Connect with us

twitter aniesbaswedan

DKI Jakarta

Kasus Anies Baswedan: Rasa Keadilan Masyarakat Terusik

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta telah dipanggil Bawaslu untuk disidang dalam dugaan melakukan tindak pidana Pemilu. Pasalnya dalam konferensi nasional Partai Gerindra di Sentul Bogor beberapa waktu lalu, Anies Baswedan diundang untuk menyampaikan pidato. Diakhir pidatonya, Anies Baswedan mengangkat salam dua jari.

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta telah dipanggil Bawaslu untuk disidang dalam dugaan melakukan tindak pidana Pemilu.

Pasalnya dalam konferensi nasional Partai Gerindra di Sentul Bogor beberapa waktu lalu, Anies Baswedan diundang untuk menyampaikan pidato. Diakhir pidatonya, Anies Baswedan mengangkat salam dua jari.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor Jawa Barat, atas laporan pendukung petahana mempersoalkan salam dua jari yang dilakukan Anies karena dianggap  sebagai bentuk kampanye yang dilarang oleh pejabat publik kecuali di luar jam kerja dan cuti.

Rasa Keadilan Terusik

Sebagai sosiolog dan akademisi, saya apresiasi terhadap Bawaslu yang melaksanakan tugasnya.

Akan tetapi, saya sangat prihatin dan mengecam keras penegakan hukum yang tidak adil karena mengusik rasa keadilan masyarakat.

Banyak sekali kasus pelanggaran hukum Pemilu yang dilakukan para oknum pemerintah yang menjadi pendukung Paslon nomor 01 dibiarkan-seolah tidak ada masalah.

Seperti banyak dikemukakan netizen tentang pelanggaran hukum Pemilu yang dilakukan Luhut Binsar Panjaitan dan Sri Mulyani yang mengangkat salam satu jari pada saat penutupan sidang tahunan IMF/Bank Dunia di Bali.

Selain itu, para Menteri, Gubernur, Bupati dan Walikota, banyak sekali yang terang-terangan membuat pernyataan mendukung paslon nomor 01, Bawaslu di semua tingkatan tidak melakukan tindakan hukum seperti yang dilakukan terhadap Anies Baswedan.

Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan Bawaslu apalagi menyebut  ancaman 3 tahun penjara terhadap Anies Baswedan, sungguh menusuk rasa keadilan masyarakat.

Penegakan hukum Pemilu yang tidak adil, tajam ke pihak oposisi dan tumpul ke pihak penguasa, semakin memperburuk citra penyelenggara Pemilu karena dicitrakan memihak dan tidak adil.

Semoga segera disadari, dan diperbaiki dalam penegakan hukum Pemilu demi suksesnya Pemilu 2019.
Rakyat memerlukakan KPU dan Bawaslu yang  adil, jujur, lurus dan benar. Bukan alat penguasa dan alat partai penguasa.

Baca Juga

DKI Jakarta

Transjakarta melayani warga Jakarta siang dan malam selama 24 jam tanpa henti. Pada siang hari, Transjakarta melayani warga Jakarta ke seluruh jurusan, termasuk yang...

Opini

Indonesia telah memilih jalan untuk membangun Indonesia melalui jalan demokrasi. Demokrasi sejatinya, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

DKI Jakarta

Transjakarta tidak menaikkan harga Transjakarta. Mengapa Transjakarta tidak naik tiket? Jawabannya karena pemerintah provinsi DKI Jakarta memberikan subsidi terhadap moda transportasi massal seperti Transjakarta.

Opini

Demo penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi terjadi di seluruh negeri. Di Jakarta hampir tiap hari terjadi demo.

DKI Jakarta

Penataan Kota Tua telah menjadi destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik. Pada saat saya mengunjungi kota tua Minggu lalu saya menyaksikan banyak turis...

DKI Jakarta

Anies bersama delegasi U20 mengunjungi obyek wisata kota tua. Sebanyak 12 delegasi U20 Mayors Summit hadir secara langsung di Kota Tua Jakarta Barat. Anies...

DKI Jakarta

Setelah turun di Halte Museum Fatahillah, saya mulai kagum menyaksikan kawasan Kota Tua yang telah ditata dengan sangat rapi, indah, nyaman dan mempesona.

DKI Jakarta

Adanya MRT, Transjakarta dan commuter sejatinya mengubah budaya masyarakat Jakarta dan sekitarnya dari malas jalan kaki menjadi rajin jalan kaki.