Musni Umar Socmed

Search

Kawal TPS dan Lingkungan untuk Cegah Kecurangan Pemilu dan Politik Uang
Pemenang Lomba Mural Pemilu 2019 KPU DKI - twitter kpu_dki

Pemilu

Kawal TPS dan Lingkungan untuk Cegah Kecurangan Pemilu dan Politik Uang

Untuk mencegah terjadinya kecurangan Pemilu, maka harus ada gerakan kawal TPS. Disamping itu, gerakan kawal lingkungan supaya politik uang tidak merajalela. Gerakan kawal TPS dan lingkungan tempat tinggal, diharapkan mengurangi terjadinya kecurangan Pemilu dan politik uang.

Tulisan ini merupakan manifestasi dari kecintaan terhadap bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia, karena kalau terjadi kecurangan Pemilu, protes sosial pasti terjadi.

Untuk mencegah terjadinya kecurangan Pemilu, maka harus ada gerakan kawal TPS. Disamping itu, gerakan kawal lingkungan supaya politik uang tidak merajalela.

Kasus pencoblosan suara di negara bagian Selangor Malaysia yang di videokan dan menjadi viral merupakan bukti bahwa kasus serupa bisa terjadi dalam Pemilu di dalam negeri pada 17 April 2019.

Oleh karena itu mahasiswa dan masyarakat madani (civil society) harus berpartisipasi mengawal TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan kotak suara di Kecamatan dan Kabupaten, agar bisa dicegah terjadinya kecurangan Pemilu.

Selain itu, potensi politik uang sangat besar dalam Pemilu. Kasus 6 kurir bawa uang asing Rp 90 milyar lebih  yang diamankan Polisi di bandara Soekarno Hatta yang telah dipublikasikan media secara luas, bisa di duga untuk dana politik uang pada masa tenang menjelang Pemilu 17 April 2019.

Begitu juga kasus Bowo Sidik Pangarso yang terkeno OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK yang menyiapkan 400 ribu amplop untuk serangan fajar di Pemilu merupakan bukti bahwa politik politik uang ada dan bisa masif dilaksanakan menjelang Pemilu.


Cegah Kecurangan dan Politik uang

Untuk mencegah kecurangan Pemilu dan politik uang, maka mahasiswa dan masyarakat madani di manapun berada, sebaiknya melakukan 6 (enam) hal.

Pertama, pada 17 April 2019 saat Pemilu dilaksanakan, bangunlah lebih pagi sesudah shalat Subuh, mandi dan sarapan pagi, pakai jaket almamater dan langsung ke TPS. Jika sudah ada PPS langsung daftar dan memilih lebih dahulu.

Kedua, catat Nomor TPS berikut alamatnya dan ikut ciptakan suasana damai dan tenang dilingkungan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketiga, kalau ada masalah di TPS atau di lingkungan TPS supaya dikoordinasikan dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan petugas keamanan supaya diselesaikan dengan baik dan foto sebagai bahan bukti.

Keempat, jika waktu istirahat dan shalat sudah tiba, maka sebaiknya shalat dan istirahat di lokasi. Jangan tinggalkan lokasi TPS.

Kelima, kalau proses pemungutan suara sudah selesai, dan penghitungan suara dimulai, maka catat atau foto hasil perolehan suara calon anggota parlemen dan pasangan Capres-Cawapres.

Keenam, sebaiknya ikut kawal data hasil Pemilu yang dibawa ke Kecamatan dan saksikan penghitungan suara di Kecamatan dan kabupaten/kota. Informasikan melalui media sosial hasil Pemilu di TPS untuk mencegah kecurangan.


Cegah Politik Uang

Politik uang dilarang oleh agama dan undang-undang, akan tetapi tetap saja ada yang nekad melakukannya.

Untuk mencegah politik uang, maka sebaiknya 5 (lima) hal dilakukan.

Pertama, beritahu masyarakat supaya tidak menerima politik uang dan politik sembako karena bertentangan dengan ajaran agama dan hukum yang berlaku.

Kedua, sebaiknya ronda untuk mencegah serangan malam, serangan fajar, serangan dhuha, serangan siang yang membagi uang dan sembako pada hari tenang.

ketiga, foto jika ada yang melakukan politik uang dan membagi sembako dan publikasikan ke media sosial untuk mempermalukan yang bersangkutan.

Keempat, gunakan modal di masyarakat seperti Masjid, Mushalla, Gereja, Majelis Ta’lim, Posyandu dan lain sebagai untuk memberitahu masyarakat supaya bersama-sama mencegah politik uang dan politik sembako.

Kelima, kalau terpaksa harus menerima uang dan sembako dari caleg atau relawannya, maka beritahu masyarakat jangan pilih caleg yang memberi uang dan sembako.

Gerakan kawal TPS dan lingkungan tempat tinggal, diharapkan mengurangi terjadinya kecurangan Pemilu dan politik uang.

Semua harus sadar dan berpartisipasi mencegah kecurangan Pemilu, supaya tidak terjadi protes sosial dalam bentuk people power yang dipimpin Habib Rizieq Shihab yang hidup di pengasingan di Makkah Al Mukarramah Arab Saudi.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengkutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Opini

PDIP, Partai Gerinda, PAN dan PPP telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka tidak setuju adanya revisi UU Pemilu.

Lainnya

Sistem demokrasi tidak sempurna. Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi, telah menunjukkan boroknya.

Opini

Pada saat artikel ini ditulis , belum ada pengumuman resmi dari Panitia Pemilihan Umum Amerika Serikat bahwa Joe Biden dan Kamala Harris telah memenangi...

Opini

Pada 3 November 2020, rakyat Amerika Serikat akan datang ke berbagai tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyoblos calon Presiden Amerika Serikat untuk 4 tahun...

Pendidikan

Universitas Ibnu Chaldun, terhitung mulai 1 sampai 19 April 2020 perkuliahan dilanjutkan melalui jarak jauh.

Covid-19

Tidak benar dan salah tuduhan yang dilontarkan bahwa mereka yang ngotot lockdown punya niat busuk

Covid-19

Berdasarkan pengalaman pemilu 2019, saya sangat khawatir korban wabah covid-19 yang terus bertambah jumlahnya seperti peristiwa pemilu serentak tahun 2019, karena dibiarkan seiring dengan...

Lainnya

Masyarakat Indonesia yang masih mempercayai akan datang Imam Mahdi dan ratu adil yang mirip dengan kepercayaan sebagian masyarakat Jawa "satrio piningit," selalu merindukan datangnya...