Connect with us

twitter musni umar

Opini

Pidato Kebangsaan Prabowo Luar Biasa: Kita Rugi Jika Tidak Memilihnya Jadi Presiden RI

Sebagai sosiolog saya bersyukur kepada Allah karena bisa hadir dan menyaksikan serta mendengar langsung Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto dengan tema “Indonesia Menang,” di Jakarta International Convention Center (JICC), Senin, 14 Januari 2019.

Sebagai sosiolog saya bersyukur kepada Allah karena bisa hadir dan menyaksikan serta mendengar langsung Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto dengan tema “Indonesia Menang,” di Jakarta International Convention Center (JICC), Senin, 14 Januari 2019.

Pidato kebangsaan Prabowo luar biasa. Pertama, Prabowo memulai pidato dengan membaca sajak yang ditemukan dikantong baju seorang perwira muda yang gugur dalam sebuah pertempuran di Banten tahun 1946.  Sajak itu berbunyi:
“Kita tidak sendirian, beribu-ribu orang bergantung kepada kita. Rakyat yang tak pernah kita kenal, rakyat yang mungkin tak akan pernah kita kenal. Tetapi apa yang kita lakukan sekarang, akan menentukan apa yang terjadi kepada mereka.”

Kedua, Prabowo menyampaikan pidato dengan sangat baik, tidak membaca teks selama 1,5 jam karena yang dikemukakan sangat  dipahami dan dihayati. Pidato disampaikan dengan suara bergelombang – adakalanya tinggi, dan datar tergantung masalah yang dikemukakan.

Ketiga, Prabowo menyampaikan secara komprehensif seluruh permasalahan yang dihadapi  bangsa dan negara, seperti masih banyak orang Indonesia yang gantung diri karena tidak tahan menderita akibat miskin, segala macam kebutuhan masih di impor seperti garam, beras, gandum, gula, dan sebagainya,  pada hal bangsa Indonesia bisa memproduksinya sendiri.

Selain itu, BUMN seperti Pertamina, PLN, Garuda Air Lines,  Krakatau Steel dan lain-lain mengalami kesulitan dan yang nyaris bangkrut, utang menggunung dan sangat miris berutang untuk membayar gaji pegawai, dan segala  macam permasalahan bangsa dan negara  dibeberkan.

Keempat, Prabowo membeberkan satu persatu dengan penuh semangat apa-apa yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan ekonomi, sosial, hukum, politik dan segala macam permasalahan yang dihadapi, dan membawa Indonesia menjadi bangsa dan negara yang menang dalam percaturan dunia.

Prabowo kemudian menyampaikan lima program yang akan menjadi fokus program kerja nasional bila terpilih menjadi Presiden bersama Sandiaga Salahuddin Uno untuk periode 2019-2024:

Fokus pertama adalah ekonomi yang mengutamakan rakyat, adil, makmur, berkualitas dan berwawasan lingkungan.

Fokus kedua adalah peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial.

Fokus ketiga adalah keadilan dibidang hukum dan demokrasi berkualitas.

Fokus keempat adalah menjadikan negara Indonesia rumah yang aman, nyaman, dan berdaulat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Fokus kelima adalah penguatan karakter dan kepribadian bangsa yang luhur.

Probowo juga menekankan dalam pidatonya yang mendapat apresiasi dari seluruh hadirin bahwa dia dan Sandiaga Salahudin Uno adalah untuk semua, dan akan menegakkan keadilan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Memberi pemihakan kepada mereka yang lemah supaya ekonomi tidak hanya dikuasai oleh segelintir orang.

Setelah mendengar, memahami dan menghayati pidato kebangsaan yang disampaikan Prabowo Subianto, sebagai sosiolog yang mencintai Indonesia dan rakyat Indonesia, saya berpendapat bahwa  seluruh rakyat Indonesia dan negara kesatuan Republik Indonesia rugi jika tidak memilih Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dalam Pemilu Presiden 17 April 2019 untuk memimpin Indonesia periode 2019-2024.

Allahua’lam bisshawab

Baca Juga

Opini

Isu 3 periode bertambah ramai, setelah Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mewacanakan amandemen UUD. Sontak publik ribut sebab mereka mengaitkan wacana 3 periode dengan...

Opini

Rizal mengatakan mereka yang bakal maju di Pilpres mendatang dengan modal hanya pencitraan harus dikupas tuntas terkait visi dan misinya.

Pemilu

Partai Ummat yang dibidani kelahirannya oleh Prof Dr M. Amien Rais dideklarasikan pendiriannya pada 17 Ramadan 1442H 29 April 2021 di Yogyakarta. Partai ini...

Pemilu

Sejarah pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 cukup mengenaskan karena kematian massal panitia pemilu sebanyak 894 petugas dan petugas lainnya yang sakit ada 5175 orang.

Lainnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin penyidik senior Novel Baswedan telah melakukan penangkapan terhadap Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Lainnya

Sistem demokrasi tidak sempurna. Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi, telah menunjukkan boroknya.

Opini

Pada saat artikel ini ditulis , belum ada pengumuman resmi dari Panitia Pemilihan Umum Amerika Serikat bahwa Joe Biden dan Kamala Harris telah memenangi...

Opini

Pada 3 November 2020, rakyat Amerika Serikat akan datang ke berbagai tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyoblos calon Presiden Amerika Serikat untuk 4 tahun...