Musni Umar Socmed

Search

Selesaikan Akar Masalah "Dugaan Kecurangan" Pemilu Untuk Keselamatan Bersama
ikatan keluarga besar alumni universitas indonesia menuntut bawaslu dan kpu jakarta (7/5/2019) - twitter ayaniulva

Pemilu

Selesaikan Akar Masalah “Dugaan Kecurangan Pemilu” Untuk Keselamatan Bangsa

Membiarkan dugaan kecurangan Pemilu sangat berbahaya karena hasil Pemilu yang ditolak oleh rakyat, pada akhirnya akan menghadirkan situasi yang kita tidak inginkan. KPU sebaiknya tidak melakukan pengumuman Pemilu ditengah dugaan kecurangan Pemilu yang TSM karena membahayakan bangsa dan negara kita. Mari kita mencoba selesaikan akar masalah “dugaan kecurangan” pemilu untuk keselamatan bangsa.

Di bulan Ramadhan ini, bangsa Indonesia yang sudah melaksanakan Pemilu 17 April 2019, sejatinya sudah tenang dan suasana Ramadhan banyak diisi ibadah seperti puasa, shalat traweh dan buka puasa bareng sebagai sarana silaturrahim, faktanya masyarakat galau dan prihatin karena terjadi dugaan kecurangan Pemilu yang terstruktur, sistimatis dan masif.

Menurut saya, yang harus dilakukan penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu dan DKPP) adalah memecahkan akar masalah Pemilu 2019 yaitu “dugaan kecurangan.”

Anggota Bawaslu RI Afifudin dan Badan Pemenangan Pemilu Prabowo-Sandi sudah membeberkan fakta-fakta dugaan kecurangan Pemilu 2019.

Akan tetapi dugaan kecurangan Pemilu tidak diselesaikan. Lebih aneh, dugaan kecurangan Pemilu disangkal dan media mainstream diam, tidak berani memberitakan masalah dugaan kecurangan Pemilu.


Reaksi Publik

Publik Indonesia, setidaknya terjadi tiga kelompok dalam menyikapi dugaan kecurangan Pemilu.

Pertama, membela dan mempertahankan status quo karena lebih menjamin adanya kepastian untuk mempertahankan kemapanan mereka. Pada kelompok ini, terdapat orang-orang yang menyerang siapa saja yang mempersoalkan kecurangan Pemilu. Senjata mereka yang paling ampuh, melaporkan yang bersangkutan kepada aparat untuk ditindak.

Kedua, diam dan masa’ bodoh. Pemilu mau curang atau tidak, tak dipersoalkan karena mereka tidak percaya demokrasi. Selain itu, tidak mau tahu tentang dugaan kecurangan Pemilu, sebab ada anggapan, siapapun yang berkuasa, tidak mempengaruhi dan mengubah kehidupan mereka.

Ketiga, tidak menerima kecurangan Pemilu. Mereka mau berjuang sampai titik darah terakhir untuk menyelamatkan demokrasi. Bagi mereka, demokrasi merupakan jalan terbaik untuk menjamin pergantian kekuasaan secara damai. Oleh karena itu, dugaan kecurangan Pemilu tidak boleh ditolerir, harus dilawan.
https://twitter.com/AkunTofa/status/1126967404641132544
https://twitter.com/newsjundi/status/1121681950484262918


Solusi Penyelesaian

Penyelenggara Pemilu tidak boleh diam, memandang tidak penting menyelesaikan dugaan kecurangan Pemilu yang sudah ditayangkan di media sosial secara terbuka dan transparan.

Membiarkan dugaan kecurangan Pemilu sangat berbahaya karena hasil Pemilu yang ditolak oleh rakyat, pada akhirnya akan menghadirkan situasi yang kita tidak inginkan.

Oleh karena, sebaiknya penyelenggara Pemilu terutama KPU memikirkan kembali untuk keselamatan bangsa dan negara. Saya usulkan solusi penyelesaian dugaan kecurangan Pemilu.

Pertama, menunda pengumuman hasil Pemilu 22 Mei 2019. Pada saat menunda pengumuman Pemilu, dilakukan audit forensik IT KPU untuk memastikan tidak ada kecurangan dalam in put data hasil Pemilu.

Kedua, melaksanakan Pemilu ulang disebagian wilayah di Indonesia seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur yang diduga keras tejadi kecurangan Pemilu TSM atau yang terburuk Pemilu ulang di seluruh Indonesia.

Ketiga, dilakukan pengusutan wafatnya para petugas Pemilu yang sudah mencapai lima ratus orang lebih. Apa penyebabnya, apakah ada kaitan dengan dugaan kecurangan Pemilu?

Keempat, KPU sebaiknya tidak melakukan pengumuman Pemilu ditengah dugaan kecurangan Pemilu yang TSM karena membahayakan bangsa dan negara kita.

Kelima, memecahkan masalah dugaan kecurangan Pemilu yang menjadi akar persoalan yang saat ini dihadapi bangsa dan negara. Jangan menolerir kecurangan yang kemudian membawa bangsa dan negara ini pecah belah.


Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Pilkada

Denny Indrayana, Calon Gubernur Kalimantan Selatan dalam tulisannya berjudul Duitokrasi Membunuh Demokrasi yang dimuat secara luas di media sosial membeberkan dahsyatnya politik uang dalam...

Pemilu

Sejarah pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 cukup mengenaskan karena kematian massal panitia pemilu sebanyak 894 petugas dan petugas lainnya yang sakit ada 5175 orang.

Opini

PDIP, Partai Gerinda, PAN dan PPP telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka tidak setuju adanya revisi UU Pemilu.

Lainnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin penyidik senior Novel Baswedan telah melakukan penangkapan terhadap Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Lainnya

Sistem demokrasi tidak sempurna. Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi, telah menunjukkan boroknya.

Opini

Pada saat artikel ini ditulis , belum ada pengumuman resmi dari Panitia Pemilihan Umum Amerika Serikat bahwa Joe Biden dan Kamala Harris telah memenangi...

Opini

Pada 3 November 2020, rakyat Amerika Serikat akan datang ke berbagai tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyoblos calon Presiden Amerika Serikat untuk 4 tahun...

Pendidikan

Universitas Ibnu Chaldun, terhitung mulai 1 sampai 19 April 2020 perkuliahan dilanjutkan melalui jarak jauh.