Musni Umar Socmed

Search

twitter dansdaniswara

Opini

Reuni 212 Panggilan Hati dan Rindu Keadilan

KH. Abdullah Gymnastiar yang populer dengan panggilan AA Gym mengatakan bahwa reuni 212 adalah panggilan hati yang sangat merindukan keadilan. Sebagai sosiolog, saya mencoba berpikir dan merenung tentang kebenaran yang dikemukakan AA Gym bahwa manusia berkumpul di Monas dalam jumlah yang luar biasa besar karena panggilan hati. Saya pikir pernyataan itu dilihat dari aspek berkumpulnya manusia di Monas dalam Aksi 212 maupun reuni 212, sangat benar karena panggilan hati seperti yang dikemukakan AA Gym.

KH. Abdullah Gymnastiar yang populer dengan panggilan AA Gym mengatakan bahwa reuni 212 adalah panggilan hati yang sangat merindukan keadilan.

Sebagai sosiolog, saya mencoba berpikir dan merenung tentang kebenaran yang dikemukakan AA Gym bahwa manusia berkumpul di Monas dalam jumlah yang luar biasa besar karena panggilan hati.

Saya pikir pernyataan itu dilihat dari aspek berkumpulnya manusia di Monas dalam Aksi 212 maupun reuni 212, sangat benar karena panggilan hati seperti yang dikemukakan AA Gym.

Akan tetapi, kita perlu bertanya mengapa masyarakat dalam jumlah amat besar, ada yang menyebut 8 juta, 9 juta, 10 juta dan bahkan 13,4 juta mau berkumpul di Monas dengan biaya transportasi, makan dan penginapan sendiri, walaupun ada yang secara sukarela membantu,  tetapi pasti karena ada masalah di negara kita.

Rindu Keadilan

AA Gym sudah mengemukakan bahwa umat berkumpul di Monas dalam jumlah yang luar biasa besar karena panggilan hati yang sangat merindukan keadilan.

Masalah keadilan ini beberapa tahun lalu di ILC TV ONE saya sudah kemukakan, tetapi saat itu disanggah oleh seorang Letjen TNI Purn. yang juga panelis yang mengatakan bahwa keadilan hanya ada diakhirat.

Beberapa hari lalu di salah satu radio,  saya live dan berbicara masalah keadilan. Akan tetapi, seorang pendengar mengemukakan bahwa keadilan tidak usah dipersoalkan karena hanya ada di akhirat.

Saya langsung merespon dengan mengemukakan bahwa keadilan harus diwujudkan. Secara teologis, Allah sudah menegaskan dalam Alqur’an “I’diluu huwa aqrabu littaqwaa (berlaku adillah karena adil mendekatkan kepada taqwa).

Secara ideologis, Pancasila, sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab,” dan sila kelima “Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Masalah keadilan tidak mungkin Allah menyebut dalam Alqur’an dan para pendiri negara kita menetapkan keadilan dalam sila kedua dan sila kelima dari Pancasila kalau bukan untuk diwujudkan.

Realita Keadilan

Dalam bidang ekonomi, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ekonomi Indonesia dikuasai non-muslim dan asing.

Dari 22 orang terkaya di Indonesia menurut Majalah Forbes hanya dua orang yang Muslim yaitu Chairul Tanjung dan Bachtiar Karim.

Pengusaha besar lainnya dan pengusaha menengah juga didominasi pengusaha non-muslim.

Dalam bidang hukum, persepsi masyarakat dalam penegakan hukum, tajam ke bawah tumpul ke atas.  Tajam pada penentang rezim tumpul pada pendukung rezim.

Dalam bidang pendidikan, perguruan tinggi yang didirikan para konglomerat luar biasa berkembang dan maju.  Sementara perguruan tinggi yang didirikan para tokoh Islam yang sudah puluhan tahun, dibiarkan termarjinalisasi dan terpinggirkan. Pada hal umat Islam punya dana yang amat besar jumlahnya yaitu dana haji, yang bisa dimnafaatkan untuk membangun pendidikan Islam dan ekonomi umat,  justeru digunakan untuk beli Surat Utang Negara (SUN) dan membiayai infrastruktur yang tidak terkait dalam penciptaan keadilan.

Oleh karena itu, ghirah dan semangat reuni 212 yang didorong oleh hati, tidak lain adalah sebagai bentuk protes sosial umat Islam terhadap ketidakadilan yang terus dipelihara dan dipertahankan di negeri ini.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengkutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Opini

Fahmi Idris mendirikan Akademi Alquran dan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa (i) untuk mengikuti program tahfiz (hafal Alquran).

Lainnya

Bukan saja teringat kebaikan FPI dalam bidang kemanusiaan, tetapi salut atas kesikapan FPI yang selalu berada di garda terdepan dalam membantu masyarakat yang mengalami...

Opini

Sekarang ini amat banyak yang mendukung Prof Din. Seluruh elemen dari berbagai kelompok masyarakat dan partai politik yang lintas agama, lintas suku, organisasi massa,...

Lainnya

Bikin Mimpi Jadi Reality akan menjadi kenyataan, jika suatu bangsa dan negara mempunyai pemimpin yang mempunyai visi yang merupakan mimpi besar untuk direalisasikan.

Pendidikan

Seminar internasional bertajuk Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid untuk memperingati 65 Tahun Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Opini

Kemuliaan adalah satu konsep dalam Islam, yang jika diamalkan, maka kita akan meraih kemuliaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Bagaimana cara meraih kemuliaan...

Opini

Islamfobia sangat merugikan karena Islam dan umat Islam dicitrakan serba negatif - seolah tidak ada baiknya. Islamophobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka,...

Lainnya

Pemanfaatan social media dan internet untuk mempromosikan ajaran Islam di era digital yang sangat berkembang terutama saat wabah Corona, karena banyak yang pakai internet...