Connect with us

Presiden Jokowi Sebaiknya Bentuk Tim Pencari Fakta Kematian Petugas Pemilu
jenazah irsan diangkut oleh keluarga, irsan adalah anggota kpps di kabupaten magetan yang meninggal diduga mengalami kelelahan dalam melaksanakan tugas pemilu 2019 - twitter

Pemilu

Presiden Jokowi Sebaiknya Bentuk Tim Pencari Fakta Kematian Petugas Pemilu

Pembentukan Tim Pencari Fakta Kematian Petugas Pemilu yang disingkat TPF KPP sangat penting. Pembentukan TPF KPP semata-mata untuk mewujudkan tugas negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan empat alasan lain yang dikemukakan, sehingga tidak ada alasan untuk menolak pembentukannya. Allah menegaskan dalam Alqur’an surah Al Maidah ayat 32 yang artinya “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya…”

Din Syamsuddin, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengusulkan supaya dibentuk Tim Pencari Fakta Sebab-sebab Kematian Petugas Pemilu.


Pembentukan Tim Pencari Fakta Kematian Petugas Pemilu yang disingkat TPF KPP sangat penting. Setidaknya ada lima alasan perlunya dibentuk TPF KPP.

Pertama, alasan ideologis. Pembukaan UUD 1945 memerintahkan “Untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.”

Siapapun dan dari manapun asal usulnya, setiap bangsa Indonesia harus dilindungi jiwanya (nyawanya), agamanya, budayanya, kepercayaannya, dan lain sebagainya.

Penanggungjawab pertama untuk melindungi setiap bangsa Indonesia adalah negara yang dipimpin oleh seorang Presiden dan Wakil Presiden.


Kedua, alasan humanity (kemanusiaan). Manusia Indonesia mempunyai hak untuk hidup dan memperoleh keadilan sebagaimana tercantum dalam sila kedua dari Pancasila yaitu “kemanusiaan yang adil dan beradab” dan pasal-pasal mengenai hak-hak asasi manusia yang tercantum dalam UUD 1945.

Ketiga, alasan teologis. Dalam Islam, nyawa manusia sangat berharga sehingga wajib dijaga, dipelihara, dilindungi. Membunuh satu orang, sama seperti membunuh semua orang. Allah menegaskan dalam Alqur’an surah Al Maidah ayat 32 yang artinya “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya…”

Keempat, alasan sosiologis. Masyarakat sangat prihatin dan mempertanyakan apa yang menjadi penyebab meninggalnya 440 orang lebih dan ribuan orang sakit petugas Pemilu.


Keprihatinan itu, wajib direspon dengan membentuk Tim Pencari Fakta Kematian Petugas Pemilu, agar seluruh bangsa Indonesia mengetahui penyebabnya, dan mengambil pelajaran dari peristiwa tragis tersebut.

Kelima, mencegah terulangnya kematian massal petugas Pemilu dan ribuan orang sakit. Kalau dibiarkan dan seolah tidak ada masalah, maka saya khawatir tidak ada yang mau menjadi petugas Pemilu di masa yang akan datang.

Orang normal dan yang berakal sehat pasti tidak mau mati sia-sia, kecuali dalam rangka membela agama, banyak yang rela syahid karena balasannya syurga.


Dibentuk Oleh Presiden Jokowi

Tim Pencari Fakta Kematian Petugas Pemilu, sebaiknya dibentuk dan yang membentuk adalah Presiden Jokowi.

Menurut saya pembentukan TPF KPP walaupun mereka yang meninggal dunia berkaitan dengan pelaksanaan tugas Pemilu yang merupakan agenda politik, tetapi tidak usah dikaitkan dengan politik Pemilu.

Pembentukan TPF KPP semata-mata untuk mewujudkan tugas negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan empat alasan lain yang dikemukakan, sehingga tidak ada alasan untuk menolak pembentukannya.

Anggota TPF KPP saya usulkan terdiri dari para tokoh masyarakat, tokoh agama seperti Din Syamsuddin, Magnis Suseno, para pakar dan cendekiawan. Saya usulkan masa kerja TPF KPP sekitar 3 (tiga) bulan atau sampai semua fakta jelas terungkap. Jika diperlukan demi bangsa dan negara, saya siap menjadi anggota Tim Pencari Fakta Kematian Petugas Pemilu.


Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

Opini

Sangat menarik pernyataan Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Agraria dan Tata Ruang (2014 - 2016) yang menyatakan bahwa rakyat sangat arif dan adil dalam mempergilirkan...

Opini

Isu 3 periode bertambah ramai, setelah Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mewacanakan amandemen UUD. Sontak publik ribut sebab mereka mengaitkan wacana 3 periode dengan...

Pemilu

Partai Ummat yang dibidani kelahirannya oleh Prof Dr M. Amien Rais dideklarasikan pendiriannya pada 17 Ramadan 1442H 29 April 2021 di Yogyakarta. Partai ini...

Politik

Krisis politik di Myanmar adalah akibat kudeta militer yang telah berlangsung selama hampir tiga bulan, yang diprotes rakyat Myanmar dengan berdemonstrasi yang dibalas oleh...

Politik

Pada 14 April 2021 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah melaksanakan silaturrahim sekaligus buka puasa bersama dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dihadiri pimpinan kedua...

Pemilu

Sejarah pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 cukup mengenaskan karena kematian massal panitia pemilu sebanyak 894 petugas dan petugas lainnya yang sakit ada 5175 orang.

Opini

PDIP, Partai Gerinda, PAN dan PPP telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka tidak setuju adanya revisi UU Pemilu.

Lainnya

Sistem demokrasi tidak sempurna. Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi, telah menunjukkan boroknya.