Ali Muchtar Ngabalin Beri Contoh Buruk, Sebaiknya Tidak Diikuti

 Kategori Opini

Sejak beberapa bulan yang lalu, Ali Muchtar Ngabalin ramai dibicarakan di media. Fenomena Ngabalin dan sepak terjangnya, ada baiknya menjadi bahan renungan.

Sosok Ali Muchtar dengan sorban putih melingkar di kepalanya terlihat Islami dan seolah alim atau shaleh, tetapi kurang mencerminkan sebagai seorang alim (berilmu).

Kalah Dengan Dunia

Masyarakat luas memandang Ali Muchtar Ngabalin telah memilih menjadi manusia yang kalah dengan dunia.

Lima tahun lalu menjadi tim sukses Prabowo-Hatta dan vokal bicara di media tentang tidak pentingnya Jokowi. Sekarang sebaliknya, sangat keras dan terkesan membabi buta membela semua aspek tentang Jokowi.

Aspek lain yang disorot  publik, sepak terjang Ali Muchtar Ngabalin yang nampak kasar dan cenderung kurang berakhlak ketika berbeda pandangan atau sikap dengan lawan politiknya.

Publik menyorot bahwa  fenomena Ali Muchtar Ngabalin merupakan contoh nyata manusia munafik yang saat ini banyak ditemukan di negara kita sebagaimana disebut Allah dalam Al-Qur’an dan Hadist Nabi Muhammad SAW.

Di dalam kitab Ihya Ulumuddin disebutkan bahwa khalifah Umar bin Khattab RA pernah mengatakan bahwa yang menghancurkan Islam adalah orang alim yang menyimpang, orang munafik yang pandai mendebat Al-Qur’an dan menggunakan Al-Qur’an untuk kepentingan pribadi serta para pemimpin sesat.

Apa yang Ali Muchtar Ngabalin pertontonkan yang dipublikasikan secara luas oleh banyak media, merupakan contoh buruk yang di lihat anak cucu kita yang sama sekali tidak layak untuk ditiru.

Benarkan Konsep Trinitas

Dalam video yang beredar luas, tampak Ali Muchtar Ngabalin berbicara didepan jamaah gereja, dengan membenarkan konsep trinitas serta menghina saudara Muslimnya yang teguh dengan ajaran tauhidnya.

Dalam Al-Quran Surat An Nisa ayat 171, Allah SWT mengatakan “Wahai Ahli Kitab janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu adalah utusan Allah SWT dan (yang diciptakan dengan) kalimatNYA yang disampaikanNYA kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari NYA. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul RasulNYA dan janganlah kamu mengatakan Tuhan itu tiga … “.

Al-Qur’an juga telah menegaskan kufurnya doktrin trinitas ini dan mengancam para penganutnya dengan siksaan (azab) yang pedih. Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 17 menegaskan: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, sesungguhnya Allah itu adalah Al Masih putera Maryam.” Hal yang senada juga Allah SWT sampaikan dalam surah Al Maidah ayat 73 dan 116.

Bukan toleransi namanya, jika mencampuradukkan ajaran Islam. Toleransi bukan mencampur-adukkan antara yang haq dan bathil.

Islam ajaran yang penuh toleransi dan melindungi kelompok non Muslim. Namun, umat Islam di larang mengakui yang telah jelas di larang oleh Allah yang tercantum dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dalam perang sekalipun, ajaran Islam melarang untuk mengganggu rumah Ibadah kelompok non Muslim. Demi Allah, apa yang di pertontonkan Ali Muchtar Ngabalin adalah penghinaan dan bentuk ketidak-percayaan dia terhadap Al Quran.

Beri Contoh Buruk

Ali Muchtar Ngabalin telah menjadi contoh dari perilaku buruk yang menyesatkan yang tidak untuk ditiru anak cucu Muslim dan Muslimah.

Sikap tidak pantas Ali Muchtar Ngabalin ialah kebiasaan menundukkan kepala atau membungkuk kepala kepada sang penguasa, pejabat atau tunduk kepada semua pesanan.

Padahal dalam sebuah Hadist dari Sahabat Anas bin Malik RA beliau menyatakan “seorang lelaki pernah bertanya, ya Rasulullah apabila salah seorang dari kami bertemu saudara atau sahabatnya (termasuk pemimpin) bolehkah dia menundukkan atau membungkuk untuk menghormatinya? Rasul menjawab TIDAK BOLEH. Jadi silahkan ajarkan anak cucu kita untuk jangan meniru cara yang dilakukan Ali Muchtar Ngabalin.

Politisi Berkarakter

Saat ini kita sangat butuh politisi atau pejabat publik yang mempunyai karakter. Yang punya sikap, tidak goyah karena godaan dunia.

Tengok Moh. Roem, Moh. Natsir, Sjafrudin Prawiranegara, Kasman Singodimedjo dan lain-lain. Mereka berkarakter, punya integritas, punya ilmu yang cukup dan konsisten (istiqamah).

Politisi atau pejabat publik jangan berdusta. Salah itu manusia. Jujur terhadap salah dan saat lupa itu beretika. Jangan sudah jelas keliru, lalu memberikan narasi atau pembenaran, sehingga yang timbul adalah sikap dungu, sikap bahlul yang jauh dari sikap dewasa.

Walaupun begitu, kita tidak usah hina dan ejek Ali Muchtar Ngabalin. Dia telah memilih jalannya. Biarkan dia menikmati perannya saat ini. Biarkan dia merusak akidahnya dengan menabrak hal yang telah dilarang oleh Allah SWT .

Sebaiknya peran Ali Muchtar Ngabalin kita jadikan sebagai tontonan dunia saja, dengan harapan generasi muda dan anak cucu kita tidak mengikutinya.

Recent Posts

Start typing and press Enter to search

Tidak Ada Sahabat Yang Sejati Dr. Habib Rizieq Shihab Versus Prof. Yusril Ihza Mahendra