Connect with us

twitter prabowo subianto

Pemilu

Prabowo: Tahta Untuk Rakyat Negara Bisa Punah

Prabowo Subianto,  calon Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa dirinya maju dalam kontestasi Pilpres 2019 bukan karena haus kekuasaan,  melainkan untuk menghilangkan kemiskinan dan menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi) yang dipimpin KH.  Abdul Radyid Abdullah Syafii di GOR Sumantri Brijonegoro Kuningan, Jakarta (4/11/2018).

Prabowo Subianto,  calon Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa dirinya maju dalam kontestasi Pilpres 2019 bukan karena haus kekuasaan,  melainkan untuk menghilangkan kemiskinan dan menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi) yang dipimpin KH.  Abdul Radyid Abdullah Syafii di GOR Sumantri Brijonegoro Kuningan, Jakarta (4/11/2018).

Ekonomi Indonesia tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang. Kondisi ekonomi Indonesia harus diperbaiki karena sebagian besar kekayaan alam Indonesia tidak dikuasai bangsa Indonesia,  tetapi dikuasai segelintir orang saja (Warta Ekonomi.co.id, 04/11/2018).

Pernyataan yang terbaru Prabowo,  dalam Konferensi Partai Gerinda,  di Sentul Bogor bahwa Indonesia bisa punah jika kalah dalam Pemilu 17 April 2019 (Tempo.Co, 18/12/2019).

Pernyataan Prabowo itu sangat luhur,  dan benar.  Setidaknya ada enam alasan yang bisa memperkuat pernyataan itu.

Pertama,  kekayaan Indonesia menumpuk kepada segelintir orang.
Kondisi semacam ini,  tidak bisa diatasi kecuali oleh penguasa yang memiliki visi dan misi keindonesiaan yang kukuh dan kuat, berani serta memiliki nasionalisme yang tinggi.  Karena sejatinya kekuasaanlah yang menyebabkan terjadi seperti sekarang ini,  dan kekuasaan pula yang bisa menciptakan pemerataan dan keadilan.

Kedua,  kekayaan Indonesia sebagian besar di bawa keluar.  Ini terjadi karena kekuasaan yang lemah dan pro kepada investor dan tidak berdaya kepada tekanan asing.  Yang bisa mengatasi masalah tersebut hanya penguasa yang punya visi,  misi,  nasionalisme, keberanian, kecerdasan, kepercayaan diri dan banyak akal (memiliki kecerdasan intelektual) yang tinggi.

Ketiga, kekayaan alam Indonesia telah berubah menjadi kutukan terhadap bangsa Indonesia.  Kekayaan alamnya “dijarah” oleh bangsa lain dan segelintir bangsa sendiri dengan dalih investasi.  Indonesia kaya raya, tetapi mayoritas rakyatnya masih bodoh,  miskin dan terkebelakang.

Keempat, Indonesia sudah sampai pada tahap “hidup dari utang.”  Setiap tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)  selalu mengalami defisit yang besar.  Defisit ditutup dengan utang baru yang lebih besar jumlahnya. Hingga 31 Agustus 2018 menurut Kementerian Keuangan RI., utang pemerintah Indonesia sebesar Rp 4.363,19 triliun.  Selain utang pemerintah yang terus bertambah besar jumlahnya,  ditambah pula utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekitar 5.271 Triliun rupiah.

Kelima,  korupsi semakin merajalela.  Dapat dikatakan tidak ada institusi negara yang tidak korupsi.  Ratusan kepala daerah terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT). Tidak ada institusi negara yang bisa menghentikan korupsi.  Selain itu,  masyarakat ikut korupsi karena menerima suap dari para calon pejabat negara di pusat dan daerah yang bertarung dalam pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum.

Keenam,  Papua dan Papua Barat terus bergolak ingin merdeka.  Diduga pemimpin Agama dan Gereja mendukung dan memolopori kemerdekaan dua provinsi paling timur di Indonesia.  Anehnya gerakan sepatatisme hanya disebut kelompok kriminal bersenjata. Tidak ada perintah dari Presiden RI untuk memerangi gerakan Papua Merdeka tersebut.

Prabowo telah mewakafkan diri untuk rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Untuk merealisasikan niat baik yang tulus itu, dia memerlukan mandat dari rakyat dalam Pemilu 17 April 2019.

Sebagai sosiolog, saya sependapat bahwa bangsa dan negara ini dalam bahaya. Diperlukan pemimpin baru Indonesia untuk menyelamatkan bahtera Indonesia dari kepunahan seperti Uni Sovyet, Yugoslavia,  Kerajaan Majapahit,  Kerajaan Sriwijaya,  Daulah Otthoman di Turki,  dan Daulah Abbasiyah di Iraq.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Politik

HRS telah digolongkan sebagai tokoh oposisi yang sangat berpengaruh karena konsisten dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. HRS telah menjadi simbol perjuangan rakyat yang...

Politik

Saya memberanikan menjadi saksi ahli Habib Rizieq dkk karena Pengadilan atau Mahkamah adalah sebuah forum publik yang resmi untuk menyuarakan pentingnya keadilan dan kebenaran...

Pemilu

Partai Ummat yang dibidani kelahirannya oleh Prof Dr M. Amien Rais dideklarasikan pendiriannya pada 17 Ramadan 1442H 29 April 2021 di Yogyakarta. Partai ini...

Opini

Sepanduk bertuliskan Lebih Baik Miskin Daripada Berkhianat dipasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Universitas Ibnu Chaldun dan berbagai tempat strategis di Jakarta hari ini.

Pemilu

Sejarah pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 cukup mengenaskan karena kematian massal panitia pemilu sebanyak 894 petugas dan petugas lainnya yang sakit ada 5175 orang.

Politik

Pada dasarnya kalau UU Parpol dan AD ART Partai Demokrat itu ditegakkan, Kongres Luar Biasa di Sibolangit, Sumatra Utara itu ilegal dan tidak sah.

Opini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan salah satu kepala daerah yang akan habis masa baktinya tahun 2022. Ada ratusan kepala daerah (Gubernur, Bupati, Walikota)...

Lainnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin penyidik senior Novel Baswedan telah melakukan penangkapan terhadap Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan RI.