Musni Umar Socmed

Search

google auliya husin

Sosial

Membludak Orang Sakit, BPJS Kesehatan Bangkrut?

Sebagai sosiolog, saya sudah lama memperhatikan mengapa banyak sekali orang sakit.  Beberapa kali saya ke rumah sakit Fatmawati untuk mengurus keterangan sehat, saya menyaksikan banyaknya orang yang antri dan menunggu untuk berobat. Ada yang memberitahu saya, di RS Fatnawati menjelang Subuh,  sudah ramai  masyarakat antri mau ambil nomor urut berobat.  Biasanya pukul 06.30 sudah ada layanan dari rumah sakit. Pada pukul 07.00 sudah amat ramai masyarakat yang antri berobat.

Sebagai sosiolog, saya sudah lama memperhatikan mengapa banyak sekali orang sakit.  Beberapa kali saya ke rumah sakit Fatmawati untuk mengurus keterangan sehat, saya menyaksikan banyaknya orang yang antri dan menunggu untuk berobat.

Ada yang memberitahu saya, di RS Fatnawati menjelang Subuh,  sudah ramai  masyarakat antri mau ambil nomor urut berobat.  Biasanya pukul 06.30 sudah ada layanan dari rumah sakit. Pada pukul 07.00 sudah amat ramai masyarakat yang antri berobat.

Bukan hanya di Rumah Sakit Fatmawati yang membludak mau berobat, tetapi juga di Rumah Sakit lain seperti RS Setia Mitra, jalan Fatmawati, sejak pagi sampai sore hari sangat banyak pasien yang mau berobat.

Mereka yang Sakit

Menurut pengamatan saya  sebagai sosiolog, mereka yang banyak ke RSU untuk berobat setidaknya terdiri dari dua golongan. Pertama, orang miskin yang kurang makan. Kalaupun makan, makanan yang disantap tidak bergizi, sehingga cepat terserang penyakit.  Karena miskin, maka tidak bisa merawat atau menjaga kesehatan.

Kedua, manusia lanjut usia (manula). Saya memperhatikan manula banyak yang sakit.  Mereka pada umumnya mantan pegawai pemerintah  yang sudah pensiun. Sebagai orang pensiun,  income (pemasukan) mereka sangat terbatas-hanya dari  uang pensiun yang tidak besar jumlahnya. Akibatnya mereka mudah sakit dan tidak bisa  memelihara dan menjaga kesehatan yang memerlukan biaya yang tidak murah.

BPJS Kewalahan

Besarnya jumlah orang sakit di Indonesia, mengakibatkan BPJS Kesehatan kewalahan membayar klaim dari rumah sakit yang mengobati orang-orang sakit.

Tidak sedikit rumah sakit yang menghentikan kerjasama dengan BPJS Kesehatan karena BPJS banyak menunggak utang-tidak dapat membayar utang dengan cepat.

Pertanyaannya mengapa hal itu terjadi?  Dugaan saya, pertama, besarnya jumlah orang sakit dan jenis penyakit yang diobati memerlukan biaya yang besar. Pada hal nilai asuransi yang dibayar tiap orang,  relatif kecil jumlahnya. Tetapi tidak bisa dinaikkan iuranny karena kemampuan ekonomi mereka sangat terbatas.

Kedua, ketaatan untuk membayar iuran asuransi BPJS Kesehatan masih rendah, sehingga dana yang masuk ke BPJS  tidak bisa menutup biaya yang harus dikeluarkan oleh BPJS.

Ketiga,  biaya operasional BPJS tinggi sehingga menguras dana BPJS. Untuk itu, harus dilakukan efisiensi untuk mengurangi biaya operasional BPJS Kesehatan.

Apa yang Harus Dilakukan

Pertama, BPJS harus diselamatkan dari kebangkrutan karena rakyat jelata masih amat memerlukan keberadaan BPJS Kesehatan untuk membantu dalam melayani kesehatan mereka yang tidak murah.

Kedua, sejak usia dini, manusia Indonesia harus dididik dan dibiasakan hidup sehat dengan empat sehat lima sempurna. Selain itu, tidak jajan di pinggir jalan yang tingkat kesehatannya tidak terjamin, tidak merokok, tidak mengonsumsi narkoba dan lain sebagainya.

Ketiga, manusia Indonesia harus didorong olah raga seperti jalan kaki, senam jantung sehat, dan olah raga lain yang tidak memerlukan biaya yang mahal supaya selalu sehat.

Keempat, pemerintah harus menaikkan uang pensiunan pegawai, sehingga mereka yang sudah pensiun bisa merawat kesehatan dan   dapat makan makanan yang bergizi, sehingga tetap sehat.

Kelima, kemiskinan harus dikurangi secara signifikan. Tidak seperti selama ini mempertahankan batas garis kemiskinan yang rendah untuk kepentingan  politik dengan nengatakan jumlah  orang miskin sudah berkurang. Pada hal sejatinya jumlah orang miskin masih sangat besar jumlahnya.

Baca Juga

Covid-19

Saya menyaksikan dengan mata kepala, setidaknya tiga rumah sakit di Jakarta, banyak sekali masyarakat yang setiap antri untuk berobat di rumah sakit.

Covid-19

Hampir setiap hari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan di media sosial anggota mereka yang meninggal dunia.

Covid-19

Semua protes keras dan marah naiknya iuran BPJS Kesehatan. Din Syamsuddin menilai, keputusan menaikkan kembali iuran BPJS Kesehatan di tengah pandemi corona adalah bentuk...

Covid-19

Melarang sekolah, umrah, shalat Jum'at dan hadiri keramaian, tujuannya hanya satu, untuk mencegah penularan virus Corona.

Lainnya

Masyarakat Indonesia yang masih mempercayai akan datang Imam Mahdi dan ratu adil yang mirip dengan kepercayaan sebagian masyarakat Jawa "satrio piningit," selalu merindukan datangnya...

Kesehatan adalah mahkota dalam hidup. Hidup tanpa sehat, tahta, harta dan wanita sebagai sarana untuk menikmati kehidupan, dapat dikatakan tidak ada gunanya.

Lainnya

Para koruptor perusahaan Jiwasraya dapat dipastikan adalah kejahatan kerah putih dalam skala besar yang dilakukan oleh orang-orang besar yang gajinya bisa ratusan juta perbulan...

Opini

Kemajuan dalam memerangi kemiskinan, harus diakui sangat sulit dan tidak berlebihan jika dikatakan gagal. Rakyat yang berada di srtara sosial paling bawah tidak bisa...