Puasa Ramadhan Sarana Melatih Jujur yang Nyaris Pupus di Negara Kita

 Kategori Ramadhan 1440H

Pada 06 Mei 2019 bertepatan 01 Ramadhan 1440 H adalah hari di mana umat Islam yang beriman di seluruh dunia memulai melaksanakan puasa (shaum) Ramadhan.

Mereka yang beriman diwajibkan melaksanakan shaum atau puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Hal itu ditegaskan dalam Alquran surat Albaqarah ayat 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu untuk shaum (puasa) sebagaimana telah diwajibkan sebelum kamu. Semoga kamu bertakwa.”


Hikmah Puasa Ramadhan

Puasa sangat banyak hikmah yang bisa diperoleh bagi yang melaksanakan. Setidaknya ada enam hikmah puasa.

Pertama, tumbuh rasa syukur, karena dengan berpuasa, kita bisa merasakan lapar dan dahaga. Jika puasa dihayati, semakin bertambah rasa syukur kepada Allah karena beruntung tidak jadi orang miskin; yang sepanjang masa sering berpuasa karena kurang uang untuk membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Kedua, tumbuh rasa kedermawanan sosial, sebab dengan puasa kita bisa merasakan lapar dan dahaga. Dengan puasa, tumbuh rasa ingin berbagi-membantu mereka yang miskin supaya berubah nasib dari miskin menjadi tidak miskin.

Contoh kedermawanan yang bisa dilakukan, misalnya memberi beasiswa kepada anak-anak miskin untuk melanjutkan pendidikan. Setelah anak-anak miskin memperoleh pendidikan yang baik dan tinggi, bisa bekerja atau membuka usaha sendiri, sehingga mampu mengangkat derajat orang tua dari miskin menjadi tidak miskin.

Ketiga, menjadi lebih sehat. Sabda Nabi Muhammad SAW shuumuu tashihhuu (Berpuasalah supaya sehat). Para pakar kesehatan sudah banyak mengulas bahwa berpuasa membuat badan menjadi sehat. Darah bisa menjadi normal karena puasa. Kalau gemuk, dengan puasa bisa turun tingkat kegemukan.


Keempat, semakin bertambah dekat kepada Allah. Oleh karena, pada bulan Ramadhan, banyak melakukan ibadah mahdhah (murni) seperti traweh, membaca Alquran, shalat lima waktu, shalat Sunat dan sebagainya, sehingga kedekatan secara spiritual kepada Allah sangat tinggi. Selain itu, ibadah amaliyah meningkat seperti bayar zakat fitrah, zakat harta, sadaqah, infaq dan sebagainya.

Kelima, meningkat silaturrahim antar umat Islam dan umat agama lain, karena momentum Ramadhan banyak dimanfaatkan untuk buka puasa bersama yang melibatkan sanak kerabat, teman separtai politik, seorganisasi, sekantor dan sebagainya.

Keenam, puasa menghadirkan orang-orang jujur. Oleh karena, puasa tidaknya seseorang, hanya dirinya dan Allah yang tahu. Maka, puasa melatih kaum Muslim dan Muslimat bersikap jujur dan benar, yang saat ini sudah langka dan nyaris pupus di negara kita.


Latihan Jadi Manusia Taqwa

Puasa Ramadhan selama sebulan penuh merupakan latihan mental dan pisik serta latihan menjadi manusia taqwa.

Pada saat puasa, kita dilatih untuk sabar, tabah, menahan amarah dan lapar serta dahaga. Juga dilatih tidak makan pada siang hari, dengan asupan makanan pada malam hari, pisik tetap fit dan sehat.

Puasa bukan hanya latihan mental dan pisik, tetapi tujuan akhirnya untuk mewujudkan orang-orang yang bertaqwa kepada Allah.

Ibnu Abbas (radhiallahu anhu) berkata bahwa Almuttaqin ialah orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang meyakini (Allah) dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan patuh segala perintahNya.

Salah satu ciri orang yang bertaqwa ialah orang yang rela berkorban untuk mewujudkan hal yang benar, yang jujur dan adil, pada saat lingkungan kita tidak peduli dan menganggap penting ditegakkan dan diamalkan kebenaran, kejujuran dan keadilan di negeri ini.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Gelora Ramadhan: Universitas Ibnu Chaldun Miniatur NKRI Yang Amalkan Nilai-Nilai Islam