UIC 2035 Jadi Universitas Islam Internasional

 In Pendidikan

Pada 02 Januari 2019, saya bertemu empat gadis cantik alumni Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, lulusan terbaik tahun 2018 yaitu Nur (Fak Agama Islam), Devi (Fak Hukum), Desy (Fak Ekonomi) dan Ai Jamilah (Fak Pertanian).

Pertemuan tersebut dilakukan di ruang kerja Musni Umar, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta guna memenuhi janjinya pada saat wisuda sarjana 13 Desember 2018 di TMII Jakarta, ketika menyematkan selendang sebagai sarjana lulusan terbaik, dia menawarkan kepada mereka untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Syaratnya
harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris untuk jenjang masters (S2) TOEFL 450 dan Doktor (S3) 550.

Untuk merealisasikan janji tersebut, dilakukan pertemuan. Dalam pertemuan, Rektor Universitas  Ibnu Chaldun Jakarta menawarkan kepada mereka untuk mempertinggi kemampuan berbahasa Inggris dengan mondok di Kampung Pare, Provinsi Jawa Timur.  Kampung Pare sudah terkenal sebagai tempat mondok bagi calon mahasiswa S2 dan S3 untuk memperdalam bahasa Inggris sebelum melanjutkan  pendidikan ke luar negeri.

Tidak hanya untuk program S2 tetapi juga program S3 bagi para dosen Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Program ini dilakukan adalah dalam rangka mewujudkan mimpi UIC  paling lambat tahun 2035  telah menjadi Universitas Islam internasional, yang mahasiswanya berasal dari Indonesia dan dari berbagai negara di seluruh dunia.

Dalam rangka itu, diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni.  Maka suka tidak suka dan mau tidak mau, UIC harus menfasilitasi para alumninya dan para dosen muda untuk memperdalam bahasa Inggris agar bisa didorong untuk mendapatkan beasiswa guna melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di luar negeri.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search