Jadi jutawan di Indonesia, Miskin di Luar Negeri

 Kategori Dunia Usaha, Opini

Pada 23 Desember 2018 siang, saya bertemu Prof.  Mohd Izani, pensyarah Universitas Putera Malaysia (UPM) di Food Court Sarinah Thamrin Jakarta.

Bergabung dalam makan siang, Syahirudin, Kepala Hubungan Masyarakat Universitas Ibnu Chaldun  dan Sarwan, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Kami berbincang berbagai isu aktual di Malaysia dan Indonesia dan santap siang bersama. Karena self service, kami bergantian memilih  makanan yang disukai.  Saya duluan memilih makanan dengan keliling melihat satu persatu kedai yang menjual makanan.

Setelah itu giliran Prof. Izani. Ketika dia mau berdiri, saya tanya apa punya rupiah? Sambil senyum, dia berkata “ada,” saya jadi jutawan di Indonesia.

Kalimat yang diucapkan, cukup menarik bagi saya karena bisa mewakili perasaan orang asing dari berbagai negara yang lebih maju ekonominya ketika berada di Indonesia.

Isteri saya yang pernah lama bekerja di Yayasan Ford, sering mengatakan kepada saya bahwa orang asing yang bekerja di Indonesia bagaikan hidup di syurga. Gaji mereka dalam dolar, sementara mata uang rupiah tidak pernah menguat seperti di masa Orde Baru, yaitu 1 dolar Amerika Serikat sama dengan Rp.2.000.

Syurga di Indonesia

Orang asing yang datang melancong (berwisata) di Indonesia, pasti merasa seperti yang dikemukakan Prof. Izani.  Bahkan lebih dari itu.

Kalau orang Malaysia membawa uang 1.000 Ringgit misalnya, berarti dia memiliki uang setelah tiba di Indonesia sebanyak Rp 3.497.710, karena 1 Ringgit Malaysia sama dengan Rp. 3.497,71.  Dengan uang sebesar itu, dapat menginap di hotel bintang tiga selama tiga malam dengan tarif @Rp500.000-700.000/malam, dan  makan enak sepuasnya serta melihat  keindahan alam Indonesia.

Kalau orang Singapura melancong (berwisata) di Indonesia lebih merasa jutawan lagi.  Jika membawa uang misalnya sebesar 1.000 dolar Singapura, maka setelah tiba di Indonesia, dia sudah memegang uang Rp 10.612.900, karena 1 dolar Singapura sama dengan Rp.10.612,90. Dia boleh menginap di hotel bintang 5, makan sepuas-puasnya, melancong ke berbagai tempat yang mewah dan menikmati alam Indonesia yang amat Indah.

Selanjutnya kalau orang Amerika Serikat datang ke Indonesia membawa uang  misalnya 1.000 dolar Amerika Serikat, maka setiba di Indonesia, telah memegang uang sebesar Rp.14.575.000, karena 1 dolar Amerika Serikat sama dengan Rp14.575.

Jika orang Inggris datang ke Indonesia, lebih jutawan lagi sebab nilai mata uang 1 pound Britania sama  dengan 18.479,14 rupiah Indonesia.

Begitulah perasaan orang asing yang datang ke Indonesia, yang merasa jutawan mendadak karena mata uang rupiah kita yang terus melemah terhadap mata uang asing.

Semakin Miskin

Sejatinya bangsa Indonesia, tidak bisa dikatakan setelah merdeka 73 tahun,  dan membangun 52 tahun semakin maju dan makmur.

Ada segelintir orang Indonesia yang menikmati kemajuan dan kekayaan yang luar biasa. Melemahnya rupiah justeru semakin menguntungkan dan semakin membuat mereka bertambah kaya.  Oleh karena dapat dipastikan, mereka menyimpan uang dalam jumlah yang besar dalam mata uang asing bukan mata uang rupiah.

Sebaliknya, melemahnya rupiah terhadap mata uang asing terutama dolar Amerika Serikat, Indonesia mengalami  kesulitan.

Dari aspek negara, utang Indonesia semakin bertambah besar. Karena utang Indonesia pada umumnya dalam mata uang asing terutama dalam dolar Amerika Serikat.

Dari aspek bisnis, para pengusaha yang berutang dalam mata uang asing semakin bertambah utangnya dan sulit membayar utang.  Sebaliknya, yang berbisnis ekspor, memperoleh keuntungan besar dengan melemahnya mata uang rupiah, tetapi keuntungan yang diperoleh tidak dibawa ke Indonesia, karena lebih menguntungkan menyimpan uang dalam mata uang asing.

Dari aspek masyarakat, kalau keluar negeri, uang rupiah yang dimiliki jika ditukar dalam mata uang asing seperti dolar Amerika Serikat, atau  pound Britanika sangat kecil nilainya. Misalnya, kita memegang Rp 1.000.000, jika ditukar dengan dolar Amerika Serikat, hanya memperoleh sekitar 69 dolar Amerika Serikat dengan kurs 14.575/rupiah.

Artinya, bangsa Indonesia setelah merdeka 73 tahun dan membangun 52 tahun lamanya,  bukannya negara dan mayoritas rakyatnya semakin kaya, tetapi sejatinya semakin miskin.

Allah akan memberi jalan keluar, yang dimulai dengan sadarnya rakyat untuk mengubah nasibnya sesuai Firman Allah dalam Alqur’an surah Ar Raad, ayat 11 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.”

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search