Melancong ke Turki, Negara Kaya dengan Sejarah

 Kategori Wisata

Turki adalah negara besar di kawasan Eurasia.  Wilayahnya berbentang dari semenanjung Anatolia di Asia Barat Daya dan daerah Balkan di Eropa Tenggara.  jumlah penduduknya tahun 2017 sebanyak 79.815.000 jiwa dengan ibukota Ankara. Presiden negara ini ialah Recep Tayyib Erdogan.

Turki pernah dipimpin daulah Ustmaniyah, yang biasa disebut kesultanan Turki  atau  Ottoman empire.  Kesultanan Turki ini berkuasa selama 623 tahun.

Dalam perang dunia l, negara ini mengalami kekalahan, sehingga banyak wilayah kekuasaan kesultanan Turki jatuh ditangan musuh.  Pada saat yang sama terjadi gerakan di dalam negeri Turki ingin mengubah Turki dari kesultanan menjadi republik.

Pada tahun 1923, gerakan perlawanan berhasil mendirikan Republik Turki Moderen dengan Presiden pertama Turki, Mustafa Kemal. Parlemen Turki kemudian memberi gelar Ataturk (bapak bangsa Turki) kepada Mustafa Kemal, yang kemudian populer dengan sebutan Kemal Ataturk.

Sejak Turki berubah menjadi negara republik, maka Mustafa Kemal dan para pengikutnya mengubah Turki menjadi republik konstitusional yang demokratis, sekuler dan bersatu.

Negara ini bergabung dengan barat seperti menjadi pendiri PBB, anggota dewan Eropa sejak tahun 1849, dan Nato sejak tahun 1952, menjadi anggota negara industri G20.

Selain itu, Turki juga membangun hubungan dengan dunia Islam seperti pendiri Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan berbagai organisasi Islam dunia. Bahkan Turki merupakan satu-satunya negara Islam yang pertama berunding menyertai Uni Eropa setelah menjadi anggota koalisi sejak 1963.

Pusat Pelancongan

Turki tidak saja kaya dengan sejarah, tetapi kaya dengan budaya dan obyek wisata.  Sejarah lama Turki dipelihara dan dirawat, sehingga menjadi pusat pelancongan (wisata) dunia.

Asosiasi perjalanan Turki mengemukakan bahwa pemasukan uang asing setiap tahun sebesar US$ 32 milyar. Jika tidak ada hal serius atau negatif yang terjadi, pada akhir 2018 jumlah wisatawan asing yang ke Turki mencapai 40 juta orang.

Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara sebagai penyumbang terbesar wisatawan (pelancong) ke Turki.  Setiap tahun pelancong Indonesia terus meningkat jumlahnya yang ke Turki. Pada tahun 2017 tidak kurang dari 85.000 orang Indonesia melancong ke Turki.

Sumber informasi para calon pelancong Indonesia adalah dari orang-orang Indonesia yang pernah melawat ke Turki. Mereka bercerita pengalaman indah dan menyenangkan pada saat melawat untuk melancong di Turki.

Semoga pemerintah Indonesia bisa belajar dari kesuksesan Turki dalam mengembangkan dan memajukan wisatawan di negaranya.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search