sudah ditunaikan satu persatu. Diantaranya rumah DP 0 rupiah, menutup tempat maksiat yang dianggap tidak mungkin.

Menghentikan reklamasi yang dulu dianggap tidak mungkin sekarang kita lakukan yang disambut tepuk tangan para massa aksi.

Anies mengatakan “hanya secarik kertas dan tanda tangan.”  Dan dilakukan tanpa kekerasan.

Karena itu, jangan anggap enteng kekuatan politik. Karena itulah tanda tangan menentukan arah kebijakan.

Islam dan Politik

Sebagai sosiolog, saya apresiasi pernyataan Anies Baswedan dan saya harapkan umat Islam memperhatikan dan memahaminya untuk diwujudkan dalam Pemilu serentak 17 April 2019.

Bangsa dan negara Republik Indonesia akan kuat dan hebat kalau umat Islam yang mayoritas di Indonesia kuat dan memegang kekuasaan politik.

Kalau mereka marjinal dan terpinggirkan dalam bidang politik, maka otomatis akan lemah dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan sebagainya seperti yang dialami selama 73 Indonesia merdeka.

Jika umat Islam lemah, maka bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia akan lemah dan pasti tidak berdaya.  Karena itu, massa aksi 212 dan seluruh umat Islam sangat penting menyukseskan Pemilu serentak 2019 dengan memilih  Presiden dan Wakil Presiden serta para wakil rakyat yang benar, jujur, cerdas serta memiliki kemampuan berkomunikasi yang tinggi, dan dari partai politik yang memihak dan membela kepentingan umat Islam dan seluruh bangsa Indonesia.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search