Connect with us

twitter musni umar

Budaya

Erdogan Bangun Infrastruktur Kualitas Kelas satu untuk Rakyatnya

Mr. Mohammed, tour leader selama perjalanan kami mengunjungi berbagai tempat bersejarah dan tempat wisata di Turki dengan melintasi jalan ribuan kilometer lebih, mengatakan bahwa Recep Tayyib Erdogan, Presiden Turki telah membangun 15.000 km jalan, tiga terowongan dan jalan layang melintasi selat Bosphorus. Selain itu, Erdogan juga membangun kereta api cepat dari Ankara, ibukota Republik Turki ke bagai kota besar di Turki dan membuat rakyat Turki menjadi bangga sebagai bangsa Turki.

Mr. Mohammed, tour leader selama perjalanan kami mengunjungi berbagai tempat bersejarah dan tempat wisata di Turki dengan melintasi jalan ribuan kilometer lebih, mengatakan bahwa Recep Tayyib Erdogan, Presiden Turki telah membangun 15.000 km jalan, tiga terowongan dan jalan layang melintasi selat Bosphorus.

Selain itu, Erdogan juga membangun kereta api cepat dari Ankara, ibukota Republik Turki ke bagai kota besar di Turki dan membuat rakyat Turki menjadi bangga sebagai bangsa Turki.

Seluruh jalan yang dibangun saya saksikan dengan mata kepala adalah kualitas kelas satu. Tidak ada jalan yang lubang-lubang seperti jalan di Indonesia. Erdogan membangun infrastruktur untuk rakyatnya bukan untuk investor, karena sejatinya pembangunan adalah untuk rakyat.

Dampak dari pembangunan infrastruktur kemudian memberi kemudahan dan insentif bagi investor adalah hal yang wajar, tapi hakikat pembangunan untuk rakyat.

Tidak Bayar Tol

Rakyat dari seluruh tingkatan di Turki  serta para wisatawan dari penjuru dunia yang mengunjungi Turki sangat menikmati jalan yang dibangun Erdogan selama 10 tahun menjadi Perdana Menteri Turki.

Saya bertanya, apakah Erdogan berutang untuk membangun infrastruktur? Mr Mohammed menjawab “tidak.”  Dari mana dapat uang untuk membangun jalan kualitas kelas satu? Mr. Muhammed menjawab, dari hasil pajak yang dikumpulkan.

Hal yang amat mengesankan, semua jalan yang dibangun adalah gratis.  Ribuan kilometer jalan yang kami lewati tidak ada yang bayar seperti di Indonesia.

Prestasi Erdogan

Berbagai prestasi yang dihasilkan Erdogan selama memimpin Turki, telah membuat mayoritas rakyat Turki tidak punya pilihan kecuali mengikuti keinginan Erdogan mengubah konstitusi Turki dari sistem parlementer kepada sistem presidensil.

Setelah rakyat Turki setuju dan disahkan perubahan konstitusi dari sistem parlementer ke sistem presidensil, Erdogan kemudian mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden dan dipilih oleh rakyat Turki sebagai Presiden pertama Turki dalam sistem presidensil untuk masa jabatan 5 tahun.

Pelajaran yang bisa dipetik dari Turki,  seorang petahana (incumbent)  tidak perlu jor-joran kampanye, menghimpun partai-partai  besar dengan mengeluarkan dana yang amat besar dan menghalalkan segala cara seperti membungkam mereka yang kritis kepada pemerintah  agar dipilih kembali untuk jabatan berikutnya. Kalau berprestasi, rakyat pasti memilihnya kembali,  bahkan apa yang dimaui akan diikuti rakyat.

Erdogan telah beri pelajaran, karena berprestasi dalam memimpin, bukan saja dipilih menjadi Perdana Menteri selama dua periode dan dipilih rakyat Turki menjadi Presiden, tetapi mengusulkan perubahan konstitusi negara, rakyat memberi dukungan penuh karena rakyat melihat, merasakan, dan menikmati kemajuan negaranya selama dipimpin Recep Tayyib Erdogan.

Baca Juga

Politik

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta umat Islam bersatu melawan ketidakadilan. Hal tersebut ia katakan dalam pidatonya untuk Pemuda Kerja Sama Islam (ICYF) dalam...

Opini

Presiden Turki Erdogan merupakan pemimpin di dunia Islam yang amat populer. Mayoritas rakyat Turki sangat mencintai dan menghormatinya, tetapi kaum sekuler sangat membencinya. Erdogan...

Opini

Otoritas Prancis merespon pembunuhan seorang guru dengan menampilkan kartun Nabi Muhammad SAW di gedung pemerintahan Prancis.

Lainnya

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan beberapa waktu lalu telah mengumumkan penemuan gas alam terbesar sepanjang sejarah. Penemuan gas alam terbesar dalam sejarah itu, menimbulkan...

Lainnya

Terjadi ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut yang menelan ratusan korban nyawa dan sekitar 4.000 mengalami luka-luka.

Lainnya

Perjuangan umat Islam Turki untuk kembali kepada Islam memerlukan waktu yang panjang, pengorbanan harta dan jiwa raga yang tidak sedikit.

Budaya

Hagia Sophia atau Ayasofia di Istanbul Turki merupakan bekas basilika (gereja) pada masa kekuasaan kekaisaran Byzantium selama 14 abad lamanya.

Lainnya

Masyarakat Indonesia yang masih mempercayai akan datang Imam Mahdi dan ratu adil yang mirip dengan kepercayaan sebagian masyarakat Jawa "satrio piningit," selalu merindukan datangnya...