Tinjauan Sosiologis Polemik Saham Bir di Delta Djakarta Tbk

 Kategori DKI Jakarta, Opini, Sosial

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai janjinya saat kampanye pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017, akan melepas saham bir milik DKI di Delta Djakarta jika diberi amanah warga DKI untuk memimpin DKI Jakarta.

Setelah terpilih menjadi Gubernur DKI, Anies berusaha merealisasikan janjinya satu persatu. Salah satu janji kampanye yang harus direalisasikan ialah menjual saham bir DKI di PT Delta Djakarta Tbk.

Untuk mewujudkan janjinya melepas saham bir DKI di PT Delta Djakarta Tbk, Gubernur Anies  Baswedan sudah dua kali menyurat kepada Ketua DPRD DKI Jakarta, tetapi responnya kurang positif.  Ketua  DPRD DKI dari Frakdi PDI Perjuangan seperti diberitakan media, menolak menyetujui penjualan saham DKI di PT Delta Djakarta Tbk.

Mengapa Menolak?

Pertanyaannya, mengapa Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menolak menyetujui penjualan saham bir di PT Delta Djakarta Tbk.

Alasan yang mengemuka di media karena tidak ada keuntungan berarti dari penjualan saham  tersebut. Dikatakan Ketua DPRD DKI Jakarta “setahun dapat 50 milyar, terus mau dijual Rp 1 triliun.  Kita makan riba, itu buat saya. Saya sebagai orang muslim, ya mohon maaf ya, lebih jahat riba daripada orang minum bir. Coba itu dipikirkan lagilah.” (CNBC Indonesia, 05 march 2019).

Menunaikan Janji

Menurut saya, Anies memegang nilai yaitu  janji kepada warga DKI dalam kampanye pemilihan Gubernur DKI tahun 2017, jika diberi amanah  memimpin DKI, maka akan melepas saham bir DKI di PT Delta Djakarta Tbk.

Konsekuensi Anies bersama Sandi telah diberi amanah warga DKI memimpin DKI., maka sebagai pemimpin yang amanah yang memegang janji, wajib mewujudkan seluruh janjinya dalam kampanye.

Selain itu, Anies sebagai pemimpin DKI, memandang SKPD dan BUMD sebagai instrumen pembangunan di DKI Jakarta tidak ada kaitannya dengan pembangunan pemilikan saham bir DKI di PT. Delta Djakarta Tbk.

Oleh karena itu, lebih banyak manfaatnya bagi warga DKI  jika saham bir itu dilepas oleh pemerintah DKI Jakarta.

Tinjauan Sosiologis

Minum bir ada manfaatnya, tetapi lebih banyak mudaratnya bagi masyarakat.

Adapun manfaat minum bir:

1.  Mengurangi kanker prostat
2.  Mengurangi resiko diabetes
3.  Mencegah batu ginjal

Akan tetapi mudaratnya bagi masyarakat yang mengonsumsi bir lebih besar dan lebih banyak:

1.  Bisa menyebabkan Anemia, yaitu berkurang darah merah.
2.  Mengakibatkan Sirosis hati (merusak sel hati).
3.  Dapat mengakibatkan kejang, yaitu kondisi di mana otot-otot tubuh berkontraksi secara tidak terkendali.
4.  Bisa menyebabkan Asam urat bagi yang mengonsumsi bir.
5.  Terjadi hipertensi (darah tinggi) bagi yang minum bir.
6. Luka lambung bagi pengonsumsi bir.
7. Terjadi gangguan mental
8.  Merusak daya ingat
9.  Mabuk.

Masyarakat DKI Jakarta telah menyampaikan tuntutan kepada DPRD DKI Jakarta dan berdasarkan tinjauan sosiologis di atas, maka sebaiknya pemilikan saham bir DKI di PT Delta Djakarta Tbk dilepas dan peredaran bir dibatasi hanya pada orang-orang asing dan turis karena mengonsumsi bir lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya bagi masyarakat.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search