Prabowo-Sandi Semakin Kuat Pilpres 2019

 In Pemilu, Politik

Pertemuan Prabowo Subianto dengan Susilo Bambang Yudhoyono dikediaman SBY di kawasan kuningan, Jakarta Selatan (21/12) memberi energi baru kepada Prabowo dalam memenangi Pemilu Presiden 17 April 2019.

SBY adalah seorang ahli strategi yang di masa Orde Reformasi merupakan satu-satunya Presiden RI yang berhasil memimpin Indonesia dalam dua periode (10 tahun).

Pengaruh SBY sebagai Presiden RI ke-6 selama dua periode pasti masih besar  di masyarakat.  Maka adanya pernyataan SBY dalam konferensi  pers bersama Prabowo setelah mengadakan pertemuan bahwa: “Kami ingin sukseskan Pak Prabowo sebagai Presiden RI” bukan saja menambah energi baru bagi Prabowo-Sandi, tetapi semakin kuat dan solid dukungan dalam memenangi Pemilu Presiden 2019.

Dukungan Semakin Kuat

SBY telah berkampanye selama dua bulan. Pasti telah melihat fenomena di masyarakat, adanya kegairahan dan semangat yang semakin lama semakin membesar dukungan publik kepada Prabowo dan Sandi.

Sebagai sosiolog, saya melihat fenomena tersebut ditangkap SBY dan Partai Demokrat. SBY memandang penting bertemu dengan Prabowo. Begitu pula Prabowo dan Partai Gerindra merasa amat penting bertemu dengan SBY untuk mendapat dukungan kukuh dan kuat dalam upaya memenangi Pemilu Presiden 2019.

Oleh karena itu, pertemuan SBY dan Prabowo dikediaman SBY (21/12) bisa dimaknai. Pertama, ingin menepis  persepsi publik bahwa Partai Demokrat berkaki dua dalam Pemilu Presiden RI, satu kaki ke Prabowo dan satu kaki lagi ke Jokowi. Siapapun yang menang dalam Pemilu Presiden, Partai Demokrat ada di salah satunya.

Adanya pertemuan dengan Prabowo, SBY memastikan bahwa pihaknya  hanya mendukung dan berupaya memenangkan Capres Nomor 02 Pak Prabowo dalam Pemilu Presiden 2019. Dengan demikian, Partai Demokrat hanya mendukung Prabowo Subianto dalam Pemilu Presiden 2019.

Kedua,  insiden di Pekanbaru Provinsi Riau, yaitu bendera dan baliho Partai Demokrat di rusak, yang diduga dilakukan oknum partai yang sedang berkuasa, telah menyadarkan  pentingnya mengukuhkan aliansi strategis untuk memenangkan Prabowo dalam Pemilu Presiden dan Pemilu Parlemen.

Ketiga, fenomena di masyarakat yang menghendaki adanya perubahan, ditangkap SBY dan Partai Demokrat, sehingga momentum kampanye Pemilu Presiden dan Pemilu Parlemen dimanfaatkan untuk bangun  kembali soliditas dan pembaharuan dukungan kepada Prabowo.

Kalau tidak ada fenomena di masyarakat bahwa Prabowo dan Sandi semakin terbuka peluang untuk memenangi Pemilu Presiden 2019, maka belum tentu ada pertemuan dua Jenderal TNI Purn tersebut.  Sebab siapapun ingin menang, dan berada dipihak yang menang.

Menang “double track”

Prabowo dan Sandi sebaiknya berjuang tidak hanya menang dalam Pemilu Presiden, tetapi semua partai pendukung seperti Gerindra, PAN, PKS, Partai Demokrat dan Partai Berkarya memperoleh suara tinggi di parlemen.

Dengan demikian, tidak hanya berhasil memenangkan Pemilu Presiden,  tetapi juga Pemilu Parlemen (Legislatif) dgn suara tinggi.

Untuk mewujudkan hal itu, maka selain petinggi partai mengkampanyekan partainya serta para calon legislatif (calon parlemen) mengkampanyekan dirinya sebagai calon, serta mengkampanyekan Prabowo dan Sandi sebagai pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden, saya usulkan supaya Prabowo dan Sandi meminta kepada rakyat untuk memilih para caleg dari partai pendukung Prabowo-Sandi.

Dengan demikian, diharapkan terjadi double track kemenangan yaitu kemenangan di Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif (Pemilu Parlemen).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search