Musni Umar Socmed

Search

unsplash artem bali

Dunia Usaha

Sembako Mahal: Belajarlah di Malaysia

Saya merasa sedih karena keluhan mereka “kok kehidupan makin sulit.” Yang mereka keluhkan mahalnya sembako.  Presiden Jokowi mengatakan bahwa harga sembako di pasar stabil.  Itu betul tetapi setelah naik harganya berkali lipat dan tidak pernah turun.  Apalagi rakyat kecil membandingkan harga sembako di masa Pak Harto.

Pada hari Ahad 9 Desember 2018, saya kembali berolah raga jalan kaki.  Karena hari libur, saya keluar dari lingkungan tempat tinggal, lalu saya menelusuri jalan sampai melintasi Kantor Lurah Cipete Selatan.

Di kantor Lurah, saya bertemu banyak petugas kebersihan yang disebut PPSU.  Saya terus jalan dan bertemu H. Asman Nasution, Ketua Umum Masjid Nurul Huda dan temannya, seorang jamaah Masjid Nurul Huda sedang duduk di pos keamanan. Mungkin keduanya merasa lelah setelah jalan kaki.

Saya akhirnya tiba di komplek Pertamina Cipete Selatan dan jalan kaki mengelilingi komplek itu yang  tidak terlalu luas.

Hidup Makin Sulit, Apa solusinya

Saya pertama menyapa dan berbincang dengan petugas keamanan.  Kemudian menyapa tukang  sapu, yang setiap hari menyapu komplek itu.

Setelah jalan kaki mengelilingi komplek, saat mau pulang, saya kembali berbincang dengan penjaga keamanan yang mengaku penduduk pribumi dan sudah bekerja 20 tahun sebagai penjaga keamanan.

Selanjutnya dalam perjalanan pulang, saya bertemu Buyung yang mengaku dari Padang.  Kemudian saya bertemu Sakmad, pengumpul barang bekas. Dia sedang duduk dibangku penjual rokok, minuman dan super mie yang sedang ditutup.

Hasil perbincangan dengan mereka,  saya merasa sedih karena keluhan mereka “kok kehidupan makin sulit.”

Yang mereka keluhkan mahalnya sembako.  Presiden Jokowi mengatakan bahwa harga sembako di pasar stabil.  Itu betul tetapi setelah naik harganya berkali lipat dan tidak pernah turun.  Apalagi rakyat kecil membandingkan harga sembako di masa Pak Harto.

Begitu juga, hari Jumat, 8 Desember 2018, sebelum saya membuka Bimtek Anggota DPRD Kab. Pariaman, Sekadau dan Mempawa, di hotel Golden Tulip Passer Baru, saya jalan kaki sekitar hotel itu, saya menyaksikan kehidupan orang kecil yang tinggal digang yang amat sempit – hanya bisa dilalui satu orang. Keluhan ibu-ibu adalah sembako yang mahal, sehingga merasa kehidupan mereka bertambah sulit.

Pertanyaannya, apa solusinya? Saya dan Pak Asrun Tonga sudah menawarkan konsep kepada Gubernur DKI Jakarta, supaya setiap wilayah dibangun “Hall” tempat berdagang orang-orang kecil yang dikelola secara profesional dan moderen, tidak dikenakan pembayaran (sewa) seperti pasar yang dibangun PD Pasar Jaya,  hanya dipungut retribusi setiap hari. Anggaran pengelolaannya bisa disubsidi oleh Pemprov. DKI. Para pegawai DKI yang penghasilannya cukup besar, setiap hari libur (Sabtu, Minggu) diminta berbelanja di pasar yang dibangun di setiap wilayah.

Konsep untuk membantu orang kecil sebagai perluasan dari OK OCE sudah diterima Gubernur DKI dan kami sudah bertemu Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pemprov. DKI Jakarta. Tinggal menunggu realisasinya.

Dalam masyarakat moderen, setiap orang harus ada pekerjaan. Dengan memiliki pekerjaan, maka ada penghasilan untuk berbelanja.

Selain itu, untuk menekan harga sembako supaya harganya murah, Indonesia bisa belajar di Malaysia yang menetapkan 25 jenis barang dikontrol (dikawal) oleh kerajaan (pemerintah), sehingga harganya tidak pernah naik.

Masalah harga sembako (sembilan bahan pokok) harus diatasi oleh pemerintahan baru Indonesia hasil  Pemilu 17 April 2019 karena menjadi keluhan orang kecil, yang selama 20 tahun di era Orde Reformasi tidak diatasi.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

DKI Jakarta

Pembangunan yang menghadirkan keterbukaan untuk dikritik dan didukung, menurut saya sangat baik, dan inilah ciri demokrasi yang baik kita harus lakukan di masa depan.

Covid-19

Untuk menggenjot kembali dunia pendidikan karena merupakan kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Kalau pemerintah mengemukakan alasan membuka sekolah tatap muka di masa pandemi...

DKI Jakarta

Pembangunan di DKI Jakarta dari waktu ke waktu terus dipacu kemajuannya dalam berbagai bidang. Hasil pembangunan telah dirasakan oleh warga DKI Jakarta pada khususnya...

DKI Jakarta

Kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan UNU Indonesia patut diapresiasi karena pembangunan yang menghadirkan kolaborasi dengan dunia perguruan tinggi merupakan wujud dari pembangunan partisipatif. Hasilnya...

DKI Jakarta

Dalam pelaksanaan Pembangunan Di DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur DKI mengemukakan jargon menarik yang coba diamalkan di DKI yaitu Membesarkan yang kecil dan tidak...

DKI Jakarta

Saat ini, Pemprov DKI sedang kampanye penggunaan kendaraan Transjakarta yang akan mengoperasikan sejumlah armada bus listrik di Jakarta. Transportasi listrik merupakan salah satu solusi...

DKI Jakarta

Sebagai sosiolog saya sangat bergembira melihat dinamika masyarakat yang kembali berdenyut akhir-akhir ini di Jakarta. Terlihat banyak kegiatan di Jakarta mulai berjalan seperti sebelum...

DKI Jakarta

Untuk menggerakkan kembali ekonomi yang lesu akibat Covid-19 tidak mungkin kalau warga tidak disiplin mengamalkan protokol kesehatan.