Mengubah Prioritas Pembangunan Dari Ekonomi ke Pendidikan

 Kategori Pendidikan, Opini

Mengapa Indonesia sampai saat ini belum maju seperti bangsa-bangsa lain? Jawabannya yaitu prioritas pembangunan di bidang pendidikan harus diutamakan.

Pada hari Kamis tanggal 2 Mei 2019, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional atau nama populernya Hardiknas.

Dalam suasana memperingati Hari Pendidikan Nasional, sebagai bangsa yang ingin bangkit dan maju, sudah seharusnya melakukan evaluasi, mengapa Indonesia sampai saat ini belum maju seperti bangsa-bangsa lain yang sudah maju. Padahal Indonesia sudah membangun selama 50 tahun lebih dengan menghabiskan anggaran yang amat besar dan berutang dalam jumlah yang luar biasa besar.

Menurut saya, Indonesia sampai saat ini belum maju seperti Jepang, Korea, Singapura dan negara-negara lain yang sudah maju karena selama 50 tahun lebih kita membangun, kita tidak memberi prioritas pada pembangunan di bidang pendidikan.

Prioritas pembangunan ekonomi selama 50 tahun lebih kita membangun, memang terjadi kemajuan, tetapi yang menikmati kemajuan hanya segelintir orang. Mereka yang sudah kaya sejak zaman penjajahan Belanda, dan lahir orang kaya baru dari kalangan keluarga penguasa.


Sementara mayoritas bangsa Indonesia hanya kelihatan sudah kaya dan maju karena sudah punya motor dan banyak mobil yang membuat jalan macet di berbagai kota besar dan Indonesia sudah memiliki jalan toll dan belakangan ini sudah dibangun MRT di Jakarta.

Akan tetapi, sejatinya bangsa Indonesia belum maju karena mayoritas pendidikannya masih rendah dan kualitas pendidikan masih harus ditingkatkan. Selain itu, semua yang dipergunakan adalah produk asing bukan produk bangsa Indonesia.


Salah Arah Pembangunan

Secara idiologis, para pendiri negara kita telah memberi arah tujuan kita merdeka, diantaranya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sarana untuk mencerdaskan bangsa ialah pendidikan. Sejatinya sejak kita merdeka 17 Agustus 1945, pendidikan sudah menjadi skala prioritas.

Akan tetapi para perancang ekonomi Indonesia di awal Orde Baru, menjadikan pembangunan ekonomi sebagai prioritas utama.

Setelah terjadi reformasi, sejatinya pembangunan Indonesia yang sudah salah arah diluruskan, tetapi yang terjadi pembangunan yang sudah salah arah diteruskan dengan tetap memberi prioritas pada pembangunan ekonomi.

Pembangunan ekonomi mengalami kemajuan, tetapi yang maju hanya sebagian kecil dari bangsa Indonesia, yaitu mereka yang sudah berpengalaman, yang tidak lain adalah para komprador dan keturunannya yang sejak zaman masa penjajahan Belanda sudah jadi kaki tangan penjajah dalam bidang ekonomi.

Sementara para kaum pribumi yang tidak berpengalaman dalam bidang bisnis bukannya dilatih dan didorong untuk mengambil bahagian dalam pembangunan ekonomi, tetapi seolah dibuka peluang seluas-luasnya menjadi pegawai pemerintah, BUMN dan swasta.

Dampak negatifnya ekonomi Indonesia dikuasai oleh mereka. Setelah terjadi reformasi, yang menghadirkan kebebasan bersaing secara penuh, mereka semakin kaya dan menguasai hampir seluruh sektor ekonomi Indonesia.

Untuk mempertahankan penguasaaan mereka terhadap ekonomi Indonesia, mereka rela menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk mendukung penguasa yang bisa bekerjasama dan melindungi kepentingan mereka, sehingga ekonomi terus-menerus dikuasai oleh mereka.


Prioritaskan Pendidikan

Secara teologis, Islam pada khususnya memandang amat penting tentang pendidikan sebagai sarana mendorong terjadinya mobilitas vertikal.

Melalui pendidikan, mereka yang bodoh dan miskin bisa naik pangkat menjadi pintar dan tidak miskin.

Lima ayat dalam surat Al ‘Alaq yang pertama diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dimulai dengan perintah “Iqra'” (membaca).


Ayat tersebut memberi panduan kepada manusia terutama umat Islam tentang pentingnya membaca. Membaca merupakan instrumen utama dalam pendidikan. Dengan demikian pendidikan merupakan kunci meraih kemajuan termasuk untuk bisa diberi amanah menjadi “khalifah” (penguasa) di muka bumi.

Itu sebabnya Nabi Muhammad SAW mewajibkan pendidikan bagi laki-laki dan perempuan (Hadist sahih).

Bahkan Allah menjelaskan dalam Alqur’an: “Allah akan meninggikan kedudukan diantara orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu pengetahuan pada kedudukan yang bertingkat-tingkat.”

Semoga dalam suasana memeringati Hari Pendidikan Nasional tahun ini, mereka yang sedang diberi amanah untuk memerintah negeri ini segera menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan Indonesia.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Mahasiswa UIC Sukses Pengawasan Partisipatif, Exit Poll dan Quick Count Pemilu 2019Presiden Jokowi Sebaiknya Bentuk Tim Pencari Fakta Kematian Petugas Pemilu