Musni Umar Socmed

Search

unsplash masjidmpd

Pemilu

Parlemen Hasil Pemilu 2019: Umat Islam Harus Terwakili Secara Proporsional

Kita rindu berdemokrasi yang sehat, yang ber Pancasila, yang melibatkan Allah SWT dalam pengambilan keputusan, yang menciptakan kebaikan dan dewasa. Demokrasi yang berakhlaq karimah.

Parliamentary threshold (PT) atau ambang batas suara untuk Pemilu 2019 telah di tetapkan sebesar 4%. Artinya akan terjadi penyaringan yang luar biasa terhadap 16 Parpol yang ikut Pemilu 2019. Polarisasi 2 kekuatan yang menjadi pendukung Jokowi dan Prabowo akan semakin kuat. Banyak masyarakat yang akan memilih Calon Legislatif (Caleg) dari mereka yang mendukung Jokowi atau Prabowo.

Dengan terpecahnya pilihan masyarakat ini, maka suara akan makin terbagi. Untuk kubu 02 yang jumlah parpol pendukungnya lebih sedikit maka akan lebih di untungkan.

Jika kita merujuk pada hasil survei Litbang Kompas yang hanya menempatkan 5 partai politik yang lolos parliament threshold, rasanya harus ada strategi khusus atau mungkin kolaborasi sehingga di parlemen nanti bisa tercipta balancing.

Di media sosial sudah muncul hastag NU vs 01 atau PKI vs 02. Sebuah cara yang di buat untuk menanamkan issue negatif atau mungkin fitnah. Kenapa fitnah, karena banyak pendukung 01 yang merupakan pengurus atau warga aktif NU.

Bisa menjadi negatif, karena di angkat sisi fakta bahwa pengusung faham komunis atau sosialis ada di pendukung 01, tokoh syiah seperti Jalaluddin Rahmat menjadi Caleg PDIP dan lain-lain yang merupakan hal negatif di mata masyarakat. Hal ini menjadi logis terjadi di tengah sistem saat ini. Di mana polarisasi sangat tinggi dan kuat.

Pemilih Caleg dari Partai dengan basis Umat Islam seperti PKS, PPP, PKB, PBB akan terpecah. Penulis meyakini pilihan Pilpres mempengaruhi Pileg.  Pendukung Prabowo akan mempunyai kecenderungan memilih Caleg dari partai pendukung Prabowo, demikian juga sebaliknya. Hal ini akan sangat mempengaruhi peta kekuatan di Parlemen.

Oleh karena itu, untuk melakukan perubahan dari negeri yang semakin kisruh, yang semakin kuat aroma perpecahan antar elemen anak bangsa jangan salah memilih Caleg. Kenali betul dan yakinkan untuk tidak salah memilih. Pendukung Prabowo, pendukung perubahan yang ingin melihat Indonesia menang, berkeadilan, berdaulat dan sejahtera harus fokus pada Caleg dari partai pendukung.

Jika ingin tercipta balancing (perimbangan) diparlemen, maka harus hadir 2 kekuatan di Parlemen. Namun, beresiko timpang jika tidak mewakili secara cukup. Umat Islam sebagai mayoritas pemilih harus terwakili sangat cukup. Suara Umat Islam bisa diarahkan secara baik ke partai pendukung Prabowo disetiap daerah pemilihan, sehingga meyakinkan bahwa suara di parlemen cukup kuat untuk melakukan perubahan.

Sangat Menentukan

Pemilu 2019 akan sangat menentukan seperti apa Indonesia 5 tahun ke depan. Rasa, warna karakter, cara berfikir, kepribadian dari Presiden mendatang akan memberi output Indonesia ke depan.

Fungsi DPR dalam membuat undang-undang (legislasi), membuat anggaran dan melakukan pengawasan akan memberi kejelasan terhadap apa yang menjadi dasar bersikap.

MPR yang terdiri dari anggota Dewan Perwakikan Rakyat (DPR) dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  bisa melakukan amandemen terhadap UUD 1945, membuat dan mengganti produk hukum yang di rasakan kurang pas, kurang tepat dan kurang adil. Tarik menarik kepentingan pasti akan terjadi.

Kita rindu berdemokrasi yang sehat, yang ber Pancasila, yang melibatkan Allah SWT dalam pengambilan keputusan, yang menciptakan kebaikan dan dewasa. Demokrasi yang berakhlaq karimah.

Hal tersebut  bisa terwujud jika wakil rakyat yang terpilih dalam Pemilu 2019 dan duduk di DPR RI merepresentasikan umat Islam yang mayoritas di Indonesia.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengkutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Opini

Fahmi Idris mendirikan Akademi Alquran dan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa (i) untuk mengikuti program tahfiz (hafal Alquran).

Lainnya

Bukan saja teringat kebaikan FPI dalam bidang kemanusiaan, tetapi salut atas kesikapan FPI yang selalu berada di garda terdepan dalam membantu masyarakat yang mengalami...

Opini

Sekarang ini amat banyak yang mendukung Prof Din. Seluruh elemen dari berbagai kelompok masyarakat dan partai politik yang lintas agama, lintas suku, organisasi massa,...

Lainnya

Bikin Mimpi Jadi Reality akan menjadi kenyataan, jika suatu bangsa dan negara mempunyai pemimpin yang mempunyai visi yang merupakan mimpi besar untuk direalisasikan.

Pendidikan

Seminar internasional bertajuk Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid untuk memperingati 65 Tahun Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Opini

Kemuliaan adalah satu konsep dalam Islam, yang jika diamalkan, maka kita akan meraih kemuliaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Bagaimana cara meraih kemuliaan...

Opini

Islamfobia sangat merugikan karena Islam dan umat Islam dicitrakan serba negatif - seolah tidak ada baiknya. Islamophobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka,...

Lainnya

Pemanfaatan social media dan internet untuk mempromosikan ajaran Islam di era digital yang sangat berkembang terutama saat wabah Corona, karena banyak yang pakai internet...