Connect with us

Berbekallah sebelum Maut Menjemput Kita
masjid pada saat matahari terbenam di bulan juni, di saat cuaca panas diatas 40°C di kota abu dhabi - unsplash david rodrigo

Ramadan 1440H

Berbekallah sebelum Maut Menjemput Kita

berbekallah sebelum maut menjemput kita. Hidup ini tak obahnya seorang musafir yang sedang melakukan perjalanan jauh menuju suatu tujuan. Untuk sampai ke tujuan dengan selamat, harus ada bekal yang cukup. Selain itu, sang musafir, cepat atau lambat akan kembali ke kampung halamannya. Itulah gambaran kehidupan yang singkat ini, yang harus disadari dan dihayati oleh setiap manusia dan mereka yang beriman.

Berbekallah sebelum maut menjemput kita. Hidup ini tak obahnya seorang musafir yang sedang melakukan perjalanan jauh menuju suatu tujuan. Untuk sampai ke tujuan dengan selamat, harus ada bekal yang cukup. Selain itu, sang musafir, cepat atau lambat akan kembali ke kampung halamannya.

Itulah gambaran kehidupan yang singkat ini, yang harus disadari dan dihayati oleh setiap manusia dan mereka yang beriman.

Tidak ada musafir yang tidak kembali ke kampung halamannya. Tidak ada manusia yang tidak kembali ke asalnya. Maka, ketika seorang manusia yang beriman dijemput maut, kita diajarkan oleh Allah untuk mengucapakan “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kita akan kembali kepadaNya).


Tempat Persinggahan

Dunia ini hanya tempat persinggahan sementara bagi setiap manusia yang digambarkan sebagai seorang musafir. Tujuan akhir setiap manusia adalah akhirat.

Suka tidak suka dan mau tidak mau, setiap yang bernyawa akan dijemput maut. Sudah terbukti dalam sejarah umat manusia, sehebat apapun dia, jika ajal sudah menjemput, tidak bisa diakhirkan sekejap ataupun didahulukan.

Maka ada yang menyebut bahwa yang pasti di dunia hanya satu yaitu kematian.

Berikut pantun kematian:

Bunga melur bunga melati
Tumbuh disamping pohon angsana
Sesiapa yang hidup pastikan mati
Bila suratan ajal tiba


Berbanyak bekal

Untuk sampai ke kampung akhirat, setiap manusia harus mempersiapkan diri dengan memperbanyak bekal.

Allah memandu manusia dan orang-orang yang beriman supaya mempersiapkan bekal sesuai firman Allah dalam Alqur’an

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al Baqarah: 197).

Takwa adalah suatu konsep dalam Islam yang merujuk kepada kepercayaan akan adanya Allah, membenarkannya, dan takut kepada Allah.

Orang-orang yang bertaqwa disebut “Al Muttaqiin”, yaitu menurut Ibnu Abbas ialah “orang-orang yang meyakini (Allah) dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan patuh akan segala perintahnya.

Maka bekal untuk sampai ke kampung akhirat tidak lain dan tidak bukan adalah takwa kepada Allah dengan banyak beribadah kepadaNya, banyak berbuat kebaikan terhadap sesama manusia, berbuat benar dan jujur serta berjuang mewujudkan dan menegakkan keadilan.

Semoga momentum bulan ramadhan yang penuh keberkahan ini, kita bisa manfaatkan untuk mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya menuju kampung akhirat.


Saran dan komentar? silahkan reply di twitter status dibawah ini (click logo biru dan reply).

Baca Juga

DKI Jakarta

Gubernur Anies dalam pesan Idul Fitri dihadapan jamaah yang memadati Pelataran Jakarta International Stadium mengatakan Pada lebaran kali ini, ia berpesan untuk menghargai keberagaman...

DKI Jakarta

Dalam rangka mudik lebaran, sebagai sosiolog saya terpanggil untuk mencegah berbagai musibah yang dialami pemudik dengan memberikan 20 Tips Mudik Selamat.

Politik

Belajar dari Chechnya, Ukraina dan Rusia, Muslim Indonesia harus kuat. Supaya kuat, maka harus bersatu dan jangan mau jadi alat untuk kepentingan penguasa yang...

Opini

Pada 5 Februari 2022, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) genap berumur 75 tahun. Selama 75 tahun HMI telah mengabdi kepada bangsa dan negara dengan mengkader...

Opini

Tanpa terasa bangsa Indonesia telah berada di penghujung tahun 2021 Masehi. Sebagai bangsa yang mayoritas Muslim, alhamdulillah telah menjalani tahun 2021 dengan rasa syukur....

Opini

Umat Islam yang mayoritas, terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu umat Islam dipecah belah, sehingga tidak pernah memegang kekuasaan...

Pendidikan

Menurut saya, berpolitik merupakan bagian dari jihad (perjuangan) yang harus aktif dilakukan umat Islam untuk mewujudkan tujuan Indonesia merdeka sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan...

Opini

Tidak sedikit yang akhirnya menjilat karena tidak tahan mengalami demoralisasi. Ada juga yang kemudian memilih diam.