Prabowo-Sandi Sulit Dibendung Kemenangannya

 In Pemilu

Pada 18-19 Maret 2019 saya berada di Cisarua Bogor. Kesempatan tersebut saya turun ke masyarakat bawah untuk berbincang. Salah satu topik perbincangan ialah Pemilu Presiden. Puluhan orang yang saya wawancarai, semua menjawab mau pilih Prabowo.  Mereka memberitahu saya sekitar 80% masyarakat di Cisarua Bagor akan memilih Prabowo-Sandi.

Di DKI Jakarta sudah empat wilayah yang saya kunjungi dan ajak masyarakat bawah berbincang tentang Presiden dan Wakil Presiden yang mau mereka pilih pada Pemilu 17 April 2019.

Masyarakat bawah yang mendiami kawasan padat dan miskin  yang saya ajak dialog yaitu di kelurahan Cipete Selatan (Jakarta Selatan), kelurahan Johar Baru, Kebon Kelapa, Kelurahan Petojo Utara  (Jakarta Pusat), kelurahan Mangga besar (Jakarta Barat) dan kelurahan Rawamangun (Jakarta Timur).

Masyarakat bawah yang saya ajak dialog mengatakan kepada saya bahwa mereka akan pilih Prabowo-Sandi pada Pemilu 17 April 2019.

Oleh karena masyarakat bawah merupakan yang terbanyak dari penduduk Indonesia, maka kemenangan Prabowo-Sandi dalam Pemilu Presiden sulit dibendung.

Lautan Manusia

Fakta sosiologis lain yang kita saksikan di media sosial ialah semua daerah yang dikunjungi Prabowo-Sandi selalu dihadiri lautan manusia. Tidak ada daerah yang dikunjungi Prabowo-Sandi yang tidak dihadiri lautan manusia. Mereka datang dengan biaya sendiri.

Makna dibalik itu,  masyarakat ingin yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI pada 17 April 2019 adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Sebaliknya tidak terjadi pada petahana dan Ma’ruf Amin. Ada daerah yang dikunjungi seperti Kota Kendari, sangat ramai  yang menghadiri jalan santai yang dilepas Jokowi. Akan tetapi menurut informasi yang sangat valid, yang hadir di acara itu adalah para Aparatur Sipil Negara atau PNS, eselon 2, 3, 4 dan para pegawai pemerintah daerah yang dikerahkan Gubernur dan para Bupati, mereka kemudian diberi baju kaos yang berlogo Jokowi-Ma’ruf.

Hambat Kemenangan

Berbagai upaya dilakukan untuk menghambat kemenangan Prabowo-Sandi, pertama, menghambat kedatangan Prabowo-Sandi di suatu daerah.

Kedua, menggunakan media mainstream seperti TV. dan media cetak dengan memberitakan Probowo dan Sandi secara tidak adil dan tidak seimbang.

Ketiga, menggunakan kepala desa untuk menggalang masyarakat guna mencegah kemenangan Prabowo-Sandi.  Isu yang dilempar kalau ganti Presiden, dana desa akan hilang.

Keempat, lembaga survei dibayar untuk melakukan survei. Hasil survei mereka selalu memenangkan petana. Pada hal perubahan di masyarakat begitu besar yang ingin ganti Presiden, sama sekali tidak tercermin dari hasil survei.

Kelima, menggelontarkan dana desa serta program penanggulangan kemiskinan yang disebut PKH dalam jumlah besar, menaikkan gaji ASN, membayar gaji ke-13 dan 14  menjelang Pemilu Presiden.

Keenam, berusaha menggunakan birokrasi, aparat keamanan dan TNI, tetapi kita bersyukur POLRI dan TNI  sebagai benteng NKRI telah menyatakan netral dalam Pemilu Presiden.

Dukungan Massa Luar Biasa

Probowo dan Sandi tidak hanya mendapat dukungan masif dari masyarakat di berbagai daerah di seluruh Indonesia, tetapi mendapat dukungan massa yang luar biasa besar dari Aksi 212 dan reuni aksi 212 dibawah komando Habib Rizieq Shihab dari Makkah Al Mukarramah.

Mereka telah melakukan musyawarah yang melahirkan ijtima’ ulama 1 dan 2 yang mencalonkan Prabowo dan Sandi menjadi calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Aksi bela Islam 212 tahun 2016 dan reuni 212 tahun 2018  telah terkonsolidasi secara baik dan siap memenangkan Prabowo-Sandi dalam Pemilu Presiden 2019.

Ini adalah kekuatan besar yang mendukung Prabowo-Sandi dalam Pemilu 2019.  Kekuatan yang dipimpin ulama, dan habaib dibawah komando HRS serta berbagai kekuatan bangsa yang bersatu telah sukses memenangkan Anies Baswedan dan Sandiaga Salahauddin Uno menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam pemilihan Gubernur DKI 2017.

Oleh karena itu, tidak heran jika kita menyaksikan terus mengalirnya dukungan dari berbagai kalangan kepada Prabowo-Sandi.  Dukungan yang masih hangat dalam perbincangan ialah bergabungnya Erwin Aksa, putera pemilik Bosowa Group yang juga keponakan JK dalam mendukung Prabowo-Sandi.

Walaupun sangat kuat upaya mempertahankan kekuasaan yang ada, tetapi berdasarkan fakta-fakta sosiologis yang saya gambarkan di atas, sebagai sosiolog saya merasa yakin bahwa kemenangan Prabowo-Sandi sulit dibendung.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search