Musni Umar Socmed

Search

twitter prabowo subianto

Opini

Prabowo Tidak Bohong Kebocoran Anggaran

Prabowo Subianto, calon Presiden RI  Nomor 02  mengemukakan bahwa kebocoran anggaran diduga mencapai Rp 500 triliun setiap tahun atau 25 persen dari total anggaran. Pernyataan tersebut mendapatkan reaksi keras dari pihak penguasa. H.M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI merespon pernyataan Prabowo dengan mengatakan bahwa ada kebocoran anggaran tapi tidak sebesar yang dikemukakan.

Prabowo Subianto, calon Presiden RI  Nomor 02  mengemukakan bahwa kebocoran anggaran diduga mencapai Rp 500 triliun setiap tahun atau 25 persen dari total anggaran.

Pernyataan tersebut mendapatkan reaksi keras dari pihak penguasa. H.M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI merespon pernyataan Prabowo dengan mengatakan bahwa ada kebocoran anggaran tapi tidak sebesar yang dikemukakan.

Sementara itu, Luhut Binsar Panjaitan (LBP), Menteri Koordinator Kemaritiman RI mengatakan bahwa pernyataan Prabowo bahwa kebocoran anggaran sebesar Rp 500 triliun setiap tahun adalah bohong.

Prabowo Tidak Bohong

Saya menulis dua buku tentang korupsi. Buku 1) Korupsi Musuh Bersama. Buku ke 2) Korupsi di Era Orde Reformasi.

Berdasarkan dua buku tersebut dan hasil analisis saya dari para kepala daerah dan anggota parlemen yang terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan) pelaku korupsi, saya dapat pastikan bahwa kebocoran anggaran yang dikemukakan Prabowo adalah fakta bukan bohong.

Berapa jumlah anggaran negara yang  bocor setiap tahun  tidak ada yang tahu secara pasti.  Akan tetapi sangat besar jumlahnya, bisa mencapai 25 %.

Isu kebocoran anggaran sejak Orde Baru telah sering dikemukakan.   Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo pernah mengemukakan bahwa kebocoran anggaran 30 %.

Pernyataan Prabowo itu merupakan pengulangan kembali dari berbagai pernyataan sebelumnya bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara kita banyak dikorupsi.

Bahkan isu yang digulirkan untuk melengserkan Pak Harto dari kekuasaannya adalah korupsi yang kemas dengan isu korupsi kolusi nepotisme (KKN). Sejatinya isu korupsi yang paling besar porsinya adalah kebocoran anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Akhiri Kebocoran Anggaran

Pada hakikatnya manusia baik. Lingkungannyalah yang  membentuk manusia menjadi tidak baik.

Kepala daerah, wakil kepala daerah, anggota parlemen di semua tingkatan, masa jabatan mereka hanya lima tahun. Biaya pengeluaran mereka untuk membiayai partai politik tempat mereka bernaung serta biaya para pendukung sangat besar.  Sementara gaji/honor yang diterima tidak memadai jumlahnya. Untuk tetap survive sebagai kepala daerah dan anggota parlemen, akhirnya mencari sela untuk menggerogoti anggaran.

Begitu pula, aparatur sipil negara atau pegawai negeri sipil baru Kementerian Keuangan yang sudah disesuaikan income (penerimaan). Selain itu,  dibangun sistem yaitub para pejabat dan pegawai tidak boleh berhubungan langsung dengan masyarakat atau pegawai dari instansi lain  yang mau berurusan dengan mereka. Juga diciptakan iklim untuk tidak korupsi.

Dampaknya, korupsi di Kementerian Keuangan RI sangat berkurang.

Untuk mengakhiri kebocoran anggaran yang gila-gilaan. Kuncinya terletak kepada pemimpin tertinggi di Indonesia yaitu Presiden RI. Selain itu, menteri yang memimpin kementerian.

Sukses tidaknya mengakhiri kebocoran anggaran, sangat ditentukan kepemimpinan.  Mulai dari Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati dan Walikota.

Oleh karena itu, para pemimpin pemerintahan tidak hanya harus memiliki planning, organising, actuating dalam menjalankan pemerintahan, tetapi yang amat penting adalah melakukan controlling (pengawasan) terhadap yang dipimpin.

Masalah pengawasan ini sangat penting direformasi.  Pada saat yang sama income para pejabat dan pegawai ditingkatkan, serta hukum ditegakkan kepada semua.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Pemilu

Sejarah pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 cukup mengenaskan karena kematian massal panitia pemilu sebanyak 894 petugas dan petugas lainnya yang sakit ada 5175 orang.

DKI Jakarta

Sebagai sosiolog saya sangat bergembira melihat dinamika masyarakat yang kembali berdenyut akhir-akhir ini di Jakarta. Terlihat banyak kegiatan di Jakarta mulai berjalan seperti sebelum...

Covid-19

Saya kemukakan tahun 2020 merupakan tahun kesedihan karena hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia terpuruk ditengah ancaman corona.

Covid-19

Dunia juga menghadapi ketidak-pastian dalam bidang ekonomi sehingga memberi pengaruh negatif kepada kehidupan sosial, pendidikan dan sebagainya.

Lainnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin penyidik senior Novel Baswedan telah melakukan penangkapan terhadap Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Lainnya

Sistem demokrasi tidak sempurna. Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi, telah menunjukkan boroknya.

Opini

Pada saat artikel ini ditulis , belum ada pengumuman resmi dari Panitia Pemilihan Umum Amerika Serikat bahwa Joe Biden dan Kamala Harris telah memenangi...

Opini

Pada 3 November 2020, rakyat Amerika Serikat akan datang ke berbagai tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyoblos calon Presiden Amerika Serikat untuk 4 tahun...