Connect with us

Perlu Dibentuk Tim Pencari Fakta Kecurangan Pilpres 2019 Dari Kalangan Independen
emak-emak gruduk kpu ri meminta kpu netral sebagai penyelenggara pemilu, jum'at (26/4/2019) - twitter jmudanusantara

Pemilu

Perlu Dibentuk Tim Pencari Fakta Kecurangan Pilpres 2019 Dari Kalangan Independen

Saya setuju dan mendukung dibentuknya Tim Pencari Fakta Kecurangan Pilpres 2019Untuk mencari fakta yang independen tentang dugaan kecurangan Pilpres, apakah benar terjadi secara terstruktur, sistimatis dan masif. Untuk mendapatkan kepastian benar tidaknya terjadi kecurangan terstruktur, sistimatus dan masif dalam Pilpres 2019.

Pimilihan Umum (Pemilu) serentak yaitu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dan Pemilihan anggota Legislatif atau anggota Parlemen sudah dilaksanakan 17 April 2019.

Akan tetapi sampai saat ini, gonjang-ganjing Pemilu masih terjadi. Persoalannya, diduga keras telah terjadi kecurangan dalam Pilpres.

Komisioner Bawaslu RI Afifudin telah merilis ribuan kecurangan Pemilu mulai KPPS tidak netral atau tidak independen, KPPS mencoblos form C1, dan sebagainya.


Selain itu, media sosial memberitakan berbagai peristiwa kecurangan Pemilu seperti ada yang membawa lari kotak suara, membakar kotak suara, menggergaji gembok kotak suara dan mengganti isinya, melakukan politik uang, dugaan melakukan intimidasi supaya rakyat memilih calon tertentu, mengurangi dan menambah angka dalam input data C1 di komputer KPU, mengatur input yang menguntungkan Capres-Cawapres tertentu dan lain sebagainya.

Disamping itu, Badan Pemenanganan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi telah melaporkan berbagai kecurangan Pemilu kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI yang menyebut kecurangan terstruktur, sistimatis dan masif.

Tak ketinggalan, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf sudah mengemukakan ke media bahwa sekitar 25.000 kasus kecurangan yang dilakukan BPN Prabowo-Sandi, walaupun sulit diterima akal sehat, karena yang berpotensi melakukan kecurangan adalah yang berkuasa.


Bentuk Tim Pencari Fakta

Untuk mengakhiri kisruh dugaan kecurangan yang terjadi dalam Pemilu 2019, tidak mudah mencari solusinya.

Oleh karena itu, saya setuju dan mendukung dibentuknya Tim Pencari Fakta Kecurangan Pilpres 2019.

Setidaknya ada lima alasan yang mendasari perlunya dibentuk Tim Pencari Fakta Kecurangan Pilpres 2019.

Pertama, untuk mencari fakta yang independen tentang dugaan kecurangan Pilpres, apakah benar terjadi secara terstruktur, sistimatis dan masif.


Kedua, untuk mendapatkan kepastian benar tidaknya terjadi kecurangan terstruktur, sistimatus dan masif dalam Pilpres 2019.

Ketiga, untuk menemukakan solusi dari kekisruhan yang terjadi akibat dugaan kecurangan dalam Pilpres.

Keempat, untuk menjadi mediator dalam penyelesaian kecurangan Pilpres sehingga people power tidak terjadi.

Kelima, untuk mengakhiri kisruh kecurangan Pilpres yang bisa membawa bangsa Indonesia terpecah belah.

Baca Juga

Opini

Isu 3 periode bertambah ramai, setelah Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mewacanakan amandemen UUD. Sontak publik ribut sebab mereka mengaitkan wacana 3 periode dengan...

Pemilu

Partai Ummat yang dibidani kelahirannya oleh Prof Dr M. Amien Rais dideklarasikan pendiriannya pada 17 Ramadan 1442H 29 April 2021 di Yogyakarta. Partai ini...

Politik

Krisis politik di Myanmar adalah akibat kudeta militer yang telah berlangsung selama hampir tiga bulan, yang diprotes rakyat Myanmar dengan berdemonstrasi yang dibalas oleh...

Politik

Pada 14 April 2021 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah melaksanakan silaturrahim sekaligus buka puasa bersama dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dihadiri pimpinan kedua...

Pemilu

Sejarah pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 cukup mengenaskan karena kematian massal panitia pemilu sebanyak 894 petugas dan petugas lainnya yang sakit ada 5175 orang.

Opini

PDIP, Partai Gerinda, PAN dan PPP telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka tidak setuju adanya revisi UU Pemilu.

Lainnya

Sistem demokrasi tidak sempurna. Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi, telah menunjukkan boroknya.

Opini

Pada saat artikel ini ditulis , belum ada pengumuman resmi dari Panitia Pemilihan Umum Amerika Serikat bahwa Joe Biden dan Kamala Harris telah memenangi...