Connect with us

twitter musni umar

Opini

Menteri Agama RI Sebaiknya Mengundurkan Diri

Sebaiknya Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral terhadap jabatan yang diemban. Dikemukakan oleh Sosiolog Musni Umar dalam Konferensi Pers Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) di Jakarta (23/3/2019).

Sosiolog Musni Umar dalam Konferensi Pers Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) di Jakarta (23/3/2019) mengemukakan sebaiknya Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral terhadap jabatan yang diemban.

Kita tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah, tetapi dijadikannya Romahurmuzy, Ketua Umum PPP tersangka dalam dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama RI dan ditemukannya uang Rp180 juta dan US$ 30 ribu di laci meja Menteri Agama saat KPK melakukan penggeledahan (18/3/2019) dan uang itu telah disita sebagai bahan penyidikan, maka untuk menyelamatkan Kementerian Agama RI sebagai sebuah institusi negara yang mengurus agama, sebaiknya Lukman Hakim Saifuddin mengundurkan diri sebagai Menteri Agama RI.

APTSI Buat Pernyataan Sikap

Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia terkait beberapa kasus pemilihan rektor Perguruan Tinggi keagamaan, menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

Pertama, penetapan dan pengangkatan rektor perguruan tinggi keagamaan rawan sekali potensi korupsinya. Potensi negatif lainnya menimbulkan ketidakharmonisan hubungan antar civitas akademika.

Kedua, meminta mekanisme pemilihan rektor perguruan tinggi keagamaan dikembalikan kepada senat universitas.

Ketiga, perlu penyempurnaan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 68 Tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian Rektor.

Keempat, budaya demokrasi, musyawarah untuk mufakat di perguruan tinggi keagamaan di seluruh Indonesia, sudah baisa dilakukann. Maka dalam pemilihan rektor tidak usah diintervensi oleh kepentingan politik.

Kelima, kami tidak ingin citra Kementerian Agama semakin buruk karena ulah politik uang dalam pemilihan rektor yang sering dilakukan oknum-oknum Kemenag dan oknum partai tertentu.

Keenam, meminta kepada Presiden baru yang terpilih nanti agar memperbaiki Kementerian Agama. Jangan ada lagi yang dimintai uang untuk menjadi rektor.



Turut hadir dalam konferensi pers adalah para alumni dari berbagai perguruan tinggi seperti Adyaksa Dault (IPB) Musni Umar (UI), Alfian (ITB), Chairul (Trisakti) dan puluhan alumni dari berbagai universitas.

Baca Juga

Politik

Pada dasarnya kalau UU Parpol dan AD ART Partai Demokrat itu ditegakkan, Kongres Luar Biasa di Sibolangit, Sumatra Utara itu ilegal dan tidak sah.

DKI Jakarta

Salah satu momentum yang dipergunakan untuk menghajar Anies ialah pernyataan Megawati Soekarno Puteri yang mengatakan bahwa "Jakarta Amburadul."

Opini

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) luar biasa. Sudah mendeklarasikan pembentukannya pada 18 Agustus 2020 di Tugu Proklamasi Jakarta, sampai akhir Agustus 2020, isu KAMI...

Covid-19

Bangsa Indonesia sedang mengalami multi krisis yaitu krisis kesehatan (covid-19), krisis ekonomi (pertumbuhan minus 5,32%), krisis sosial (pengangguran dan kemiskinan yang masif) dan resesi...

Opini

Sejak PDI Perjuangan mengeluarkan rekomendasi yang mencalonkan Gibran, putera sulung Presiden Jokowi menjadi bakal calon Walikota Surakarta, para pakar dan pegiat media sosial sangat...

Opini

Terdapat peluang besar partai Masyumi untuk meraih dukungan masyarakat.

Politik

Partai politik harus direformasi. Pentingnya partai politik direformasi karena partai politik merupakan sumber rekrutmen pemimpin negara. Kalau partai politik baik, maka baiklah bangsa dan...

Pendidikan

Indonesia adalah negara hukum. Konsekuensinya semua kebijakan yang mau dilaksanakan pemerintah harus ada landasan hukumnya yaitu undang-undang yang dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)...