Musibah Bertubi-tubi, Tolong Kami Ya Allah?

 In Lainnya

Musibah dalam berbagai bentuk,  bertubi-tubi menerjang bangsa Indonesia. Bangsa dan pemerintah Indonesia tidak berdaya, dan tidak sanggup menahan datangnya musibah yang datang bertubi-tubi.

Pada Juni 2018, kapal tenggelam di Danau Toba. Ratusan orang meninggal, kami tidak sanggup menyelamatkan nyawa mereka.

Begitu juga pada Juli 2018, kapal tenggelam di selayar. Puluhan orang meninggal. Keluarga yang ditinggal hanya bisa menangis dan mendoakan para korban.

Pada bulan yang sama, terjadi gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.  Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah yang meninggal akibat gempa bumi di Lombok sebanyak 515 orang (Detik News, 21/8/2018). Ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Hingga saat ini janji Presiden Jokowi untuk warga yang tertimpa musibah belum direalisir.

Belum sembuh penderitaan masyarakat di NTB, pada September 2018, gempa dan stunami menerjang Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah. Ribuan orang meninggal dan puluhan ribu kehilangan tempat tinggal.  Mereka yang selamat dari musibah, masih menanti uluran tangan kita.

Pemerintah dan masyarakat di dalam negeri dan luar negeri bergotongroyong  membantu masyarakat Sulawesi Tengah, tetapi pada bulan Oktober 2018, bangsa Indonesia kembali mengalami musibah dengan jatuhnya pesawat ke laut yang mengakibatkan ratusan penumpang Lion Air meninggal dunia.

Menjelang akhir tahun, pada 22 Desember 2018 stunami kembali menerjang Anyer, Banten dan Lampung yang mengakibatkan 222 meninggal dunia. Ribuan rumah hancur dan milyaran kerugian harta benda.

Bangsa Indonesia hanya bisa melongo, menyatakan duka dan sedih. Tidak bisa menahan datangnya musibah yang silih berganti. Kita masih bisa bersyukur karena ada relawan dari FPI, dan bantuan TNI serta Polisi segera datang membantu korban bencana.

Tolong Kami Ya Allah

Para pakar sering mengatakan bahwa Indonesia berada di cincin api Pasifik atau lingkaran api Pasifik (ring of fire), daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudera Pasifik.

Indonesia sudah ditakdirkan berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh cincin api  Pasifik.

Sudah terbukti manusia lemah. Para pakar terhebat di dunia hanya bisa menganalisis gejala gempa dan stunami. Tidak bisa mencegah dan tidak tahu kapan akan terjadi gempa dan stunami.

Kalau sudah terjadi musibah berupa tenggelamnya kapal, jatuhnya pesawat, gempa dan stunami, manusia tidak berdaya, hanya bisa pasrah dan berdoa.

Hal itu menunjukkan bahwa dibalik semua peristiwa yang merenggut nyawa dan menghancurkan harta benda. ada Allah yang Maha Kuasa.

Oleh karena itu, manusia apapun kedudukannya dan kepakarannya,  tidak boleh sombong dan jahat. Manusia lemah terhadap alam dan terhadap yang menciptakan alam.

Mari kita isi kehidupan ini dengan banyak berbuat baik, menolong sesama, menyuruh manusia berbuat baik dan melarang berbuat jahat (munkar).

Semoga Allah melindungi kami dari marabahaya, menolong kami dan mengampuni dosa serta menempatkan ditempat yang baik di sisiMu ya Allah, mereka yang  mengalami  musibah dan wafat selama tahun 2018.

Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un, Kita milik Allah dan kembali kepadaNya.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search