Prabowo Sandi Bersama Ulama dan Rakyat Meneruskan Perjuangan

 Kategori Pemilu

Pemilu 2019 penuh kecurangan. Prabowo Sandi bersama ulama dan rakyat akan meneruskan perjuangan menuntut keadilan.

Prabowo Subianto, Calon Presiden RI nomor urut 02 menegaskan “Tidak akan menyerah, selama rakyat menghendaki.”

Hal tersebut dikemukakan Prabowo dalam acara musyawarah ulama di Hotel Lor In Sentul Bogor (01/5/2019) yang menghasilkan “Ijtima’ Ulama III.”


Prabowo selanjutnya mengemukakan “Tekadnya bukan ambisi pribadi namun ingin memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Dampak dari pernyataan Prabowo Subianto tersebut, diperkirakan pasca pengumuman KPU Pemenang Pemilu 2019 tanggal 22 Mei 2019 yang kemungkinan besar akan memenangkan petahana. Prabowo sesuai pernyataannya dihadapan media asing, tidak akan menerima hasil pengumuman KPU karena menurut dia Pemilu penuh kecurangan dan diperkirakan akan meneruskan perjuangan menuntut keadilan bersama ulama dan rakyat.


Perjuangan Damai

Prabowo Subianto telah mengingatkan pendukungnya supaya sabar, tenang dan tidak melanggar hukum.

Dia juga telah menyatakan tidak akan menyuruh pendukungnya turun ke jalan-jalan untuk memprotes karena dia bukan diktator.

Saya sangat sependapat yang dikemukakan Prabowo bahwa perjuangan harus damai, sabar, konstitusional, dan tidak melakukan kekerasan yang melanggar hukum.

Saya tidak tahu bentuk perjuangan yang akan ditempuh, tetapi apapun bentuknya harus damai seperti Aksi 212, Reuni 212. Kita semua bersaudara, jadi harus mengutamakan keselamatan dan persatuan Indonesia.


Polisi, Brimob dan TNI adalah saudara kita. Mereka hanya menjalankan tugas. Saya yakin mereka tidak akan menembaki rakyat jika damai dan tujuannya hanya memperjuangkan tegaknya kebenaran, kejujuran dan keadilan bukan bertujuan makar.


Berikut aksi damai yang banyak dilakukan rakyat, protes sosial atas kecurangan pemilu, dan bentuk pelaksanaan demokrasi di Indonesia, yaitu jaminan bagi setiap orang utk mengeluarkan pikiran & pendapatnya secara bebas dan tanpa paksaan.


Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search

Selamatkan Demokrasi dan Indonesia dari PerpecahanMembungkam Media Lebih Banyak Mudaratnya Ketimbang Manfaatnya