Connect with us

Musni Umar: Ulama dan Tokoh Agama Tidak Boleh Netral dalam Pemilu
twitter musniumar

Pendidikan

Musni Umar: Ulama dan Tokoh Agama Tidak Boleh Netral dalam Pemilu

Ulama dan tokoh agama jangan netral dan harus selalu berani memandu masyarakat untuk melakukan perubahan. Dikemukakan Musni Umar dalam Acara silaturrahmi pemerintah kota jakarta timur dengan pemuka agama di the Rizen hotel Cisarua Bogor Jawa Barat (11/4/2019) yang mengundang Musni Umar sebagai Narasumber.

Ulama, Tokoh Agama, Pimpinan Organisasi Massa, Imam Masjid dan Dai tidak boleh netral dalam Pemilu.

Musni Umar mengemukakan hal tersebut (11/4/2019) ketika menjawab pernyataan seorang peserta silaturrahim Ulama dan Tokoh Agama se-Jakarta Timur yang mengatakan Ulama dan Tokoh Agama sebaliknya bersikap netral dalam Pemilu.

Menurut Musni Umar, konstitusi negara kita mengatur bahwa setiap warga negara Indonesia berhak dipilih dan memilih. Dalam rangka menggunakan hak konstitusi, setiap WNI harus aktif menyukseskan Pemilu yang merupakan agenda nasional dalam berbangsa dan bernegara.

TNI, Polisi dan Aparatur Sipil Negara/Pegawai Sipil Negara harus netral karena undang-undang mengatur seperti itu sebab mereka digaji oleh negara. Mereka harus berdiri di atas semua golongan, agama, suku dan sebagainya.

Ulama dan tokoh agama secara teologis diperintahkan oleh ajaran agamanya untuk memandu, membimbing dan mengajak umat manusia dan umatnya untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan yang tidak baik.

Maka, ulama dan tokoh agama tidak boleh netral dalam memilih calon Presiden-calon Wakil Presiden serta para calon anggota parlemen (legislatif). Harus aktif memandu masyarakat supaya memilih calon pemimpin yang terbaik untuk membawa  seluruh bangsa Indonesia segera bangkit dan maju seperti bangsa-bangsa lain di dunia.

Secara sosiologis, ulama dan tokoh agama adalah rujukan masyarakat yang diikuti nasihatnya sebab ulama dan tokoh agama adalah pewaris para Nabi. Oleh karena itu, ulama dan tokoh masyarakat tidak boleh netral dalam Pemilu.

Ulama dan tokoh agama jika netral-tidak berani memandu masyarakat untuk melakukan perubahan, maka bangsa dan negara kita bisa semakin rusak dan akhirnya akan bubar seperti Kerajaaan Majapahit, Kerajaan Sriwijaya, Uni Sovyet, Yugoslavia, Daulah Ustmaniyah dan lain sebagainya.

Musni Umar memulai ceramahnya dengan mengemukakan berbagai permasalahan bangsa dan negara yang dihadapi seperti ketidak-adilan dalam bidang ekonomi dan hukum yang melahirkan kesenjangan sosial yang luar biasa, kebenaran dan kejujuran tidak diamalkan yang menyebabkan korupsi merajalela.  Selain itu, kemiskinan dan kebodohan masih dialami sebagian besar bangsa Indonesia.

Semua itu terjadi menurut Musni Umar karena para pemimpin Indonesia yang sudah silih berganti  dalam memimpin bangsa dan negara tidak mewujudkan Pembukaan UUD 1945  dan Pancasila secara murni dan konsekuen seperti mengutamakan “mencerdaskan kehidupan bangsa.” Dampaknya, walaupun Indonesia sudah merdeka 73 tahun lamanya sebagian besar bangsa Indonesia tidak mempunyai pendidikan dan kepakaran yang bisa membawa Indonesia maju seperti bangsa-bangsa lain.

Kegiatan silaturrahim Ulama dan Tokoh Agama diikuti Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, Aisyiah, BKMT, PGI, Walubi, Matakin, Imam Masjid dan kader Ulama,  diprakarsai dan dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kota Jakarta Timur di The Rizen Hotel Cisarua Bogor Jawa Barat.

Foto-foto Kegiatan dan Peserta Silaturrahim Pemerintah Kota Jakarta Timur dengan Pemuka Agama di The Rizen Hotel Cisarua Bogor Jawa Barat (11/4/2019)

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Opini

Hakim Ketua Khadwanto, SH yang mengadili HRS di Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah vonis Habib Rizieq Shihab dengan hukuman 4 tahun penjara dalam kasus...

Pendidikan

Rektor Universitas Ibnu Chaldun merasa sangat prihatin dan menyesalkan adanya pemberitaan di sebuah media online tanpa cek & recek serta kroscek telah menyebarkan hoax...

Pemilu

Sejarah pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 cukup mengenaskan karena kematian massal panitia pemilu sebanyak 894 petugas dan petugas lainnya yang sakit ada 5175 orang.

Pendidikan

Musni Umar, rektor Universitas Ibnu Chaldun mengingatkan kepada seluruh Sivitas Akademika Universitas Ibnu Chaldun bahwa UIC tahun 2021 genap 65 tahun. Ditengah bangsa Indonesia...

Covid-19

Sosiolog senior Musni Umar mengatakan bahwa resesi ekonomi telah menimbulkan efek domino yang mengerikan terhadap masyakat karena terjadi efek berantai.

Lainnya

Cara masuknya kelompok maupun paham-paham radikalisme salah satunya dengan menempatkan orang yang memiliki paham radikal dengan kemampuan keagamaan dan penampilan yang tampak mumpuni.

Pendidikan

Universitas Ibnu Chaldun, terhitung mulai 1 sampai 19 April 2020 perkuliahan dilanjutkan melalui jarak jauh.

Covid-19

Tidak benar dan salah tuduhan yang dilontarkan bahwa mereka yang ngotot lockdown punya niat busuk