Connect with us

twitter partai amanat nasional

Opini

Muhammadiyah dan Warganya Selamatkanlah PAN

Cara menyelamatkan PAN supaya tidak terdegradasi dari Senayan yaitu seluruh warga Muhammadiyah dengan niat yang tulus dan ikhlas memilih para calon anggota parlemen untuk DPR RI, DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Saya mulai menulis tajuk ini dengan mengemukakan, pertama, saya bukan anggota Muhammadiyah, tetapi simpati akan kiprah dan perjuangan Muhammadiyah dibidang pendidikan dan sosial.

Kedua, saya juga bukan anggota Partai Amanat Nasional (PAN), tetapi peduli Partai Amanat Nasional karena  menurut saya PAN merupakan salah satu pilar demokrasi di Indonesia karena didirikan pasca reformasi.

Ketiga, PAN menurut saya adalah pilar Muhammadiyah dan warganya dalam dunia politik. Walaupun Muhammadiyah tidak berpolitik praktis, tetapi warganya perlu wadah politik untuk mengaktualisasikan aspirasi politiknya.

Keempat, PAN didirikan Prof. Dr. M. Amin Rais, Ketua Umum PP Muhammadiyah saat itu sebagai wadah tempat menyalurkan aspirasi politik. Sama halnya KH. Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PB NU mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai wadah penyaluran aspirasi politik warga Nahdiyin.

Dengan demikian,  umat Islam dan warga Muhammadiyah memiliki saluran untuk menyalurkan aspirasi politik terutama pada saat Pemilu agar kepentingan politik umat Islam,  Muhammadiyah dan warganya terwakili diparlemen (DPR RI., DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota).

Terancam Terdegradasi

Semua lembaga survei yang menyurvei elektabilitas Capres dan Partai Politik, walaupun hasilnya sulit dipercaya karena selalu memenangkan yang membayar mereka, tetapi bisa dijadikan sebagai informasi awal untuk waspada dan bekerja lebih keras.

Menurut hasil survei berbagai lembaga survei, Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan salah satu partai politik yang elektabilitasnya rendah dan berpotensi terdegradasi-tidak bisa memiliki wakil di parlemen nasional (DPR RI) yang mensyaratkan perolehan kursi sebesar 4%.

Oleh karena itu, sebelum hal itu terjadi, saya memandang amat penting  Muhammadiyah dan warganya menyelamatkan Partai Amanat Nasional.

Setidaknya ada lima alasan, mengapa Muhammadiyah dan warganya wajib menyelamatkan PAN.

Pertama, umat Islam dan warga Muhammadiyah sudah kalah total dalam bidang ekonomi. Berpotensi pula mengalami kekalahan besar dalam bidang politik, jika membiarkan PAN terdegradasi dalam Pemilu 17 April 2019.

Kedua, kader agama lain banyak sekali menjadi calon anggota parlemen (legislatif) di seluruh partai politik yang beraliran nasionalis dan sekuler. Jika umat Islam dan warga Muhammadiyah tidak sadar, maka mereka berpotensi menguasai parlemen nasional dan daerah hasil Pemilu 2019.

Ketiga, kekuatan ekonomi yang mereka miliki, telah menempatkan para calon anggota parlemen di semua tingkatan dan partai-partai politik nasionalis-sekuler berada diatas angin dalam Pemilu 2019, karena memiliki dana berlimpah untuk biaya kampanye dan menguasai media massa.

Keempat, umat Islam dan seluruh bangsa Indonesia menghadapi ancaman dari utara yaitu China. Menurut ekonom Aviliani, ada 400 juta pengangguran di Tiongkok yang akan merangsek ke Indonesia. Saya mengatakan bukan lagi akan merangsek ke Indonesia, tetapi sudah merangsek, karena tiap hari warga China datang berbondong-bondong ke Indonesia.

Kelima, kekuatan asing semakin besar pengaruhnya di Indonesia karena diberi karpet merah oleh penguasa. Sementara  umat Islam dipecah belah, diadu domba. Ada yang disebut radikal, teroris, intoleran, bahkan anti Pancasila.

Muhammadiyah dan warganya harus bersatu menyelamatkan PAN pada Pemilu serentak 17 April 2019.

Cara menyelamatkan PAN supaya tidak terdegradasi dari Senayan, hanya satu cara yaitu seluruh warga Muhammadiyah dengan niat yang tulus dan ikhlas memilih para calon anggota parlemen untuk DPR RI., DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Dengan demikian, PAN selamat dari terdegradasi di DPR dan memiliki anggota perlemen yang besar hasil Pemilu 17 April 2019.

Baca Juga

Pendidikan

Pada 20 Agustus 2022, Fakultas Agama Islam Universitas Ibnu Chaldun melakukan acara yudisium 110 sarjana Fakultas Agama Islam di Sukabumi, Jawa Barat. Saya, Musni...

DKI Jakarta

Salah satu wujud partisipasi dan kolaborasi Transjakarta yang paling mutakhir ialah menyukseskan shalat Idul Adha di JIS dengan menyediakan bus Transjakarta dari berbagai lokasi.

Lainnya

Setiap kita merayakan Hari Raya Idul Adha dengan Salat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban, kita pasti mengenang peristiwa heroik yang dilakukan Nabi Ibrahim...

Politik

Presiden PKS Ahmad Syaikhu: bangsa Indonesia membutuhkan politik kolaborasi, bukan segregasi apalagi polarisasi. Politik yang menjadikan keutuhan bangsa dan negara di atas kepentingan individu,...

Pemilu

Megawati menegaskan, ia diberi hak prerogatif oleh partai untuk menentukan siapa calon presiden yang diusung di 2024. Maka itu, ia tak mau ada kader...

Politik

Hari ini 28 Syawal 1443 H bertepatan dengan 29 Mei 2022, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melaksanakan perayaan Milad PKS ke-20. Perayaan ini dilaksanakan di...

Opini

Pada 5 Februari 2022, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) genap berumur 75 tahun. Selama 75 tahun HMI telah mengabdi kepada bangsa dan negara dengan mengkader...

Opini

Nasdem, PAN dan PPP jika mengusung Anies Baswedan menjadi calon Presiden RI 2024, maka dipastikan partai-partai politik yang mengusungnya akan memperoleh Pengaruh Figur dalam...