Musni Umar Socmed

Search

Puasa Ramadhan Bisa Hadirkan Empati kepada Kaum Marjinal
setiap hari jumat adalah hari pasar di daerah kandangan kalimantan selatan - unsplash niko lienata

Ramadan 1440H

Puasa Ramadhan Bisa Hadirkan Empati kepada Kaum Marjinal

Lapar dan dahaga pada siang dan sore hari sangat dirasakan bagi  mereka yang melaksanakan puasa. Hikmahnya bisa menghadirkan empati dan kepedulian kepada mereka yang belum beruntung dalam hidup ini, yaitu kaum marjinal. Dengan mendayagunakan zakat, infaq dan sedekah dan lainnya, maka manifestasi dari puasa Ramadhan yang menghadirkan empati kepada kaum marjinal bisa mengubah hidup anak yatim yang miskin dan orang-orang miskin.

Lapar dan dahaga pada siang dan sore hari sangat dirasakan bagi mereka yang melaksanakan puasa.

Hikmahnya bisa menghadirkan empati dan kepedulian kepada mereka yang belum beruntung dalam hidup ini, yaitu kaum marjinal yang digambarkan Allah dalam Alqur’an surah Al Maa’uun:1-3.

ارایت الذی یکذب بالدین فذاک الذی یدع الیتیم ولا یحض علی طعام المسکین

Tahukah kamu orang yang mendustakan agama. Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

Firman Allah tersebut memandu kita untuk memberi perhatian yang besar kepada mereka yang kurang beruntung dalam hidup ini, yang merupakan representasi dari kaum marjinal yang miskin, yang sangat penting diberi empati dalam wujud menolong mereka untuk maju dan jaya dalam hidup ini.


Mekanisme Pembangunan Masyarakat Miskin

Mekanisme menolong mereka yang miskin dan lemah yaitu mereka yang kaya, memiliki harta benda diwajibkan mengeluarkan zakat harta, zakat fitrah, infaq, sedekah dan bahkan wakaf.

Dana yang terhimpun dari zakat, infaq dan sedekah, melalui Badan Zakat Nasional (BAZNAS) atau Badan Amil, Zakat, Infaq, Sedekah (BAZIS) kemudian dialokasikan untuk biaya pendidikan anak-anak masyarakat dan biaya pelatihan serta modal pengembangan usaha.

Selain itu, sumber dana pembangunan masyarakat miskin dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Golongan yang lemah (المستضعفین) dan orang-orang miskin masih sangat besar jumlahnya di Indonesia.

Untuk memotong lingkaran kemiskinan yang masih dialami sebagian bangsa Indonesia, dan untuk memajukan masyarakat miskin, maka harus dilakukan:

Pertama, penguasa dan parlemen di semua tingkatan membuat affirmative policy (kebijakan pemihakan) dengan membuat UU atau Peraturan Daerah, yang menjadi dasar dan pegangan untuk memajukan golongan yang lemah dan miskin.

Kedua, para pejabat di pusat dan daerah berdasarkan UU atau Peraturan Daerah melakukan affirmative action (aksi pemihakan) yang memihak kepada mereka yang lemah yang terdiri dari anak-anak yatim yang miskin dan orang-orang miskin dan anak-anak mereka.

Ketiga, mengutamakan pendidikan anak-anak orang miskin dari SD sampai Perguruan Tinggi. Pendidikan gratis bagi semua tidak tepat. Sejatinya yang harus gratis hanya mereka yang miskin dan tidak mampu.

Keempat, akses permodalan kepada orang-orang kecil seperti yang dilakukan Prof. Muhammad Yunus di Banglades melalui Grameen Bank. OK OCE tidak cukup, karena hanya melatih para calon entrepreneurs, tetapi mereka harus diberi akses permodalan dan tempat berusaha.

Kelima, pembinaan yang berkesinambungan. Tidak boleh panas-panas tahi ayam.

Dengan mendayagunakan zakat, infaq dan sedekah serta melakukan lima hal yang dikemukakan di atas, maka manifestasi dari puasa Ramadhan yang menghadirkan empati kepada kaum marjinal bisa mengubah hidup anak yatim yang miskin dan orang-orang miskin.

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Ramadan 1442H

Salah satu amalan ramadan yang sangat agung ialah mendalami isi, menghafal dan membaca Al-Qur'an.

Ramadan 1442H

Keagungan Al-qur'an tidak saja karena memuat segala macam ayat yang bisa dijadikan panduan, kompas dan petunjuk bagi manusia dan orang-orang yang bertakwa, tetapi tidak...

Ramadan 1442H

Ramadan Kareem, yang penuh kemuliaan dan keberkahan, telah tiba. Hari ini 1 Ramadan 1442 H bertepatan 13 April 2021 adalah hari pertama puasa Ramadan...

Ramadan 1442H

Di bulan Ramadan saat kita shaum atau puasa, segala aktivitas seperti bekerja di kantor atau Work From Home (WFH) harus tetap dilaksanakan jangan lupa...

Opini

Perbuatan radikal dan teror harus diakhiri dalam melawan ketidakadilan karena tidak akan pernah menang.

Opini

Isra Miraj merupakan peristiwa yang amat penting bagi umat Islam karena pada saat Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah untuk menunaikan...

Pendidikan

Dr Ubedilah Badrun, akademisi dan pengamat sosial politik mengatakan bahwa Republik ini akan maju kalau dibimbing dan dipimpin Ulul Albab (Orang yang selalu berzikir...

Opini

Fahmi Idris mendirikan Akademi Alquran dan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa (i) untuk mengikuti program tahfiz (hafal Alquran).