Musni Umar Socmed

Search

Selesaikan Tuntutan Referendum Aceh dan Daerah Lain dengan Dialog
tampak atas ketika shalat tarawih sebelum hari pertama bulan ramadhan 1440H di masjid raya baiturrahman, banda aceh - twitter OnceAceh

Politik

Selesaikan Tuntutan Referendum Aceh dan Daerah Lain dengan Dialog

Pemerintah sebaiknya serius selesaikan tuntutan referendum Aceh dan Sumatera Barat. Aspirasi masyarakat Aceh adalah wujud kemerdekaan yang diperjuangkan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan referendum yang diperjuangkan oleh kelompok sipil dengan lokomotifnya adalah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA). Sebelum dicapai perundingan damai antara pemerintah Indonesia dengan GAM (15/8/2005).

Sebelum menulis artikel ini, saya kembali membaca buku yang saya tulis dan sunting tahun 2002 yang diberi judul “Aceh Win-Win Solution.”

Buku tersebut ternyata masih sangat relevan dengan tuntutan referendum yang kembali disuarakan oleh Muzakir Manaf, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Ketua DPA Partai Aceh yang dikemukakan saat peringatan ke-9 tahun wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Muhammad Hasan Ditiro dan buka puasa bersama di salah satu Gedung Amel Banda Aceh (27/5/2019).


Referendum Tuntutan Lama

Dalam buku “Aceh Win-Win Solution” Gazali Abbas Adan, anggota MPR RI dari Nanggro Aceh Darussalam saat itu, yang kini Anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan Nanggro Aceh Darussalam mengemukakan tiga macam aspirasi yang hidup di masyarakat Aceh (sebelum dicapai perundingan damai antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka):

Pertama, merdeka, yakni lepas dari negara Indonesia dan mendirikan negara Aceh yang berdaulat lazimnya seperti negara-negara lain di dunia.

Kedua, referendum, yakni rakyat Aceh secara demokratis diberi pilihan, merdeka atau tetap bagian dan hidup dalam negara Indonesia.

Ketiga, otonomi khusus, yakni rakyat Aceh diberikan hak seluas-luasnya dan sesuai dengan kehendak mereka mengatur dan mengurus dirinya, mengeksploitasi dan mengolah sumber daya alam untuk kesejahteraan dan kemakmuran mereka dan siapapun yang tinggal dan hidup di Aceh (hlmn 5).

Menurut Gazali Abbas Adan, dari ketiga aspirasi tersebut yang paling menonjol dan transparan adalah wujud kemerdekaan yang diperjuangkan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan referendum yang diperjuangkan oleh kelompok sipil dengan lokomotifnya adalah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA).

Melalui perundingan yang alot dan melelahkan di Helsinki, Finlandia antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka pada 15 Agustus 2005 ditanda tangani MOU Helsinki, Finlandia tentang Naskah Perdamaian yang dicetus Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla, yang kemudian mengakhiri konflik berdarah di Aceh selama tiga dekade, dengan pemberian otonomi khusus kepada Aceh.


Selesaikan Tuntutan Referendum Aceh

Pemerintah sebaiknya serius menyikapi, tuntutan referendum dari Aceh dan Sumatera Barat. Kenapa harus serius, karena hal-hal berikut:

Pertama, memperkuat persatuan bangsa dengan menyelesaikan permasalahan nasional seperti hasil Pilpres 2019 yang mengoyak persatuan bangsa Indonesia.

Kedua, menyelesaikan tuntutan referendum melalui dialog dan musyawarah. Jangan mengatasi tuntutan referendum dengan kekerasan bersenjata seperti menjadikan Aceh DOM (Daerah Operasi Militer) seperti di masa lalu, karena rakyat Aceh lebih mudah ditaklukkan dengan musyawarah ketimbang perang sebab ada hikayat perang sabil yang selalu dipegang dan diamalkan rakyat Aceh:

Nibak matee di rumoh Inong
Bahle beu keunong Seunyata Kafe
Nibak matee di ateueh tilam
Bahle lam seueh prang syahid meugule

Artinya
Daripada mati di kamar pengantin
Aku rela badan dibunuh musuh
Daripada mati di atas tilam
Biarlah dalam perang syahid tubuhku.

Ketiga, mendengarkan, meresapi dan menghayati alasan dikumandangkannya kembali tuntutan referendum, kemudian secara bersama dicari solusinya agar tidak menjadi kenyataan di masa depan.

Semoga dengan spirit Ramadhan, Aceh tetap berada dipangkuan ibu pertiwi untuk selamanya.
https://twitter.com/FerdinandHaean2/status/1133225351138557952

Kutipan

Butuh bahan berita/artikel/tulisan?

Diperbolehkan mengutip sebagian isi dari tulisan ini tapi jangan lupa sebut sumber: arahjaya.com atau dikutip dari Musni Umar.

Diharapkan tulisan-tulisan di website ini bisa menginspirasi pembaca untuk selalu mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Youtube Musni Umar

Baca Juga

Opini

Perbuatan radikal dan teror harus diakhiri dalam melawan ketidakadilan karena tidak akan pernah menang.

Opini

Sepanduk bertuliskan Lebih Baik Miskin Daripada Berkhianat dipasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Universitas Ibnu Chaldun dan berbagai tempat strategis di Jakarta hari ini.

Opini

Indonesia adalah Daarul Amni (negeri yang aman) bukan Daarul Harbi (negeri yang sedang perang), maka siapapun dan apapun motif bom bunuh diri di depan...

Politik

Menjelang ramadhan tiba, para pegiat media sosial sangat ramai yang menyuarakan tuntutan Habib Rizieq Syihab Dibebaskan sehingga banyak dibahas di media sosial.

Opini

Isra Miraj merupakan peristiwa yang amat penting bagi umat Islam karena pada saat Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah untuk menunaikan...

Politik

Pada dasarnya kalau UU Parpol dan AD ART Partai Demokrat itu ditegakkan, Kongres Luar Biasa di Sibolangit, Sumatra Utara itu ilegal dan tidak sah.

Pendidikan

Dr Ubedilah Badrun, akademisi dan pengamat sosial politik mengatakan bahwa Republik ini akan maju kalau dibimbing dan dipimpin Ulul Albab (Orang yang selalu berzikir...

Politik

UUD 1945 pasal 1 ayat 3 yang berbunyi "Negara Indonesia adalah negara hukum". Konsekuensi Indonesia negara hukum, maka segala kehidupan kenegaraan harus selalu berdasarkan...