Indonesia Alami Krisis Nilai Tidak Malu Bohong dan Tidak Malu Korupsi

 In Pendidikan

Taufik Bahaudin, pakar kemanusiaan dari UI Bangkit mengemukakan bahwa Indonesia sedang mengalami krisis nilai tidak malu bohong dan tidak malu korupsi.

Hal tersebut dikemukakan saat menjadi narasumber dalam acara debat publik yang bertema “Kepemimpinan dalam Perspektif Masa Depan Bangsa” yang dilaksanakan BEM UIC, Alumni UI Bangkit, Eksponen 66 dan Fordis ICS Kahmi di kampus Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (2/3/2019).

Lebih lanjut dia kemukakan bahwa Indonesia sedang menghadapi kekuatan luar melalui proyek Obor (One Belt and One Road) yang dicanangkan pemimpin tertinggi China Xi Jinping dan proyek Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tiap hari membanjiri Indonesia.

Menurut dia, kepentingan luar tidak ingin bangsa Indonesia maju. Pertanyaannya, mengapa kita dikerjaian? Dia menjawab karena  membiarkan diri kita dikerjaian.

Untuk mengerjain dan menguasai Indonesia, pihak luar kuasai elit Indonesia. Mereka saat ini dapat dikakatan sudah kuasai elit Indonesia melalui dukungan dana yang melimpah dalam bentuk investasi dan utang.

Sementara itu, Mayjen TNI Purn Kivlan Zen mengemukakan bahwa Indonesia sedang menghadapi bahaya imperialis, kapitalis dan komunis. Dia mengungkapkan hasil kongres kebudayaan beberapa waktu lalu yang hasilnya sudah diserahkan kepada Presiden Jokowi bahwa Indonesia di masa depan tanpa agama. Ini amat berbahaya karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Menurut dia, bangsa Indonesia harus waspada dan tunggu tanggal mainnya.

Sementara itu, Dr. Hakim Sorimuda Pohan mengemukakan bahaya yang dihadapi Indonesia, karena bangsa Indonesia dibuat lupa sejarahnya seperti kekejaman komunis di Indonesia sejak peristiwa Madiun Affair tahun 1945 sampai tahun 1965.

Selain itu, Direktur STIKes dan Mantan Anggota DPR RI ini mengemukakan bahaya yang melanda bangsa Indonesia seperti  Narkoba merajalela, bahaya Rokok dan bahaya adiktif seperti Nikotin, morfin, heroin. alkohol, dan Mariyuana.

Acara debat publik ini dihadiri Ibu Dr. Sri dari Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun,  Harun Kamil, Ketua Dewan Pembina Fordis ICS Kahmi, Dr. Darmansyah, Marzuki Ahmad, Hasbi Armiya, Eksponen 66 dan rekan-rekannya, Dr. Rahmamah Marsinah,  Wakil Rektor 1 UIC, Dr. Hasinggahan Lubis, Dekan Fak. agama Islam, para Wakil Dekan dan Kepala Program Studi, para dosen, Jalil, Ketua Umum UIC sekaligus sebagai moderator debat publik, para Ketua BEM dari beberapa Universitas lain, mahasiswa dan mahasiswi Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Wawancara oleh INews TV

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search