Korupsi Ketua Umum Partai Politik, Apa Penyebab Utamanya?

 In Politik

Romahurmuzy, ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada  16 Maret 2019 (dijadikan tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Timur dalam kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama RI.

Sebelumnya telah ditahan KPK Surya Darma Ali, ketua umum PPP., Setia Novanto, ketua umum Partai Golkar, Idrus Marham, sekretaris jenderal Partai Golkar, Luthfi Hasan Ishaaq, presiden PKS dan banyak lagi.  Sekarang ini sedang mendekam di penjara Sukamiskin, Bandung, setelah dijatuhi hukuman penjara  karena bersalah melakukan korupsi.

Mengapa Korupsi?

Bambang Widjojanto, mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan hasil sebuah penelitian yang bekerjasama KPK bahwa penyebab korupsi para ketua umum partai politik, pertama, rekrutmen ketua umum partai politik buruk-sarat dengan politik uang. Siapa yang bisa membayar dalam jumlah besar kepada para peserta musyawarah nasional partai atau kongres partai, dia yang akan dipilih menjadi ketua umum partai politik.

Kedua, gelap sumber dana partai politik, selain dari anggota parlemen tiap partai politik. Selain gelap, tidak transparan. Yang mengetahui sumber uang dan jumlah dana yang diterima, hanya ketua umum partai politik dan bendahara umum partai politik.

Ketiga, tidak ada akuntabilitas keuangan partai politik. Lebih akuntabel keuangan Masjid ketimbang partai politik. Setiap Jumat, pengurus Masjid mengumumkan jumlah uang yang diterima, jenis dan jumlah pengeluaran serta saldo uang Masjid. Sementara dana partai politik misterius, tidak ada yang tahu kecuali ketua umum partai politik dan bendahara umum.

Jujur dan Amanah

Kelemahan terbesar ketua umum partai politik dan para pemimpin Indonesia, ialah mengabaikan kejujuran.

Kejujuran atau jujur adalah mahkota kehidupan dan nilai agung yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sejak kecil sampai wafat. Lantaran jujur, beliau diberi gelar “Al Amiin” (orang yang dapat dipercaya).

Korupsi merupakan akibat dari tidak jujur dan tidak amanah.  Arti amanah, betul-betul benar bisa dipercaya lawan dari khianat.

Penyebab korupsi

Bangsa Indonesia merindukan pemimpin bukan hanya dicitrakan jujur, tetapi benar-benar jujur dan tidak korupsi.

Korupsi banyak penyebabnya. Akan tetapi penyebab utamanya, pertama, tidak jujur.  Masyarakat menilai, saat ini banyak pemimpin Indonesia yang tidak jujur.  Buktinya, saat kampanye Pemilu banyak berjanji seperti akan buy back Indosat, tidak akan bagi-bagi kursi ke partai politik pendukung. Faktanya, setelah menang Pemilu janji-janji kampanye Pemilu Presiden tidak ditunaikan.

Ciri pemimpin tidak jujur, 1) kalau berjanji tidak ditepati seperti janji kampanye Pemilu dan Pilkada. 2) kalau berkata, tidak bohong.  Pemimpin yang jujur selalu berusaha mewujudkan perkataannya.
3) kalau diberi amanah tidak berkhianat.  Pemimpin amanah, kalau diberi kepercayaan memimpin, ditunaikan dengan penuh tanggungjawab.

Kedua, tidak memberi keteladanan yang baik. Bangsa Indonesia  kehilangan pemimpin yang bisa diteladani atau dicontohi oleh rakyat dalam hidup bersih dan tidak korupsi.

Ketiga, tidak amanah. Sikap amanah sangat penting dan menentukan. Saat ini banyak pemimpin yang tidak amanah. Ramahurmuzy, ketua umum PPP, merupakan  contoh pemimpin yang tidak amanah.

Kalau jujur, memberi contoh teladan serta amanah, maka pasti tidak korupsi.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search