Musni Umar Socmed

Search

twitter permadi arya

Opini

Perang Total Pemilu Presiden: Tidak Boleh Halalkan Segala Cara

Jenderal TNI Purn. Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan RI yang juga Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, beberapa waktu mengatakan akan melakukan perang total untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Dia menyebutkan bahwa segala jenis sumber daya akan dikerahkan untuk memenangkan Jokowi dalam perang total tersebut.

Jenderal TNI Purn. Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan RI yang juga Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, beberapa waktu mengatakan akan melakukan perang total untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Dia menyebutkan bahwa segala jenis sumber daya akan dikerahkan untuk memenangkan Jokowi dalam perang total tersebut.

Untuk merespon pernyataan itu, Radio Elshinta Bandung pada 24 Februari 2019 meminta pandangan saya sebagai sosiolog dan Rektor Univ. Ibnu Chaldun Jakarta tentang perang total yang dikemukakan Jenderal TNI Purn Moeldoko.

Menurut saya, pernyataan itu ngawur karena dalam demokrasi yang berdaulat (berkuasa) adalah rakyat. Kekuasaan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 22E ayat (1) Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil setiap lima tahun sekali. Ayat  (2) Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memandu seluruh bangsa Indonesia bahwa setiap lima tahun sekali dilaksanakan pemilihan umum  untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Tidak Boleh Halalkan Segala Cara

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memandu kita bahwa pemilihan Umum dilaksanakan untuk memilih, diantaranya yang dipilih adalah Presiden dan Wakil Presiden.

Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Dengan demikian sangat tidak tepat dan salah menggunakan diksi “melakukan perang total untuk memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin,” karena pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, sehingga rakyat sebagai pemilik kedaulatan (kekuasaan) harus bebas dari pemaksaan dan kecurangan. Tidak boleh menggunakan diksi “perang total,” sehingga segala macam cara digunakan seperti politik uang, politik sembako, kecurangan dan pemaksaan agar rakyat memilih kembali Jokowi-Ma’ruf Amin.

Rakyat harus bebas dan merdeka sesuai hati nuraninya mau memilih kembali Joko Widodo yang berpasangan Ma’ruf Amin  atau mau memilih pasangan Prabowo-Sandi dalam Pemilu Presiden 17 April 2019.

Saya tegaskan kembali bahwa rakyat merupakan pemilik kedaulatan. Adalah melawan hukum dengan menggunakan diksi perang total, TKN mengerahkan segala jenis sumber daya dengan menghalalkan segala cara seperti politik uang, politik sembako, pemaksaan,  kecurangan dan sebagainya seperti disebutkan diatas untuk memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pemilu Presiden.

Kalau itu dilakukan, maka kalaupun menang dalam Pemilu Presiden 2019, saya menduga akan dilawan oleh rakyat dalam gerakan “People Power,”  karena menang dengan penuh kecurangan.

Saya ingin kemenangan Jokowi-Ma’rut Amin atau Prabowo-Sandi dalam Pemilu Presiden, dilakukan dengan cara-cara yang demokratis, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, tidak melawan demokrasi, hukum dan asas-asas Pemilu yang jujur dan adil, sehingga hasil Pemilu Presiden 17 April 2019 diterima oleh rakyat dengan lapang dada dan puas.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Pemilu

Sejarah pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 cukup mengenaskan karena kematian massal panitia pemilu sebanyak 894 petugas dan petugas lainnya yang sakit ada 5175 orang.

Lainnya

Sistem demokrasi tidak sempurna. Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi, telah menunjukkan boroknya.

Opini

Pada saat artikel ini ditulis , belum ada pengumuman resmi dari Panitia Pemilihan Umum Amerika Serikat bahwa Joe Biden dan Kamala Harris telah memenangi...

Opini

Pada 3 November 2020, rakyat Amerika Serikat akan datang ke berbagai tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyoblos calon Presiden Amerika Serikat untuk 4 tahun...

Pendidikan

Universitas Ibnu Chaldun, terhitung mulai 1 sampai 19 April 2020 perkuliahan dilanjutkan melalui jarak jauh.

Covid-19

Tidak benar dan salah tuduhan yang dilontarkan bahwa mereka yang ngotot lockdown punya niat busuk

Covid-19

Berdasarkan pengalaman pemilu 2019, saya sangat khawatir korban wabah covid-19 yang terus bertambah jumlahnya seperti peristiwa pemilu serentak tahun 2019, karena dibiarkan seiring dengan...

Lainnya

Masyarakat Indonesia yang masih mempercayai akan datang Imam Mahdi dan ratu adil yang mirip dengan kepercayaan sebagian masyarakat Jawa "satrio piningit," selalu merindukan datangnya...