Prabowo Kampanye Akbar di Merauke Dihadiri Lautan Manusia

 In Pemilu

Hari kedua (25/3/2019) kampanye terbuka Pemilu Presiden 2019,  Prabowo melakukan kampanye akbar di Merauke-kawasan  paling timur Indonesia. Kampanye itu dihadiri lautan manusia seperti  kampanye akbar hari pertama (24/3) di Manado dan Makassar.

Dalam tulisan saya sebelumnya  digunakan kata “lautan manusia.” Maksudnya untuk memberi gambaran bahwa yang hadir dalam kampanye sangat banyak manusia.

Mereka yang hadir di setiap kampanye Prabowo-Sandi adalah atas kesadaran sendiri dan biaya sendiri.  Kalau dibiayai, Prabowo-Sandi pasti tidak sanggup menanggung biaya untuk menghadirkan manusia yang begitu banyak yang saya sebut “lautan manusia.”

Banyaknya rakyat yang hadir dalam kampanye akbar Prabowo di Manado, Makassar dan Merauke-Papua, merupakan sinyal yang amat kuat bahwa rakyat Indonesia khususnya di Kawasan Timur Indonesia ingin Prabowo menjadi Presiden RI.

 

Beri Janji dan Semangat

Dalam kampanye akbar di Merauke, Prabowo menyatakan bahwa rakyat Papua sudah banyak berkorban untuk NKRI.  Kalau diberi mandat untuk memimpin Indonesia, maka masalah Papua akan diselesaikan.

Selain itu, Prabowo berjanji akan menurunkan tarif dasar listrik dan harga-harga kebutuhan pokok. “Kami akan menurunkan harga listrik setelah kami berkuasa. Kami turunkan harga listrik di 100 hari partama.”

Dalam berbagai kampanye Prabowo, selalu mengumandangkan pentingnya kebersamaan, kedamaian, persatuan dan kesatuan. Tidak pernah menyerang pribadi, menciptakan kegaduhan baru dalam kampanye. Dia mempersatukan seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku, agama, ras dan sebagainya.

 

Waspada Kecurangan

Beberapa waktu lalu ada yang memberitahu saya bahwa di Papua tengah dirancang agar hasil Pemilu dibuat seperti lima tahun lalu.

Jika hasil Pemilu dibuat seperti lima tanun lalu, maka lautan manusia yang hadir dalam kampanye akbar Prabowo 25 Maret 2019 di Merauke, sama sekali tidak akan tercermin dari hasil Pemilu Presiden-Wakil Presiden dan Pemilu Parlemen (Legislatif) karena dicurangi.

Oleh karena itu, pengawalan Pemilu dan hasil Pemilu Presiden-Wakil Presiden serta Pemilu Parlemen (Legislatif) mutlah dilakukan.  Saya mengusulkan TNI dan POLRI serta masyarakat madani melakukan pengawalan TPS seperti Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017.

Tidak hanya mengawal di TPS (Tempat  Pemungutan Suara) tetapi pada saat kotak suara di bawa ke kecamatan, kabupaten dan kota sampai kotak suara dibuka dan dihitung kembali harus dikawal.

Mencegah terjadinya kecurangan Pemilu Presiden 2019, sangat penting karena jika ada indikasi kecurangan, maka hasil Pemilu akan dipersoalkan dan pasti menjadi sumber keributan dan huru-hara. Kalaupun kasus itu di bawa ke Mahkamah Konstitusi (MK), putusannya belum tentu bisa meredam kemarahan publik.

Suara rakyat yang ingin perubahan, ingin Prabowo menjadi Presiden dan Sandi menjadi Wakil Presiden harus dijaga, dilindungi, dan diselamatkan demi terwujudnya kedamaian, dan ketenangan di seluruh Indonesia.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search